uzegan

Selayang Pandang

19:25 9
Selayang Pandang
Kali ketiga ini, akhirnya saya mengaktifkan blog lagi, ngebewe lagi, dan ceking ceking pesbuk lagi. Ada apa gerangan? Nggak ada apa-apa sih sebenere. Bukan juga karena bosan dengan dunia nyata trus balik ke dunia maya. Hanya kebetulan dapet mood lagi buat ngeblog dan fasilitasnya bener-bener lagi memadai. 

Karena postingan blog ini adalah gabungan dari beberapa tulisan yang berceceran dari jaman antah berantah (jaman dimana levelnya masih setingkat diatas abegeh) hingga emak-emak, dengan nickname dan alamat blog yang berbeda, ada belasan blog kayaknya. Pasti banyak banget dooong yang nggak kenal saya.. (ya iyalah, gimana mo kenal postingannya di hidden semua) hihihi... 

Tapi nggak semua saya repost lagi paling satu dua lah, hanya yang lulus sensor aja yang bisa tayang disini (beuh) yaaah mo gimana lagi, isi postingannya ntuh ternyata lebih cocok untuk kategori 17 tahun ke bawah hihihi...

Okeh, buat yang blom kenal, Rini Uzegan adalah sebuah nama pena. Sebelumnya saya pernah berkutat di banyak blog, yang kesemuanya akan dicabut dari peredaran dan saya kukuhkan di sini, walopun tulisannya yah nggak banyak2 amat. πŸ˜‚

Akhir kata, welcome back lagi buat diri saya sendiri. Nggak terasa udah sangat lama sekali, saya tinggalkan blog ini (karena rusaknya sebuah Netbook) Tempat saya banyak belajar hingga saya bisa beralih ke blog berdomain. Dan akhirnya menggunakan komputer baru (setelah semua hardware dikumpulkan beberapa tahun, akhirnya selese di rakit Pak Suami) kebangetan vakumnya, yak πŸ˜‚.

Semoga blog ini bisa membuat saya termotivasi untuk belajar dan bermanfaat untuk para Pembaca (kalo gak bermanfaat, yah di pelototin aja..) πŸ˜‚.

Amin ya robbal alamiiin...


                                                                                                                                            Maret 2020
uzegan@gmail.com

Venesia dari Timur ?

21:05 7
Venesia dari Timur ?
Penasaran gak sih? kenapa kota Palembang itu pernah mendapat julukan Venesia dari Timur? Hmm.. kalo saya sih penasaran, karena tentu saja saya kan tinggal di Palembang. Tapi, meskipun udah berpuluh tahun tinggal disini kok sayanya gak tau alasan sebenarnya mengapa dan bagaimana yah :D. Kalo ada turis yang bertanya dan minta jawaban lengkap, nah loh.., malu kan saya :D (katanya kota tertjintaaa..).

Nah, berhubung Palembang akan menjadi salah satu tuan rumah Asian Games ke-18, maka saya akan sedikit mengulik salah satu destinasi wisata terbesar yang ada di kota Palembang, yaitu Sungai Musi yang telah membuat kota Palembang pernah mendapat julukan “Venitie van Oost”, ”de Oosterc Venetie”, ”The Indisch Venetie”, ”The Venice of the East” atau Venesia dari Timur.

Wilayah air dengan sedikit daratan (Geografis)

Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua wilayah, seberang hilir dan seberang hulu, yang terdiri dari beberapa anak sungai. Dulu, paling sedikit tercatat lebih kurang 117 buah anak sungai yang mengalir jernih di tengah jantung kota. Sebagian besar Kota Palembang adalah wilayah air dengan sedikit daratan. Penunjang utama kota adalah tatanan perdagangan “ruang air” dengan dukungan dari kampung-kampung yang menghasilkan industri kecil dan ditopang masyarakat pedalaman yang menghasilkan hasil kebun, hutan, serta tambang membuat Sultan dan para Pembesar Kerajaan dapat berdagang dengan dunia luar di atas “ruang air’ Kota Palembang. Sehingga menjadi tempat strategis dan jalur transportasi paling efektif bagi masyarakat, terutama pedagang lokal, Asia hingga Eropa. Dan hal ini, sangat mendukung rencana para penjajah asing, terutama Belanda.

