uzegan

#8 Minggu Ngeblog: My First Love

09:07 0
#8 Minggu Ngeblog: My First Love

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima.

~oOo~


Cinta Pertama..?

Aku menemukan cinta pertamaku ketika masih SD. Eh! Masih kecil udah bisa main cinta-cintaan yah... :D tapi, yang ini lain. Cinta yang ini memang cinta yang paling spesial selama hidupku. :)

Siapakah dia??

Hmm...

Aku telah jatuh cinta dengan ahlak, budi pekerti dan kerendahan hatinya. Dia mampu menjawab dan membuktikan semua pertanyaan-pertanyaanku tentang hidup ini. Mengajariku banyak hal, terutama kesabaran dan cara mencintai Tuhan, serta membimbingku untuk beribadah dengan cara yang semestinya. Tempatku mencari jawaban mengenai cara menghadapi semua orang, cara menghadapi kehidupan dan kematian, dan cara berjuang dalam kerasnya hidup ini. Hatinya lembut selembut kapas, tapi tekadnya keras sekeras perjuangannya di jalan kebaikan. Pantas jika dia dicintai banyak orang.

Saat itu aku tidak tau harus berbuat apa, untuk menghadapi orang-orang yang menghina, menyakiti dan meremehkanku. Aku tak bisa membalas dengan kemarahan ataupun dengan perbuatan yang lebih kejam. Aku tak berdaya, tak punya kekuatan bahkan untuk membalas dendam. Aku merasa adalah orang yang memiliki selemah-selemahnya kekuatan. Hingga membuat "si Aku kecil" terus mempertanyakan apa yang semestinya dilakukan dan untuk apa menjalani hidup ini. Kenapa banyak manusia menyakiti manusia lainnya, apa iri dan dengki itu, dan mengapa manusia bisa bersikap kasar dalam ucapan serta tindakannya.

Hingga aku pun mengenalnya. Dia begitu mengerti diriku. Dialah orang yang paling ingin aku temui. Orang yang ingin kujadikan sahabat. Aku tak berani menjadikannya seorang kekasih, karena aku merasa bahwa aku bukanlah seorang manusia yang layak untuknya. Tapi aku benar-benar mengharapkan bisa mengenal lagi orang yang memiliki watak, sifat dan perilaku seperti dirinya. Seseorang yang tak pernah kutemui dalam hidupku sampai hari ini.

Kalaulah kalian tau betapa sering aku merindunya. Kadang aku tak bisa menahan air mata yang tiba-tiba bercucuran, karena terlalu berharap bisa menemuinya walau hanya dalam mimpi atau bisa mengenal seseorang yang mirip seperti dirinya. Seseorang yang bisa membawakan ketenangan dalam batinku, menemani dan membimbingku ke jalanNya. Tapi aku sadar-sesadarnya, tak ada orang yang seindah dirinya.

Entah kapan aku bisa berkunjung ke tanah kelahiran dan menziarahi kuburnya. Mungkin dengan membaca tulisan-tulisan tentangnya, akan sedikit mengobati kerinduan-kerinduanku yang terus membuncah, tulisan-tulisan tentangnya yang mampu membuatku tersenyum menghadapi pahit getirnya hidup. Aku ingin dia terus ada dalam setiap jejak langkah hidupku, hidup dalam ahlak dan perbuatanku, tak ada lagi yang bisa kuberikan untuk mengenangnya selain melakukan apa yang dia minta, dan menjalani semua pesan dan amanahnya.

Tulisan-tulisan tentangnya tak sedikitpun menunjukkan kemarahan atau kesusahan. Selain rasa syukur, keimanan, sifatnya yang amanah dan kelembutan hatinya. Cinta pertamaku yang tak pernah lekang oleh waktu, meski kadang aku lupa dan tak menghiraukannya. Ah, aku hanya manusia biasa yang sering khilaf dan kadang lupa bersyukur bahwa Dia adalah anugerah dan hidayah terbesar yang pernah kukenal seumur hidupku.

Betapa aku ingin, melihat ahlak dan budi pekertinya terpancar dalam diri semua anak-anakku. Mungkin dengan begitu setidaknya aku bisa merasakan kehadirannya melekat dalam jiwa, dari setiap orang yang kusayangi.

