uzegan

Roda-roda, berputarlah

22:38 7
Roda-roda, berputarlah

Kalau ingin jadi Penulis hebat, katanya harus menulis minimal 60 menit sehari atau kalau tidak sehari satu halaman. Demi mengejar yang namanya 10 ribu jam terbang. Yah tentu saja, ala bisa karena biasa karena hanya dibutuhkan 1 % persen bakat tapi 99% nya adalah usaha dan kerja keras. Jadi akankah saya bisa mencapai semua target ini ??

Saya juga ingin menjadi seorang Penulis. Meskipun pada awalnya malah berbuntut untuk mencari penghasilan tambahan. Yah, sambil menyelam minum air. Tapi untuk beberapa lama, saya menyadari ada kesenangan yang tidak bisa saya temukan diantara sekian banyak kegiatan dalam hidup selain menulis. Ada rasa puas jika pada akhirnya saya mampu menyelesaikan sebuah cerita meski hanya 300 kata seperti flashfiction. 

Seingat saya, dulu waktu kecil saya kurang suka pelajaran Bahasa Indonesia. Bukan bahasanya yah, tapi susunan kalimat dari Subjek, Predikat, Objek, hingga keterangan tempat de el el. Entah kenapa selalu membuat saya galau jika posisinya di tukar-tukar (otak langsung lemot) hahaha…  mirip ketika saya harus mempelajari rumus-rumus matematika dan fisika waktu SMP. Tidak seperti Bahasa Inggris yang setiap kata dan translatenya bisa saya ingat diluar kepala setelah di baca berulang-ulang, karena jaman dulu tidak ada hiburan lain selain membaca kamus. Film anak-anak bisa dihitung pake jari. Itupun paling hanya seminggu sekali. Pengen baca novel atau komik, nggak punya duit. Pinjem di perpus sekolah, jadwalnya cuma kebagian sebulan sekali dengan jatah pinjaman yang juga habis hanya untuk buku pelajaran karena Ortu nggak mampu beli. Jadi harus kemana lagi saya membuang kegalauan kalau bukan membaca kamus inggris-indonesia. Hahaha….

Dengan kevakuman saya kemarin, selama hampir setahun. Sepertinya saya harus belajar lagi dari awal tentang segalanya. Belajar mengatur waktu lagi. Membagi waktu yang tepat untuk menulis dan mengurus keluarga. Bagaimana caranya menulis disela-sela kesibukan yang tiada henti. Apalagi jika sedang berada di tengah kegalauan akhir bulan. Sepertinya writer’s blog itu akan terus melanda sepanjang waktu hingga gajian bulan depan. Hahaha…

Kebiasaan menunda-nunda ini seakan menjadi momok bagi saya yang sering merasa sok sibuk. Padahal anak baru satu. Suami juga bukan pengangguran. Walaupun bergaji kecil setidaknya tiap bulan kami masih bisa makan dan berinternet ria. Tapi saya juga sering memaklumi diri. Membesarkan anak balita itu butuh kerja keras dan harus mencurahkan perhatian yang besar.

Mengingatkan diri sendiri untuk sabar itu seringnya malah disaat emosi sudah keluar dari ubun-ubun (khilaf). Yah, sabar.. sabar.. tidak akan selamanya keadaan begini terus, 7 tahun itu hanya sebentar. Ingat, anak adalah cerminan Orangtua. Suatu saat saya pasti akan merindukan saat –saat seperti ini. Dimana saya dan suami masih bisa memeluknya, menciumnya dan menggendongnya. Waktu dan kesempatan seperti ini tak akan pernah terulang lagi.

Tapi terkadang, saya sering merasa waktu tak pernah berhenti. Dilain waktu saya merasa bahwa si kecil lama sekali besarnya. Yah, seperti saat roda kita berada diatas, waktu seakan berlalu begitu cepat. Namun tidak ketika roda kita berada dibawah.

Prompt #71: Aku Pulang

23:22 10
Prompt #71: Aku Pulang

"Psst... Turunkan kacamatamu Sin!"