Keadaan Sosial

Kota kerajaan Palembang pada abad pertengahan memiliki stereotipe pasar terapung karena berlangsung di atas permukaan air dengan warung-warung yang berada di atas rakit. Pada masa itu ada banyak pedagang kecil yang menjajahkan dagangannya seperti penjual Pempek, Burgo dan Kemplang dengan menggunakan Perahu Dangkuk atau Kolek terbuka dengan satu orang atau lebih pendayung dan yang duduk di belakang sebagai pengemudi. Selain Perahu Dangkuk seperti layaknya Gondola yang menjadi perahu khas dari Venesia, di Palembang pun memiliki perahu khas lain dengan keunikan tersendiri seperti Perahu Kajang, yaitu sejenis perahu kayu tertutup dengan memakai atap dari daun rumbia yang dilengkapi kelambu, tempat tidur, dan alat memasak dan ada juga semacam rumah-rumahan dibagian belakang sebagai tempat beristirahat (seperti pada gambar). Perahu ini membawa hasil bumi, terutama buah, sayuran dan kebutuhan lainnya untuk dijual.

Karena keadaan sosial dan kondisi alam (geografis) inilah maka pada akhirnya disebut-sebut memiliki kesamaan dengan sebuah Kota Air yang terletak di Selatan Italia, yaitu Venesia.


Gak terasa, dalam hitungan hari saja seluruh bangsa Indonesia akan ikut memeriahkan perhelatan akbar Asian Games ke-18 di dua kota, yakni Jakarta dan Palembang yang bertepatan di tanggal cantik 18.08.18. Dan seolah mengajak seluruh penduduk negara peserta Asian Games untuk ikut merayakan hari bersejarah bagi negeri tercinta ini, karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia satu hari sebelumnya, pada tanggal 17.08.18. 

Semoga event yang akan segera di selenggarakan dapat berjalan lancar dan sukses, serta menjadi kebanggaan bagi nusa dan bangsa. Amiin ya robbalalamien...

Merdeka.. !



Referensi :
#Venesia dari Timur : Memaknai Produksi dan Reproduksi Simbolik Kota Palembang dari Kolonial sampai Paskakolonial, Penulis Dedi Irwanto Muhammad Santun, 2010
#https://www.tropenmuseum.nl
#Catatan Tugas Akhir
#Masyarakat

Lelah & Masa Lalu

16:27 2
Lelah & Masa Lalu
Ilustrasi : @aquareliamoon

Berdasarkan apa yang dulu pernah saya baca, jika seseorang stuck dan terlampau lelah dengan hidup yang sedang dijalaninya otomatis mereka akan mengingat ingat dan membandingkan dengan kebahagiaan yang pernah mereka jalani di masa lalu.

Bukan bermaksud untuk tidak bersyukur atau tidak ingin melihat ke bawah, tapi mungkin dengan membayangkan kembali masa lalu akan sedikit meniupkan angin segar dalam kehidupan yang penat, terlebih jika bisa memberikan inspirasi atau sebagai pengingat untuk terus bersyukur pada sesuatu yang sedikit. 

Betapa menyenangkan bisa mendapatinya lagi dikala sedang lupa bersyukur dan tak berpuas diri dari keadaan yang bahkan sebenarnya lebih baik dari masa yang telah lalu.
Menurut saya, salah satu masa paling bahagia itu adalah saat saat ramadhan. Untuk saya (kecil), saat itu adalah hari hari mengenyangkan dengan banyak makanan dan buah kesukaan. Dan yang terpenting, saat itu adalah hari hari yang damai tanpa pertengkaran dan amarah. Semua berlomba untuk kebaikan.


Kekuatan Albatros

19:18 0
Kekuatan Albatros
Albatros atau The Temps adalah  sebuah acara 'reality show' dari salah satu stasiun tv berbayar nun jauh dari korea sana. Bolehlah saya rekomendasikan buat inspirasi anak-anak muda jaman now dan juga sebagai tolak ukur dan pandangan baru bagi para ortu. Yang belakangan ini seringkali mengingatkan saya tentang perjuangan-perjuangan di masa lalu. (ini bukan lagi cerita tentang hari kemerdekaan ya :D). "Kan ada juga tuh beberapa ortu yang seneng banget dengan anaknya yang mandiri, saking bangganya karena sang anak bisa membantu mencari nafkah hingga mengabaikan tanggung jawab dan malah sibuk menuntut kewajiban anak terhadap Ortu."