Begitulah dia di hatiku dan juga di hati semua orang yang telah mencintanya.

Dan hanya dia, Cinta Pertama di hati dan pikiranku. Manusia pilihan di mata Tuhan dan para umatnya, Baginda Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi Wa Sallam..

~oOo~

#8 Minggu Ngeblog: Color of My Life

09:00 0
#8 Minggu Ngeblog: Color of My Life

Bicara tentang warna, sejak kecil saya sudah menyukai semua warna. Terutama warna alam dan natural, juga warna langit dan bumi beserta semua isinya. Karena saya berpikir, semua warna itu memiliki padanan masing-masing yang mampu membuatnya terlihat bagus dan serasi. 

Karena kecintaan saya dengan warna, setelah lulus SMK akhirnya saya memutuskan untuk memperdalam dan berprofesi di bidang pekerjaan yang bisa mengolah dan bermain dengan warna yaitu Disain Grafis. 

Di dalam ruang lingkupnya, saya mengenal dua jenis warna, yaitu RGB dan CMYK. Secara tradisional, Merah, Hijau dan Biru atau RGB (Red, Green, Blue) merupakan sejarah dari warna dasar, yang digunakan dalam dunia seni rupa khususnya lukisan. Warna RGB juga digunakan dalam TV, Scanner, Fotografi dan tampilan di Monitor Komputer, yang difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya dalam mencerahkan warna latar belakang komputer yang gelap (hitam). 

Jika ketiga warna RGB disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. Pemakaiannya sebagai warna dasar, menghasilkan rentang warna yang relatif sempit dan kecil. Dimana beberapa warna tidak bisa didapat dengan campuran ini. 

Maka, untuk menghasilkan warna yang bervariasi, dunia percetakan menerapkan pemakaian warna Cyan, Magenta, Yellow dan Black (CMYK) dalam ukuran yang bermacam-macam agar tampil seimbang dengan latar belakang putih dari bahan cetak seperti kertas dan lain-lain, meskipun ada juga offset printing dari beberapa percetakan yang menggunakan warna RGB. 

Secara teori, sebelumnya ukuran yang seimbang dari campuran warna Cyan, Magenta dan Yellow (CMY) akan menghasilkan warna kelabu dan akan menjadi hitam jika semuanya disaturasikan secara penuh, tapi prakteknya justru menghasilkan warna kotor kecoklatan. Akhirnya, ditambahkanlah warna keempat yaitu Hitam yang kemudian menjadi CMYK. "K" berasal dari kata "Key Plate" karena dalam percetakan, plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar biasanya menggunakan warna yang bertinta hitam. Kita lihat saja warna dasar yang ada di dalam catridge printer biasa, mereka juga terdiri dari warna Cyan, Magenta, Kuning dan Hitam bukan. Dimana warna-warna tersebut juga biasa digunakan di percetakan, untuk mencetak pada media kertas semisal majalah, buku, brosur dan sejenisnya. 




Itu juga yang menyebabkan warna tampilan di layar monitor dan yang telah dicetak berbeda. Agar tampilan keduanya sama, ketika pertama kali membuka halaman baru di sebuah aplikasi pendisain seperti Adobe Photoshop, sebaiknya kita ganti mode warnanya menjadi CMYK melalui pilihan color mode terlebih dahulu. Jika harus mengkonversi setelah disain siap cetak, maka hasilnya akhirnya tidak akan sama dan kurang memuaskan. 


Lantas, bagaimana dengan teori warna dalam dunia Psikologi? 

Nah, seorang cewek, perempuan, atau wanita biasanya kebanyakan sangat identik dengan warna terutama pakaian, perabot, peralatan dan segala macam hal yang berhubungan dengan perempuan. Begitu juga dengan anak-anak, dunianya dipenuhi dengan hal yang berwarna-warni, mulai dari pakaian, perabot, mainan, film, bahkan makanan. Lalu bagaimana dengan laki-laki? Saya pikir kebanyakan laki-laki tidak terlalu mengeksplor warna dalam berpakaian dan semua yang berhubungan dengan dirinya, kecuali karena dia berminat atau memang berkecimpung dibidang yang mengharuskan bermain dengan warna. 

