uzegan

Kilas Birat

08:10 0
Kilas Birat


sekilas pintas
bekas-bekas pias
ingatan memberingas
menghujam dan menggilas
ego yang mengeras

masih ada
rintihan-rintihan rasa
membantai asa
beradu dengan logika
di taman-taman jiwa
mengubah yang nyata
jadi parut-parut luka

mengikis hati
mengeruk nadi
pekikan diri
melemahkan hari
gontai

lancang
menyala
menderu
redup
padam

~oOo~


Rumah Lama
13082007

Little More Time on You

18:49 0
Little More Time on You

tak butuh waktu
hanya duduk termangu
terbayang bias lika-liku
bingkai hidup jadi satu

seonggok potret nyata,
jiwa yang kini ada
tak terungkap, tak tergambar
dalam ratap

basahnya hujan
tak mampu sirami amarah
panasnya mentari
tak sanggup keringkan airmata

sesalkah karena hidup tak indah?
atau
banggakah karena hidup yang pada akhirnya akan jadi indah?

tak perlu kau cari jawabnya padaku,
aku ini bukan orang panggung, lanjutkan saja peranmu
biarkan aku diam dan terhanyut dalam film hidupmu

dan semoga kau tak buta
karena masih ada seorang penonton
yang sangat menikmati alur ceritamu


Sekanak
11112009

Dunia yang kelam

11:42 0
Dunia yang kelam
Pic : Slash Tree by Yvan Feusi

ku memandang nun jauh ke langit atas
masih mencari penglihatan tanpa batas
kunikmati suara desir angin serta kecipak air
dan menggelayut pelan dalam ayunanku

lalu kulangkahkan kaki,
menyusuri malam yang merambah pagi
kutiupkan semarak kabut
sambil membasuh wajah dan jiwaku
dengan tetes demi tetes embun

inginku kembali dalam peraduanMu..
dengan hening dalam ciptaMu
menghapuskan batas dalam mencintaMu
lantunkan syair si pelembut hati
dalam kelegaan cinta tiada tara

adakah dunia ini untukku?
bahkan untuk memandangnya pun harus teraniaya
dari sudut kecil dunia ini kembali aku harus menatap,
betapa langit mendung berkelabut gelap
tertutup debu dan kotoran hitam dari dunia ini


Tepian Musi
29062011 14:39 pm

Salah Satu Pembunuh Rasa Sakit para Istri

09:43 3
Salah Satu Pembunuh Rasa Sakit para Istri

Apakah Anda sering menjadikan makanan sebagai pelampiasan rasa sakit hati?

Sebuah tulisan dari Mister John Gray yang menarik untuk dipahami dan dijadikan catatan penting terutama dalam sepak terjang dunia perdietan dan psikologi, bagi emak-emak dan juga suaminya :p. 

Hal seperti ini tidak jarang terjadi pada emak-emak di sekitar saya (walau tidak semua tapi ngenes aja ngeliatnya) termasuk saya juga nggak yah??? *garuk2 jidat* :p. 

Okeh.. berikut kutipannya... (kutipannya banyak :p)

Cukup umum, segera setelah seorang wanita menikah seringkali berat badannya mulai bertambah lebih daripada kelebihan berat alamiah yang diakibatkan oleh usia dan melahirkan anak.

Perubahan itu berlangsung bukan karena hubungan tersebut menghadapi berbagai masalah, melainkan pernikahan itu sendiri membuat seorang wanita rileks dan merasa lebih aman. Sewaktu sisi kewanitaannya mulai berkembang, sisi itu berkata “Sekarang setelah saya dicintai, akhirnya saya mampu keluar dan diberi makan, didukung, dan didengarkan.” Kemudian secara tidak sengaja dia mulai mengalami emosi-emosi dan dorongan-dorongan yang telah ditekan oleh kehidupan yang mandiri. Kecenderungan alamiahnya untuk berbicara tentang perasaan dan kesulitannya muncul dengan tiba-tiba. Perasaan-perasaan asing dari masa lalunya ini membuat dirinya merasa bahwa dia sangat miskin, emosional, tidak logis, cengeng, bahkan lemah. Banyak wanita merasa malu terhadap perasaan-perasaan ini.