Albatros adalah Seekor burung yang memiliki sayap terlebar namun tidak mampu terbang. Pada suatu waktu datanglah angin badai serta puting beliung dan memporakporandakan burung-burung lain yang sedang terbang hingga berjatuhan. Tapi, tidak dengan Albatros, justru angin puting beliung membuat sayapnya mampu terbang dan bisa mengendalikan angin hingga terbang tinggi dan semakin tinggi.

Dalam hal ini, sang Albatros adalah para anak muda pekerja paruh waktu. Yang sepertinya memang orang-orang terpilih yaitu hanya anak muda yang penuh semangat dan pekerja keras.

Acara ini mempublikasikan tentang kegiatan beberapa selebriti (dua diantaranya adalah mantan atlet) yang sepertinya juga pekerja keras di masa mudanya. Dan merekalah yang akan menggantikan para pekerja paruh waktu (Albatros) dalam kurun waktu satu hari kerja. Dari tayangan tersebut kita bisa melihat betapa kerasnya kehidupan anak anak muda 'jaman now' dalam meraih impian dan usahanya melanjutkan hidup dengan cara mengais rezeki melalui kerja paruh waktu. Khususnya bagi yang kurang mampu.

Saya sempat kagum dengan kemampuan mereka. Entah karena pikiran manusia yang semakin maju atau kekuatan fisik dan daya tahan tubuh manusia yang semakin berevolusi atau mungkin kondisi fisik saya sebenarnya yang lemah. Apalagi waktu ada salah seorang Albatros yg pernah berujar, bahwa sama sekali tidak memiliki hari libur, bahkan mengambil pekerjaan 2 sampai 3 sekaligus dan itu di sambi dengan kuliah. tidur pun hanya 4 jam setiap hari.

Seandainya saya dulu memiliki semangat seperti itu, mungkin impian saya tidak akan patah di tengah jalan. Tapi, kadang saya ragu apakah bisa meskipun semangat saya lebih menggebu dari mereka. Sementara berangkat kuliahpun harus sejak pagi buta, selesai kuliah langsung kerja, sering lembur pulang jam setengah 11 malam, blom urusan mandi, beres beres, bikin tugas kuliah dll.

Seringnya saya kelelahan, tertidur hingga pagi dengan tas yang masih terselempang di bahu. Begitu berulang-ulang setiap hari tanpa libur kerja meskipun tanggal merah ato hari besar, kurang minum kurang tidur kurang makan demi kuliah dan untuk meraih satu impian.

Hingga gejala tipes, gejala batu ginjal, maag, asam lambung naik, gejala isk, gusi berdarah2, dan beberapa penyakit lainnya yang tanpa peduli menyerang secara bertubi tubi.

Resep Puding Ikan Koi

23:26 0
Resep Puding Ikan Koi


Kapan hari, dulu. Setaon yang lalu di bulan Januari, saya sempet upload foto ini di Instagram. Nah pas kemaren ngotak ngatik blog, eh ternyata resepnya masih ada di draft. Mumpung suasananya masih Ramadhan, pas bangetlah bikin yang beginian buat anak-anak di rumah. Seru-seruan buat lebaran juga bolehlah, kan biasanya puding yang disajiin buat tamu pake cetakan loyang biasa trus di potong-potong, kali ini bikin yang agak kreatif, sesekali buat nyenengin anak-anak.

Sempet penasaran sama puding yang satu ini (waktu lagi ngetrend di grup), alhasil saya pun ngubek-ngubek toko bahan kue yang ada diseantero Palembang (yang di daerah dempo dan beberapa mall). Tapi ternyata dua cetakan ini blom ada saat itu. Padahal TBK disini lumayan lengkap. Kurang Stok, Kurang kekinian apa kurang update yah? :p. Akhirnya saya pesen cetakannya secara online sekalian saya juga pesen cetakan pie yang kecil-kecil di Instagram (lupa nama Akunnya).
Setelah Praktek. Deuh, ternyata butuh perjuangan yah bikin yang beginian, keliatannya sih gampang, tapi bikin mata ikannya itu aja udah bikin mata saya jereng dan tangan kemeng karena bahannya pake meses yang terbilang rapuh dan kecil. Meskipun jelinya udah ditusuk pake lidi terlebih dahulu (tetep aja mesesnya banyakan yg patah dari yg suksesnya). Kapan-kapan mo nyoba pake biji selasih aja ah.