Tangan Shinta beringsut, menarik kacamata yang bertengger di atas kepala sejak awal perjalanan. Khalid langsung memasang earphone dan mempercepat laju mobil. Melewati begitu saja para pejalan kaki yang juga tetangganya di kampung.

"Apa kamu sudah siap menerima segala resikonya, Sin?"

"Entahlah, aku tidak ingin keadaan begini terus, Lid. Aku ingin hidup sebagaimana diriku sekarang tanpa ada yang perlu ditutup-tutupi lagi."

Khalid menghela nafas. "Apa kau tau? Dulu, saat Orangtuamu tau kau menolak untuk di jodohkan. Mereka menganggap akulah penyebab pemberontakanmu itu, bahwa aku membawa pengaruh buruk untukmu. Dan mereka memintaku untuk tidak mendekatimu lagi."

"Tidak, Lid, kamu satu-satunya orang terbaik yang pernah kukenal sejak kecil. Hanya karena beberapa orang kampung pernah melihatmu keluar masuk nightclub hotel, bukan berarti kamu melakukan hal-hal buruk."

"Aku juga tidak peduli dengan anggapan mereka, nanti juga mereka tau saat melihat demo memasakku di TV. Hanya saja, aku khawatir, Sin. Sudah bertahun-tahun kamu tidak pulang sejak kejadian itu. Aku sudah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan kepada Orangtuamu."

"Tidak apa-apa, biar aku sendiri yang menghadapi mereka nanti. Lambat laun mereka juga pasti akan menerima pilihanku."

Khalid memelankan laju mobilnya.

"Kamu pulang dulu saja, Lid, istrimu pasti sudah menunggu di rumah."

Deru mobil berhenti tepat di depan pagar. Orangtua Shinta langsung menghambur ke halaman depan rumah. Mereka terdiam. Semakin larut dalam kebekuan yang tersirat dari wajah-wajah lelah para perindu.

Namun, pelukan sang Bunda mampu mencairkan segalanya. "Husin... kenapa kamu jadi begini nak..."

"Bu, Aku rindu..."


Note : 250 Kata

Kau & Aku

01:29 2
Kau & Aku
Setelah membaca buku antologi bertemakan sex & relationships, yang berjudul Heart Ring "Ketika Hati Saling Memiliki" (ada satu tulisan saya yang nyelip disitu tapi bukan tentang LDR). Saya pun jadi kepikiran buat ngintip lagi tulisan lama tentang LDR, yang sempat terlupakan di beberapa folder jadul.

Dan setelah bongkar-bongkar, akhirnya nemulah tulisan nan geje ala abegeh ヾ(-_-;) dibawah ini... Yang tentu saja, beberapa kalimatnya udah saya obrak-abrik (saking banyaknya kata-kata yang kelewat overdosis) hihihi...

"You complete Me" 
-Secret garden|Bruce Springsteen- 

***

Mungkin aku tidak akan merasa dekat denganmu jika tak kutuliskan kata-kata itu. Masa dimana jiwa kita pernah tertambat di asa yang sama, bersama mencoba berlari meninggalkan luka lama. Lalu berlanjut dalam diskusi-diskusi basi. Membiarkan diri tersesat dalam belantara emosi. Tapi sayangnya, masih saja pasi mengarungi hasrat diri yang hampir mati. 

Seakan terinjak-terinjak sang durjana pelantun cinta, bak sebuah elegi. Terhenyak dan perih. Begitu dahsyatnya cinta itu menghampiri, namun tak lebih dahsyat saat mengebiri. Menghempaskan palung hati, tega membuat diri seolah mati menjadi memedi. 

Kau hisap berpuluh-puluh puntung rokok, katamu malam ini kau ingin nyampah. Mengorek-ngorek dan mengendus sisa sisa kerak cinta yang masih menempel di hatimu. Sisa luka yang berubah menjadi bom waktu yang akan memuntahkan lahar keluh berbau anyir, kepada orang-orang yang sama sekali tak pernah mengerti, bahwa sampahmu adalah onggokan-onggokan manusia bisu yang pernah menjadi bagian dari dirimu, dulu.