Dalam kebingungan emosional itu, hal terakhir yang diinginkan oleh seorang wanita adalah memberitahukan penyebabnya kepada suaminya. Seringkali, dia bahkan merasa tidak enak untuk membagikan perasaan-perasaan baru ini dengan wanita lain. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan karena dia tidak pernah melihat ibunya berhasil membagikan perasaan atau masalah kepada ayahnya sehingga memperoleh rasa hormat dan dukungan. Untuk menjauhi konflik yang tidak perlu atau mengecewakan suaminya, dia memilih untuk menekan kebutuhan untuk membagikan perasaan-perasaan yang berasal dari sisi kewanitaannya itu dan sebagai akibatnya, merasakan suatu kebutuhan baru untuk makan lebih banyak.

Makan merupakan sebuah pengganti yang mudah untuk cinta. Semakin dia banyak makan, untuk sementara waktu dia dapat menekan perasaan-perasaan tidak aman yang menyakitkan yang muncul dari sisi kewanitaannya. Sampai dia menemukan suatu cara untuk memuaskan dan secara langsung memupuk sisi kewanitaannya secara teratur, dia akan terus menggunakan makanan sebagai pembunuh rasa sakit. Dengan mematirasakan perasaan-perasaan itu, kemampuannya untuk bercinta di teduhkan, dan menemukan kelegaan. Kecenderungan ini disebut sebuah “Penggantian kebutuhan”. Jika dia tidak dapat memperoleh apa yang betul-betul dibutuhkannya, kebutuhan nyata itu digantikan oleh kebutuhan lain yang tampaknya lebih gampang diperoleh, seperti makanan. Sebelum kehausan akan cinta itu dipuaskan, dia akan terus merasa lapar. Kadang-kadang dia bahkan mampu menipu dirinya sendiri untuk sementara waktu dengan keyakinan bahwa dia cukup bahagia dan tidak perlu berbicara atau berbagi rasa dalam suatu hubungan untuk membangun kebahagiaan suatu pasangan.

Kemudahan, kenyamanan, kelancaran, rasa aman, riang gembira, rekreasi, kenikmatan dan keindahan, semuanya memupuk sisi kewanitaan tetapi diet tidak. Program diet dengan memakan lebih banyak makanan berkadar lemak rendah dan berolahraga jelas merupakan cara yang sangat baik untuk mengurangi berat badan. Namun pemecahan paling efektif adalah hubungan yang lebih membangun kebahagiaan dan gaya hidup yang lebih santai dan tidak banyak beban

"Untuk mendukung seorang wanita, pria harus memahami bahwa, jauh didalam lubuk hati, wanita ingin beristirahat, merasa lega dan menyerahkan kepada seseorang yang dipercayainya untuk mengasuh dan mendukungnya. Inilah kebutuhan batiniah sejati sisi kewanitaan." - John Gray, PhD.

Note : tulisan ini pernah saya posting beberapa tahun lalu dan yang komen kok masih singel semua yah? nggak ada dari bapak-bapak atau emak-emaknya :D

Malam

00:03 0
Malam

sunyi dingin
angin semilir membentang alam
bulan bintang gemintang
memekat kuning di angkasa hitam

duduk berjuntai
mendongak ke langit
menunduk pada bumi
menghadapi dunia
suram

gemerisik lirik-lirik jangkrik
paduan nada penghantar malam
laun mengalun, hanyut mengarus
aliri kelam

jauh
menatap ujung layar pada kerlip cahya kapal 
yang pernah singgah
merapat, di pelabuhan temaram