Di masa-masa kuliah, psikologi sempat menjadi salah satu mata kuliah yang saya ambil selama 4 semester. Saat itu sang dosen pernah membahas tentang warna yang mempengaruhi mood, dan mood yang mempengaruhi warna. Secara psikologis, warna selain dapat dilihat dengan mata, ternyata juga mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Warna bisa merefleksikan satu atau dua hal tentang diri kita dan juga bisa membawa aspek positif dalam kehidupan. Pemilihan warna bisa dipengaruhi oleh tren atau budaya sekitar. Namun, warna juga bisa mencerminkan respons perilaku dan emosi pemiliknya. 

Berikut beberapa kumpulan informasi dan catatan tentang warna semasa kuliah: 

Yang pertama, mengenai warna yang dipilih dan diinginkan pemakai atau pengguna berdasarkan cerminan perilaku dan emosi dari pemiliknya, di saat pemilihan warna itu dilakukan. 

  • Merah : Berani, semangat , ceria, kuat, marah juga berkemungkinan. 
  • Oranye : Pelit. 
  • Kuning : Sedang ingin mendapatkan perhatian. 
  • Hijau : Tumbuh, mendapat semangat baru, hidup baru. 
  • Biru : Dingin, kaku, damai dan menenangkan. 
  • Ungu : Bersajaha, kemewahan dan keromantisan. 
  • Merah muda : Feminim, lembut. 
  • Abu-abu : Berwibawa, elegan. 
  • Putih : Suci, sederhana, netral, menjalani hari yang baru, bersih. 
  • Hitam : Sedih, menyendiri, tidak ingin menonjol, dingin. 
Perihal warna ini sempat membuat beberapa mahasiswa di kelas tergelitik untuk menguji teori yang ada. Hingga selama beberapa hari, terjadilah tebak-tebakan warna yang mempengaruhi mood ataukah mood yang mempengaruhi warna dari pakaian teman-teman mahasiswa yang akan di temui. Beberapa hasilnya adalah 80% mahasiswanya benar-benar memakai baju berwarna gelap atau hitam di saat cuaca mendung atau hujan. Tapi mahasiswa yang sedang bermasalah atau sedih, juga memakai baju warna hitam. Ada yang memang suka warna hitam, tidak ada lagi pilihan baju yang berwarna lain selain hitam atau sedang diharuskan memakai baju warna hitam. Bagi mereka yang sedang bersemangat, rata-rata mengenakan baju berwarna merah, putih, hijau, biru atau bahkan kuning dan sisanya karena selera, tren dan fashion serta fengshui. 

Dan yang kedua, mengenai warna cat rumah. Untuk pemilihan warna cat di tiap ruangan, sebaiknya disesuaikan dengan kegiatan yang ada di dalamnya. Karena sedikit banyak, warna cat juga berpengaruh bagi setiap penghuninya. Contoh : 

  • Ruang Tamu, kita bisa menggunakan cat warna abu-abu atau warna gelap karena menimbulkan kesan dingin dan adem, atau bisa menggunakan cat warna putih jika ingin ruangan terlihat lebih luas dan bersih. 
  • Ruang Tengah, Ruang Keluarga atau Ruang Belajar, di prioritaskan cat berwarna cream atau biru karena dipercaya mampu meningkatkan IQ 
  • Kamar, sebaiknya menggunakan warna merah untuk meningkatkan gairah bagi pasangan suami istri, atau warna-warna lembut agar mata kita lebih nyaman ketika baru bangun tidur. 
  • Dapur, Usahakan di cat berwarna hijau atau dicampur dengan warna kuning. Agar kelihatan tetap segar dan natural serta serasi dengan bahan dan warna benda-benda yang ada di dapur serta halaman belakang. Efek warna hijau juga bisa menjadi terapi mata bagi mereka yang terlalu lama menatap layar monitor atau televisi. 
  • Kamar Mandi, sesuai dengan warna air sebaiknya gunakan cat berwarna biru muda atau putih, selain agar terlihat serasi juga agar menimbulkan efek luas dan bersih. 
  • Dinding luar Rumah, warna pastel adalah pilihan yang bagus, karena jika sudah terlalu lama terpapar matahari warnanya tidak akan terlalu pias, dibandingkan dengan menggunakan warna-warna cerah. Bisa juga menggunakan warna yang gelap agar tidak terlalu terlihat kotor dan tidak sering memoles dengan warna yang baru. 