Kutatap nanar tulisanmu di layar handphone. Tak banyak yang bisa kujawab. “Menangislah jika kau ingin menangis, tapi cukuplah malam ini.” 

Tak sepadan jika setiap kata yang kuucapkan, malah berbalik menggerus jiwaku yang terlampau lelah meratapi duka cinta di masa lalu. Ah, mungkinkah setiap ucapanku bisa meringankan dan memberikan pelajaran bagimu, sementara aku sendiri tak bisa memegang semua kata-kataku.

Disana kau bisa mengasingkan diri. Tapi disini, aku sama sekali tak punya waktu untuk tenggelam dalam dilema patah hati. The show must go on, meski harus kujalani semua dengan tertatih. Hidupku berbeda denganmu tanpa melirik esensi. Walau kau dan aku akhirnya menyadari, kita ternyata satu hati meski hanya terungkap dalam hati.

Kau tidak bodoh, aku tau. Akupun tidak. Tapi entah kenapa, malam-malam ini dan mungkin beberapa malam selanjutnya kita akan masih sama, terus berkubang dalam air mata yang bahkan tak tau sampai kemana akan bermuara. Dimana candu ngobrol tengah malam dan bincang sebelum subuh adalah hal wajib, yang tanpa kita sadari bahwa hal itu tiba-tiba menjadi semacam kebiasaan tersirat. Hingga membuat luka itu terasa semakin masygul jika tak dihadapi bersama.

Meski aku tak pernah menangkap jelas apa inginmu yang sebenarnya. Tapi daya tarik menarik yang kita miliki menjelaskan segalanya. Terus dan masih berusaha menepis, bahwa kita ternyata berjarak ribuan mil jauhnya.



2006

Yah, aku dengar

18:49 0
Yah, aku dengar

... 
tak ada yang salah 
hanya saja semuanya tidak benar 
tak ada yang sedih 
hanya saja semuanya tidak bahagia 

meski waktu enggan beranjak pergi, 
namun kesempatan masih diberikan
hidup masih di jadikan pilihan 

walau semua semakin kasat, tak jelas 
kabur, semakin melebur 
abu jadi debu 

terbakar dalam onggokan hidup 
asap-asap keinginan membuat basah mata karena perih 
merusak rongga nafas, sesak dan tercekat 

Inginnya segera berakhir
Inginnya tak ingin 
tapi yah, inilah hidup yang bisa jadi tak diinginkan 

meskipun pada akhirnya engkau masih juga akan berkata, 
"aku masih ingin hidup sekali lagi"


Veteran 2007

Asa

17:16 0
Asa

ingin aku ukir lengkungan pada wajah
tapi pahatan jadi tak berupa
ingin aku lukis indahnya hati
tapi pulasan terburai di kanvas hitam, maka tak jadi

inginnya aku menggores
tapi yang terbentuk hanya coretan di atas gambar
inginnya aku menulis
tapi yang terbaca hanya deretan huruf yang membuyar

inginnya aku pergi 
tapi mengapa jiwa begitu terdekap
inginnya aku bernyanyi dalam sunyi
tapi mengapa tak kuasa untuk sekedar berucap

inginnya aku disini
tapi mengapa tubuh begitu lemah
inginnya aku berpuisi
tapi mengapa hanya jadi sekumpulan kata yang tercurah

inginnya baris - baris kata ini punya nama
inginnya aku mampu untuk menemukan
inginnya aku melakukan hal yang tak pernah salah
tapi,
masih saja aku belum mampu...


Veteran 24 Jan – 24 Jun 07

Kekal

17:01 0
Kekal
kenapa kita mesti mengejar kebahagian?
sementara kita selalu bergelut dalam kesengsaraan, duka dan perjuangan,
yang berada di antara sela hidup,
yang setia dan selalu ada dalam setiap langkah hidup

jadi kenapa kita harus berpaling?
dan mengejar sesuatu yang kadang tidak mungkin tergapai

kenapa kita mesti mengejar kebahagiaan hidup?
sementara kita tau bahwa itu tidak abadi

apa yang ingin dicari pada sesuatu yang fana?
apakah karena bahagia itu adalah sesuatu yang akan segera musnah
dan mati adalah kekal



Veteran 2007

Kado Termahal

20:27 0
Kado Termahal



Gimana sih rasanya, kalo seorang cewek yang dulunya (waktu masih singel) terbiasa dikasih kejutan, kado atau dapet kiriman SMS ucapan dari para fans cowok pas lagi ultah? (sok ngartis banget) :p yang mau nggak mau harus kehilangan semua momen indah itu setelah jadi emak-emak. 