~oOo~

Rumah Lama
08082007

Hujan

09:48 0
Hujan



kala senja di kabut berwarna
biaskan aura jingga merona
derak-derak gemuruh menyeruput
gerus tajam biru yang tersaput

gurat halilintar
meretas angkasa
liar menggelegar
merebak semesta

lengkungan warna berupa pelangi
basahnya bulir bulir padi
cipratan angsa-angsa menari
meriak di pinggir kali

harap-harap menanti
kembali hadir di penghujung hari
meski gulita akan menghampiri

singkirkan caping usang, teman petani
payung rusak dan pincuk keladi,
cukuplah jadi perisai, sengatan mentari

adakah kan didapati
rintik gemericik pemecah sunyi
dingin menggigil lekas menjalari
si penikmat gorengan dan secangkir hangat kopi
malam ini

Tepian Musi
28 September 2011

MSG dari Sudut Pandang Sains

23:09 0
MSG dari Sudut Pandang Sains

Sebagai seorang Emak-emak atau orang yang kerjanya berkutat di seputar dapur, mungkin hampir nggak ada yang nggak tau dengan yang namanya MSG, Penyedap Rasa, atau yang nama bekennya Micin itu yah?. (ya iyalah, udah ada dari jaman nenek gue kali). :p

Kali ini saya pengen nyatet informasi tentang Sejarah MSG dari sudut pandang Sains yang ditulis oleh Robert L. Wolke. (Buat saya ini bagus untuk menambah wawasan dan nambah-nambahin ilmu sekecil apapun bentuknya... :D)

Dan inilah beberapa hal yang tercantum di dalam buku yang berjudul "Kalo Einstein Jadi Koki"


Sebenernya apa sih MSG itu?
Benarkah bahan ini mampu meningkatkan citarasa?
Apakah kelezatan yang dihasilkannya hanyalah sebuah kebetulan?

Adalah hal yang agak misterius ketika kristal putih lembut yang satu ini tidak memiliki keistimewaan rasa, tapi mampu membuat bermacam-macam masakan terasa lebih enak.

Nah, ternyata misterinya bukan terletak pada Apakah MSG sukses sodara-sodara, karena hal itu memang tidak perlu diragukan, melainkan bagaimana cara kerjanya . Seperti dalam kasus yang terkait dengan "kebiasaan lama". Ternyata kurangnya pemahaman ilmiah tidak menghentikan orang dari menikmati manfaat MSG selama lebih dari dua ribu tahun.

Apa yang membuat reputasi MSG untuk meningkatkan citarasa begitu sulit ditelan sehingga terrminologinya menjadi agak keliru?

Penyedap citarasa sesungguhnya tidak menyedapkan citarasa makanan, dalam arti tidak membuat makanan tidak enak menjadi lezat. Yang mereka kerjakan sesungguhnya adalah mengintensifkan, atau menguatkan citarasa tertentu yang sudah ada. Industri makanan olahan lebih suka menyebutnya potensiator sedangkan penulis menyebutnya penguat citarasa.

Dalam hal ini, penulis merasa perlu membahas debat tentang pengaruhnya terhadap orang-orang yang peka. Setiap orang pernah mendengar Chinese Restaurant Syndrome atau CRS, label sial dan secara politik tidak benar, yang diberikan pada tahun 1968 untuk bermacam-macam gejala, termasuk sakit kepala dan rasa terbakar, sebagaimana dilaporkan beberapa orang setelah mengonsumsi makanan tertentu. Biang keladi di balik CRS tampaknya adalah MSG, yakni kependekan nama kimianya, Monosodium Glutamat. Maka, itulah awal terjadinya perang selama tiga puluh tahun terhadap keamanan bahan yang satu ini.

Di salah satu kubu, ada National Organization Mobilized to Stop Glutamate, dengan solusi jelas sesuai dengan akronimnya. Menurut NOMSG, glutamat dalam berbagai penyamaran mereka (Iihat bawah) bertanggung jawab atas sekurangnya dua puluh tiga keluhan, dari hidung yang terus mengucur, penebalan kantung di bawah mata hingga serangan panik dan kelumpuhan parsial.