Karena ini pertama kalinya saya bikin puding jelly, jadi mau gak mau pastilah ada tehnik yg kelewat, nah masalahnya yg kelewat ini yah yang lumayan fatal, (saking gak sabaran pengen nyobain bikin, kali yah) γƒΎ(-_-;)...


.: Puding Ikan Koi :.

Bahan :

Ikan
1 bks Agarasa Vanila
1/2 bks Nutrijell Plain
Susu Kental Manis Putih 2-3 sachet
Gula secukupnya
2 1/2 gelas Air
(dikurangi setengah dari resep yg tertulis dibagian belakang bungkus agarasa, biar ikannya gak melar dan ekor ga patah)
Didihkan, lalu tuang ke cetakan yang sudah dioles dengan air biasa, biar ikannya gampang dikeluarin.


Kolam
Gula secukupnya
Air kurangi separoh dari resep
Nutrijel rasa blueberry biar airnya biru (seharusnya) tapi kemaren saya salah beli, bungkusnya biru tapi rasanya plain, pas mo dimasak eh warnanya transparan, untung masih ada sisa pasta pandan, maka jadilah kolamnya warna ijo. Hidup ijo!


Corak Ikan Koi
Pengennya ikan warna mozaik, jadi Nutrijel rasa jambu biji (merah) dimasak dan dipotong dadu terus dimasukkan ke cetakan ikan kemudian baru dituang cairan puding yang warna putih (pake skm) atau bening (plain). Tapi kenyataannya, begitu bahannya mo dituang ke panci eh bubuknya ternyata udah mengeras (kadaluarsa), gagal maning.. gagal maning..

Untungnya, ternyata di kulkas masih tersimpan pasta strawberry, jadi akhirnya ikan koi nya dilukis aja bersama si kakak pake cutton bud (pewarnanya dicampur dengan cairan nutrijel biar pas kering warna merahnya menempel diatas ikan).

Fiuuuh.. sempet deg degan juga karena takut warnanya meleber kemana-mana meskipun atas ikannya udah dikeringin pake tisu (biar lukisannya rapi dan ga meleber).

Keliling Dunia tanpa Visa

00:55 17
Keliling Dunia tanpa Visa

Terkadang saya rindu dengan tulisan-tulisan lama. Rindu dengan kawan-kawan friendster dan juga sahabat blogger di masa lalu. Rindu membaca cerita lama. Pengalaman sehari-hari hidup di perantauan atau mereka yang memang tinggal di pelosok-pelosok negeri ini.

Cerita tentang malam yang panjang di pedalaman Borneo. Derita menjadi seorang "kuli" di Jepang hingga tentang sepenggal dua penggal curhat mahasiswa perantauan di Kanada dan Belanda. Atau tentang sepinya hidup bertahun-tahun di tengah lautan, bertaruh nasib diantara Samudra Pasifik dan Samudera Hindia. Meninggalkan segalanya, berharap memiliki masa depan yang lebih baik. Yang mau tidak mau, telah mendorong saya dengan sangat keras untuk mensyukuri apa yang sudah saya jalani disini.

Cukuplah cerita-cerita mereka menjadi pintu masuk menuju dunia lain yang penuh hal-hal baru dan tak pernah saya lihat atau dapatkan disini. Dan juga, bisa jadi itu sebagai bentuk pelarian dari hidup yang monoton, menjenuhkan dan kadang menyedihkan dari seorang pembaca dan pendengar seperti saya.

Penghibur hati bagi jiwa yang begitu haus akan petualangan namun tak juga kunjung melakukan perjalanan.


Bukit Lama
14022017

Cara membagi waktu antara ngeblog dan tugas IRT ?

11:07 10
Cara membagi waktu antara ngeblog dan tugas IRT ?
Masih bingung gimana caranya ngebagi waktu antara ngurus rumah, anak, suami, diri sendiri dan blog yang udah terbengkalai entah berapa tahun lamanya?