Kalo saya sih ngerasanya yah biasa aja, namanya juga udah merit (walopun kadang suka bikin manyun karena nggak bisa panen kado lagi) :p

Jadi emak-emak kudu nyingkirin banyak hal, keegoisan, kebebasan, dan juga waktu untuk dirinya demi keutuhan dan kebahagiaan keluarga. Kalo ada makanan, yang diutamakan yah anak dan suami dulu, baru dirinya. Kalo ada uang, yang dipikirin yah keluarga dulu, dirinya belakangan. Kalo mo beli baju, pasti anak yang didahulukan . 

Bukaaan, ini bukan lagi ngomongin diri sendiri. Saya cuma inget Ibu saya dan ultah si kecil (cucunya) tahun kemaren. Pengorbanan dan kasih sayang seorang Ibu baru saya kenal lebih dalam, justru setelah benar-benar menjadi seorang Ibu ( kita nggak akan selalu tau yang sesungguhnya sampai kita benar-benar berada di dalamnya).

Saya pengen cerita sedikit tentang kado ultah spesial buat si kecil, yang sekarang udah diambil alih dan menjadi benda kesayangan emaknya :p.

Sebenere ini adalah hadiah paling spesial dalam hidup saya hingga detik ini. Karena hadiahnya gede banget, luasnya aja 4x lebar badan saya *bukan papan reklame yah* :p. Dan yang terpenting kado ini adalah hadiah ultah satu-satunya yang saya dapet dari Ortu sejak kecil sampe seumur-umur inih.

Ini dia hadiahnya.. 



kado ini adalah hadiah waktu si kecil ultah taon kemaren. *enak yah, anaknya yang ultah emaknya yang dapet kado* :p. 

Nah kebetulan saat itu tumben-tumbenan ortu nanyain si kecil mo dikasih kado apa. Trus kata Ibu, gimana kalo dibeliin rak piring aja. Adek-adek yang sejak kecil nggak pernah di kasih kado apalagi di rayain pada bengong dengernya. Sejak kapan rak piring bisa dijadiin taman bermain anak balita ??? *modus* ini pasti emaknya yang ngasih ide "memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan". 

Okeh, saya tau kalian pasti mikirnya begitu meskipun sebenernya, memang iyah. :p

Saat itu kami baru pindah dari rumah mertua (udah beberapa bulan sih sebenernya), tapi isi rumahnya masih tetep kosong melompong. Sebenere saya cuma mo cerita aja ke Ibu, kalo di rumah piring-piringnya masih di dalem ember, belum ada tempat penyimpanannya. Yang bikin saya rada heran, kok tumben adek-adek nggak protes. Padahal harganya cukup wah (satu juta setengah) dibandingkan dengan boneka yang seharga lima puluh ribuan. Saat itu saya sempet nolak, nggak tega nyusahin Ibu karena beliau sendiri pun kadang masih kekurangan. Tapi akhirnya saya luluh juga karena beliau memaksa, katanya kado ini buat ultah saya yang masih 2 bulan lagi, kado itu sebagai kenang-kenangan dari Bapak dan Ibu. Dan berhubung kado tersebut sepertinya harus segera digunakan, jadi yang nerimanya diwakilin aja sama si kecil. 

Terus si kecilnya nggak dapet apa-apa dong? si kecil mah dapet sepeda roda tiga dari ayahnya, trus jilbab serta asesoris dari neneknya, dan ada juga tas boneka dari tantenya. 