Di tiga kubu yang lain, sesuai dugaan, adalah pabrik-pabrik makanan olahan, yang menemukan MSG dan senyawa-senyawa sejenis luar biasa berharga dalam meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk-produk mereka.

Wasit resmi dalam hal ini adalah FDA, yang setelah bertahun-tahun mengevaluasi data, tetap yakin bahwa "MSG dan bahan-bahan terkait adalah bahan makanan yang aman bagi kebanyakan orang apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar." Yang sulitnya, semua orang tidak sama dengan "kebanyakan orang" dan FDA masih kerepotan meregulasi pelabelan makanan mengandung glutamat supaya menjadi paling bermanfaat bagi semua konsumen.

Monosodium glutamat pertama kali diisolasi dari ganggang laut kombu oleh ilmuwan kimia Jepang di tahun 1908. Orang Jepang menyebutnya Aji-no-moto, yang berarti "Intisari Rasa" atau "Pusat Citarasa." Kini, 200.000 ton MSG murni diproduksi setiap tahun di lima belas negara. Bumbu masak ini dijual per mobil ke pabrik-pabrik makanan olahan dan dalam kemasan-kemasan kecil kepada konsumen.

Monosodium glutamat atau mononatrium glutamat adalah garam dari asam glutamat, salah satu asam amino paling lazim yang ikut membentuk protein. Sifatnya yang menyedapkan rasa tersembunyi di bagian glutamat pada molekulnya, maka senyawa apa pun dapat digunakan untuk membebaskan glutamat akan sama-sama berhasil. Versi monosodium pada hakikatnya merupakan bentuk glutamat dengan konsentrasi paling tinggi dan mudah ditangani.

Keju parmesan, tomat, cendawan, dan ganggang laut adalab sumber glutamat bebas yang berlimpah. ltu sebabnya sedikit saja pemakaian bahan ini dapat meningkatkan citarasa sebuah menu. Orang Jepang mempunyai tradisi memanfaatkan glutamat dalam ganggang laut untuk membuat sup-sup yang lezat.

Indera pengecap kita bekerja melalui beberapa reaksi kimia dan fisiologis yang rumit sekali. Bagaimana tepatnya glutamat beraksi sulit dijabarkan. Akan tetapi ada beberapa gagasan yang dianggap dapat diterima.

Orang sudah tahu bahwa molekul-molekul dengan citarasa tertentu melekat ke reseptor dalam sistem pengecap kita dengan lama yang berbeda-beda sebelum terlepas kembali. Maka salah satu kemungkinan dalam hal ini adalah glutamat berfungsi memastikan agar molekul-molekul tertentu bisa melekat lebih lama, dan karena itu memberi rasa lebih kuat. Begitu pula, tidak mustahil glutamat mempunyai seperangkat reseptor mereka sendiri, terpisah dari reseptor-reseptor untuk empat kelompok rasa yang sudah kita kenal yaitu manis, asam, asin, dan pahit. Yang menjadikan lebih rumit, ternyata hanya beberapa zat selain glutamat memiliki kemampuan "meningkatkan citarasa."

Orang Jepang sudah lama menemukan sebuah kata untuk menggambarkan efek unik glutamat dalam ganggang laut pada rasa, Umami. Kini, Umami diakui untuk sekelompok rasa terpisah yang dipicu oleh glutamat, sama seperti kelompok rasa manis yang dipicu oleh gula, aspartam, dan keluarga sakarin, mereka.

Banyak protein mengandung asam glutamat, yang dapat diuraikan menjadi glutamat-glutamat bebas dengan beberapa cara, termasuk fermentasi bakteri dan pencernaan kita sendiri. (Ada sekitar dua kilogram glutamat dalam protein tubuh manusia.) Reaksi penguraian kimiawi ini disebut hidrolisis, maka setiap kali kita melihat tulisan "hydrolized protein" atas apa pun seperti sayuran, kacang polong, atau ragi-pada label makanan, bahan tersebut mungkin mengandung glutamat bebas. Protein terhidrolisis paling banyak digunakan sebagai penyedap rasa dalam makanan olahan.