Beberapa hari yang lalu saya sempet bewe ke beberapa postingan yg isinya tentang gimana caranya ngebagi waktu buat emak2 yg punya bayi biar tetep rutin ngeblog, setidaknya sebulan dapet beberapa postingan. Tapi kok ya saya masih gak sanggup yah, apa saya nya yang kurang motivasi atau karena mood ngeblog itu udah ilang entah kemana. 

Kalo waktu si kakak blom punya adek, masih bisa lah saya ngebagi waktu. Misalnya pas si kakak lagi bobo ato lagi anteng nonton film kartun. Trus malemnya masih bisa begadang karena si kakak udah agak besar, gak nyari2 emaknya lagi (si kakak lebih suka kelonan sama si ayah) dan karena dulu si kakak emang gak ngASI (dulu saya gak ngerti).

Nah, giliran pas si adek lahir dan ngASI. Aduh ntuh bocah nemplok terus sama emaknya. saya bener2 udah gak bisa ngapa2in. Pas si adek lagi bobo pun, blog ini mah lewaaaaat, pastinya udah gak dilirik lagi. Cucian piring, baju, rumah yang acak adut kayak kapal pecah, setrikaan menggunung, antar jemput si kakak ke sekolah, blom lagi perut yang sering keroncongan karena blom sempet masak, beuh. Udah deh lengkap sudah..

Jadi pengen tau gimana ya caranya orang bule itu ngurus rumahnya tanpa ART? (disana kan mahal bgt gajinya) Gimana ya caranya nambahin dana buat bayar ART? (disini lebih murah tapi masih gak sanggup bayar, hiks) Gimana ya caranya tandem nursing yang benar dan nyaman? (si adek bakal punya adek lagi soalnya) :D dan bakalan tanpa ruwet lagi ngebagi waktunya, padahal saya udah kangen bgt pengen ngeblog kayak dulu lagi. Gimana ya caranya biar ga hilang dari peredaran dunia blog lagi ?? 

Kalo jawabannya udah ketemu, ntar saya tulis aja dah di postingan berikutnya :D



00:19 0

 


Belakangan ini saya lagi pengen makan ini dan makan itu. Apalagi karena sekarang memang lagi musim penghujan dan kondisinya semakin membuat saya terpicu untuk pedekate sama kompor dan setrikaan (biar anget maksudnya).

Satu hal lagi yang saya lakukan kemaren adalah bikin marmer cake ditengah keriweuhan, ngurus bayi dan balita. Yang sebelumnya pernah sempet gagal bikin kue ultah karena si ayah lebih suka makan pempek. Padahal hati ini sudah ngarep banget bisa nyicip kue coklat lembut seperti ultah si kakak taon kemaren yang rasanya nyoklat banget, berlapis dan baaaaanyak. Yang atasnya ditabur serutan coklat, whip cream dan buah cherry.. nyam nyam nyam...

Berhubung marmer cake itu bahannya bisa dibeli di warung (gak perlu ke tbk alias toko bahan kue) dan modal bahannya masih bisa di pertimbangkan khususnya di tanggal tua (demi mengobati rasa kangen masa kecil di kampungnya nenek). Maka jadilah marmer cake yang rasanya, lembut, lembab, beraroma mentega dan sedikit coklat. 'Perpaduan dari resepnya Yongki Gunawan dan ibu saya (Penyempurnaan menurut saya sih) karena disesuaikan dengan selera yang bikin hehehe... walopun sempet kocar kacir dan salah urutan ketika mencampur dan memanggang tapi alhamdulillah rasanya sesuai dengan prediksi, meskipun resepnya tanpa bahan tambahan/food additive sama sekali, hanya dibutuhkan sedikit bahan tambahan dari resep aslinya yaitu 2 kuning telur sebagai pelembut dan pewarna kuning alami serta 1 hingga 2 putih telur sebagai pengembang alami. Kalopun ingin sedikit lebih padat boleh ditambah terigu lagi sebanyak 50 gr.

Sempet trial dan error berapa kali, ada yang rasanya enak tapi tampilan marmernya kok awut2an, ada yg tampilannya udah bagus tapi tekstur dan rasanya kurang lembab, trus ada yang udah pas bahan dan tehniknya tapi rasanya agak tawar, karena lupa nambah takaran gulanya hihihi... Resepnya udah pernah saya posting di akun IG, namun yang ini hasilnya memang lebih lembut dan lembab.