Okeh, lanjut tentang Blognya Empieee :

Seseorang membuat blog itu tujuannya bermacam-macam, ada yang menjadikannya sebagai tempat curhat, dakwah, dokumentasi, tempat belajar nulis, nyari duit, nyari ilmu, popularitas dan lain-lain. Kalo ngeliat disain blog nya Mbak Aryani, templatenya bagus, simple dan cantik (soalnya saya dulu juga pernah pake template inih :D) dan biasanya, tampilan blog itu bisa menunjukkan karakter pemiliknya. 

Kalo ditinjau dari tujuannya, tergantung apakah empunya menjadikan blognya sebagai blog pribadi ataukah blog komersil. Kalo saya ngeliatnya sih fifty-fifty, karena ada banner advertising yang di pasang di kolom widget paling kiri (komersil), tetapi mencantumkan juga berbagai widget yang sebenarnya tidak terlalu penting di mata search engine (pribadi). Mungkin tidak terlalu bermasalah bagi si empunya tapi tidak bagi para pengunjung, karena blognya jadi lola (loading lama) dan yang pasti sangat nggak bagus di mata mesin pencari. 

Lalu lintas pengunjungnya (alexa) lumayan meramping semoga sampe seterusnya, tapi sayang optimasi search engine (SEO) score nya masih 38%. Bagusnya, sudah memiliki nama domain sendiri sehingga datanya lebih aman dan nggak ada yang berhak gangguin, toh udah jadi hak milik dan jadi kelihatan lebih profesional. 

Sepertinya harus ditambahkan juga menu "about me" pada menu header, untuk meyakinkan dan membuat pengunjung nggak penasaran tentang siapa sih sebenernya si empunya blog :D. Terlebih pas abis liat isi menu photo session dan traveling pict nya, pasti banyak tuh cowok yang penasaran :p

Dan ini beberapa broken link yang membuat search engine kesulitan untuk merayapi konten blognya, link url dan source nya bisa di check disini, saran saya sebaiknya linknya dihapus atau diperbaiki.


Dan terakhir, Met Ultah Buat Mbak Aryani Novianasari :)

Terhitung dalam hari, minggu hingga ke bulan
lalu berubah menjadi tahun
langkah demi langkah
tahap demi tahap
pelajaran demi pelajaran

sebagian menjadi sikap
sebagian menjadi ahlak
sebagian lagi terlupakan
namun, semuanya menjadi pengalaman
hingga pada akhirnya berlalu menjadi kenangan
dan kita, masih diberi waktu untuk terus berjalan

"Selamat Membuat Kenangan..."



Note :

# Kado termahal itu adalah cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh seorang Ibu.

# Selamat menyambut Hari Ibu.



"Artikel ini diikut sertakan dalam Giveaway My November"


Engkau Itu Aku

10:53 0
Engkau Itu Aku


Tak perlu di nanti datangnya
Langit akan selalu menggelar senja
Ingatkah engkau padaku, padaNya
Semoga imanmu tetap kau simpan disana

Sunyi takluk mengoyak raga
namun cinta mampu menjadi benteng jiwa
Ingatkah engkau padaku, padaNya
Semoga jiwamu tak tertawan di hiruknya maya

Hidup memang butuh nyawa
tapi ajal pun butuh pahala
Ingatkah engkau padaku, padaNya
Semoga luka tak membawamu menemui dosa

Gelora
23112011


Selamat Membuat Kenangan

10:30 0
Selamat Membuat Kenangan




Ketika kaki masih berpijak
Ketika sehat masih berpihak
Ketika masih diberi kesempatan
Hanya syukur yang paling terpanjatkan

Duhai Yang Maha Mengabulkan..
Apalah Aku dalam ketiadaan..
Aku hanya seonggok daging yang kekeringan
Di tengah gurun keputusasaan..

Hati dan Jiwaku tandus
Kilas masa lalu kembali menggerus

Ragam kisah
Suka dan duka
Juga amal serta dosa
Tergambar dalam jejak rupa

Duhai Yang Maha Pemberi..
Terima Kasih..
Masih Engkau beri kesempatan hari ini..
Untukku membuat kenangan, sekali lagi..


Gelora 
02112013