Meskipun sebuah produk makanan mungkin tidak mengandung MSG seperti di atas, bahkan mencantumkan 'Tanpa MSG" pada labelnya, produk tersebut boleh jadi mengandung glutamat-glutamat yang lain. Maka, jika ada kecurigaan bahwa Anda termasuk segelintir orang yang hipersensitif terhadap glutamat, perhatikan juga eufemisme ini pada label-label, sup, sayuran, dan cemilan: seperti hydrolyzed vegetable protein, autolysed yeast protein, yeast extract, yeast nutrient, dan natural flavor atau natural flavoring.

Apa yang disebut "natural flavor"? ltu sebutan untuk zat yang diambil dari sesuatu di alam, alih-alih dibuat dari nol di laboratorium atau pabrik. Agar berhak disebut "alami," bumbu penyedap ini tidak perlu pusing soal kompleksitas kimiawi atau prosesnya yang luar biasa pelik sampai menjadi suatu zat yang rersendiri. Yang penting prosesnya dimulai tanpa sentuhan tangan manusia.

Seperti dinyatakan dalam The U.S. Code of Federal Regulations 10 1. 22(a)(3 ): "lstilah natural flavor atau natural flavoring diberikan untuk minyak esensial, oleoresin, esens atau ekstraktif, protein hidrolisat, distilat, atau produk apa pun dari proses pemanggangan, pemanasan atau enzimolisis, yang mengandung unsur-unsur citarasa dari bahan rempah-rempah, buah-buahan atau air perasan buah-buahan, sayuran atau air perasan sayuran, ragi, daun, kulit pohon, kuntum bunga, akar, atau bahan lain dari tumbuhan yang dapat dimakan, daging, makanan laut, unggas, telur, produk susu, atau produk fermentasi, yang memiliki fungsi lebih sebagai penyedap alih-alih sumber gizi. Natural flavors meliputi esens atau ekstraktif alami yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan yang tercantum dalam Pasal-pasal 182.10, 182.20, 182.40, clan 182.50. serta bagian 184 bab tersebut, dan bahan-bahan yang tercantum dalam Pasal 172.510."

Pengen tau lebih banyak tentang bahan-bahan kimia lain yang sering kita pakai di dapur? Silahkan beli bukunya di Toko Buku terdekat.. :D


Memanfaatkan Benang Sisa untuk Hadiah Ultah

08:53 0
Memanfaatkan Benang Sisa untuk Hadiah Ultah
Sebenere saya bingung, mo menulis tentang crochet atawa hadiah ultah? Hmm.. tapi tak apalah, saya campur-campur aja yah biar borongan, toh fotonya sama meskipun moment pentingnya ada 2. :D 

Berbekal skill yang sudah hampir terlupakan lebih dari setahun yang lalu, dengan benang yang pernah saya beli kurleb 7 tahun lalu (halagh, benang sisa itu mah), alih-alih nggak modal, anggep aja ini lagi belajar kreatif karena harga-harga barang yang udah semakin melonjak :p). Karena pada akhirnya, moment penting pertama pun bisa tercipta. 

Iyak sodara-sodara, sejak dicolak-colek Mbak Astin di Group KEB beberapa waktu lalu, saya mulai kangen lagi dengan yang namanya ngerajut, (waw ternyata menular yah :p) :D. Nah, karena momen penting (crochet pertama sejak kembalinya saya ke dunia rajut merajut) itulah #kok jadi inget "kembalinya Si Buta dari Gua Hantu yah?" :p, Ah, sudahlah.. sing penting, momen pertama itu akhirnya telah sukses melahirkan ide untuk menyemarakkan perhelatan momen penting yang kedua. :D Apa itu? 

Ini dia...