Marmer Cake/Butter Cake/Bolu Kik/Bolu Mentega

.: Bahan :.
8 kuning telur (aslinya 6 kuning telur)
6 putih telur (aslinya 4 kuning telur)
300 gram butter campur margarin (aslinya 250 gr)
225 terigu, kunci biru
300 gr gula halus (aslinya 250 gr)
Bubuk coklat secukupnya

.:Cara :.
Kocok putih telur hingga berbusa dan kaku (ketika wadahnya dibalik tidak jatuh) sisihkan
Kocok gula dan campuran butter hingga lembut dan berwarna pucat
Masukkan kuning telur satu persatu, mixer hingga mengembang dan membentuk lipatan
Masukkan terigu sedikit demi sedikit, aduk pelan hingga rata
Masukkan putih telur yg sudah dikocok sebelumnya, aduk balik hingga rata.
Ambil 3 sdm adonan, beri bubuk coklat secukupnya tambahkan hingga berwarna agak pekat.
Masukkan adonan ke loyang tulban, tuang adonan coklat ditengah sepanjang adonan putih kemudian langsung putar dengan sendok (untuk mendptkan corak marmer dan adonan coklat tidak turun ke bawah). Panaskan oven. Panggang dengan api bawah suhu 180 dercel 30 menit, lalu api atas bawah suhu 180 dercel kurleb 15 menit atau hingga atasnya kecoklatan.


.: Done :.


Es Krim Pisang Coklat Homemade

00:26 0
Es Krim Pisang Coklat Homemade

 


Makan es krim di musim ujan? Masih doyan? Iya dong, enak soale..

Si kakak aja makannya ampe berapa kali, jatah ayah sama emaknya aja diambil. Meskipun harus pake nangis2 sampe akhirnya si ayah nyerah, antara gak tega sama ga tahan liat anaknya jejeritan dan nangis pilu. Entah karena rasa es krimnya yang begitu dahsyat ato si kakaknya yang kelaperan karena emaknya lupa ngasih sarapan? γƒΎ(-_-;) (walopun udah makan bakso ayam 10 biji)

Tapi seperti peribahasa apa yang kita tanam itulah yang kita tuai, akhirnya si kakak kena karma juga. Nah loh, begitulah kalo gak nurut sama ortu. Emaknya tambah ngomel karena ternyata si kakak tiba2 sakit gigi terus jejeritan sambil gelayutan di badan emaknya yang lagi gendong si adek (emang dikata pohon).

Si kakak sepertinya emang punya bakat turunan gigi sensitif dari si ayah. Dan bukan sekali dua kali kejadian sakit gigi kayak begitu, tapi masih aja susah di omongin (gigit2 henpon) tapi ya sudahlah, seingat saya anak 5 taon itu egoisnya juga masih dominan, yah? Bener kan? Iya kan? CMIW lah yah (οΎ‰οΎŸ▽゚)οΎ‰

Yang mo resep? Yang giginya tahan ngilu? Ini resep es krim pisang coklatnya yah


.: Masak hingga mengental kurleb 2 sdm tepung tapioka yang sudah diaduk rata dengan sedikit air dan sebutir telur. Dinginkan sebentar di freezer.

.: Blender Pisang beku, Pisang apa aja yang wangi dan sudah dipotong2 kecil. Kalo saya yang ada cuma Pisang Putri dapet dari Ortu minggu kemaren yang lupa dimakan :D kurleb 10-15 buah.

.: Trus masukkan susu kental manis coklat 1/2 kaleng, kalo saya mah 3/4 kaleng biar manteb manisnya jadi gak perlu pake gula.

.: Masukkan tepung tapioka yang sudah dimasak sebelumnya.

.: Beri sejumput garam, kalo kurang manis boleh tambah gula.

.: Kalo pengen lebih wangi, beri essens pisang atawa essens vanilla.

.: Setelah tercampur rata dan adonan menjadi halus. Colek-colek dulu adonannya udah pas ato belom.

.: Terakhir, tuang ke wadah tertutup. Bekukan kembali sampe besok.


.: Done :.