Hadiah spesial buat Ultah Si Kecil besok, yang lahir 3 tahun yang lalu (hadiahnya nggak mahal banget yah :D). Tapi semoga tas ini bisa membuat hati si kecil semakin seneng dan bisa dipake buat jalan-jalan. Dan juga, nanti nggak perlu lagi beli beli yang namanya tas tempat makan kalo si kecil udah masuk TK, biar duitnya bisa dipake buat beli yang laen :p (teteeeeup yah, prinsip emak-emak :p) dan yang terpenting, si kecil punya kenang-kenangan kalo emaknya pernah ngebikinin sesuatu yang spesial (walopun, yah ituuuh.. "murmer" :D)

PS : Sebenere emakmu juga nggak bisa bikin kue ultah nak, jadi ntar lilinnya ditarok diatas tasnya aja yah :p

Mengatasi Template yang Syntax Error saat di Upload

01:27 0
Mengatasi Template yang Syntax Error saat di Upload
Ganti template lagi... ganti template lagi.

Emang yah, giliran udah dapet template yang kita suka pasti ada aja kendalanya, yang error lah, yang widgetnya nggak lengkap lah, dan kali ini layout nya nggak proposional untuk beberapa widget dan headernya yang nggak bisa di edit, trus scrolling nya yang ngaco' karena nggak bisa di klik, en de el el, en de el el.  (mungkin saya nya yang nggak ngerti kali yah). Kalo sekali dua kali sih gak masalah, lah kalo ini udah lebih dari 10 template yang di edit? Mana koneksinya lemot lagi (rutin tiap wiken). Gimana nggak puyeng, seharian melototin monitor.. hadeuuh.. 

Seperti kemaren-kemaren, beberapa template udah saya download trus disimpen buat koleksi, tapi setelah checking-checking dan coba di upload, eh ternyata banyak yang keluar tulisan syntax error (lihat gambar di bawah). Jadi mau nggak mau, yah akhirnya ngegugling lagi dan segera mencari tau ada apa dengan cint.., eh! templatenya.


(Salah sendiri sih sebenere, bukannya di test dulu malah langsung main borong aje.. xixixi...)

Wokeh... daripada curcol melulu, mending saya catet aja disini yah, gimana biar template nya nggak keluar tulisan syntax error lagi, dan bisa tersenyum sumringah ngeliat template favorit kita terpajang di blog dengan manisnya. :D

Step 1
Pertama kali yang musti dilakukan jika nemu hal ini lagi adalah membackup template lama dulu (yang sedang dipake), gak mau kan ntar nyesel kalo salah edit? Nah, caranya bisa dilihat dibawah ini :
1. Buka Dashboard pada blogspot, lalu pilih/klik Template
2. Lalu klik Backup/ Restore (di lingkaran merah dibawah ini)

 3. Setelah muncul jendela berikutnya, klik Download Full Template

4. Setelah selesai mendownload, jendela backup/restore kita close.

Step 2 
5. Klik menu edit html, tekan Ctrl + A lalu tekan delete untuk menghapus template yang sedang dipakai
6. Buka template yang akan di upload di aplikasi notepad
7. Setelah terbuka, tekan Ctrl + A, lalu copy
8. Pastekan di halaman edit template yang sudah kosong (yang sudah kita hapus sebelumnya)
9. Jangan di save dulu, tekan Ctrl F (untuk mencari/search) ketik kode b:widget id lalu tekan enter.




10. And that's it! disitulah letak masalahnya (lihat lingkaran merah)

Step 3
11. Biasanya pada setiap kode b:widget id didepannya terdapat kode Header1, HTML1, HTML2, Pagelist1, dan sejenisnya. Untuk itu kita harus menambahkan angka yang sama dibelakang kode masing-masing, misalnya Header1 menjadi Header11 (gambar diatas sudah saya tambahkan 1 dibelakangnya). HTML1 menjadi HTML11, HTML2 menjadi HTML22, Pagelist1 menjadi Pagelist11 hingga seterusnya.

12. Setelah selesai menambahkan semua, tinggal kita Save dan hilanglah sudah masalahnya. Cihuyy..