Nah, dari tulisan diatas bisa disimpulkan, bahwa kita tidak bisa menilai warna dari mood seseorang atau mood seseorang dari warna yang dipilih berdasarkan satu hal. Apalagi melihat karakter seseorang dari warna yang disukainya. Banyak hal yang bisa saja mempengaruhi dalam menentukan warna pilihannya. Tapi meskipun demikian, terkadang saya masih suka mencari tau mood seseorang melalui warna yang dipilihnya. Entah itu berdasarkan mitos atau bukan, tidak dipungkiri jika saya kadang mendapati kedua informasi dan catatan tentang Psikologi di atas sama dengan kenyataannya. Hingga tanpa sadar, teori-teori tersebut membuat saya hafal diluar kepala. :D 


Referensi :
  • edupaint.com 
  • Drs. P. Siagian 
  • J. Linschoten 
  • Drs. Mansyur 
  • Holly James, Psikolog klinis dari Artemis Counselling Services.

#8 Minggu Ngeblog: Perempuan-Perempuan Perkasa

10:36 0
#8 Minggu Ngeblog: Perempuan-Perempuan Perkasa
Perempuan inspiratif adalah perempuan yang mampu membangkitkan semangat. Mampu menebarkan aura positif dan dapat memotivasi orang lain dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki untuk melakukan yang terbaik, dengan memberi keteladanan bagi orang-orang yang berada disekitarnya. Tentu saja keteladanan mereka itu terlihat jelas dalam aktifitas kehidupannya sehari-hari. 

Perempuan inspiratif itu bukan hanya berasal dari perempuan yang hidupnya penuh dengan kemewahan, yang berpangkat tinggi atau yang memiliki karier dengan segala aktifitas sosialnya. Perempuan inspiratif bisa datang dari sosok yang sederhana, meski berekonomi lemah tapi memiliki mental dan semangat yang luar biasa. Mampu menjalani kehidupan dengan ikhlas, optimis, bekerja keras, tidak mengeluh dan tidak bergantung kepada orang lain. 

Wanita inspiratif pertama dalam hidupku tentu saja adalah seorang Ibu. Dengannya, saya bisa belajar mengenal dunia untuk pertama kalinya. Tapi selain beliau, ada dua orang lagi yang menjadi perempuan inspiratifku di masa kecil, yaitu Shin Tanokura atau Oshin, nama tokoh utama dalam serial drama Jepang yang juga berjudul Oshin. Siapa yang tidak tau dengan perempuan yang satu itu. Tokoh dari serial drama yang dulu pernah di putar di TVRI dan ceritanya pernah saya baca dari novel di akhir tahun 80-an, ketika saya baru masuk Sekolah Dasar. Walaupun Oshin sendiri hanya tokoh dalam cerita, tapi Oshin merupakan karakter dan cerita yang diambil dari kisah nyata Kazuo Wada, seorang wanita pebisnis pemilik sebuah jaringan Supermarket, Yaohan. Untuk seorang wanita yang pantang menyerah dalam mengarungi hidup yang penuh tantangan dan mengangkat harkat wanita dimasanya, Kazuo Wada telah menginspirasi banyak perempuan di 59 negara lainnya terutama Asia. 

Oshin kecil yang terlahir dari keluarga miskin harus bekerja menjadi pembantu dan pengasuh anak. Dengan bayaran sekarung beras yang hanya didapatnya setahun sekali, Oshin rela melakukannya demi membantu keluarganya. Kasih sayangnya pada keluarga serta kelembutan hatinya, membuat Oshin sama sekali tidak berniat untuk membalas kepada orang-orang yang telah mendzoliminya. Saya yang saat itu masih anak-anak begitu kagum ketika melihatnya sedang mengasuh, tapi dia masih bertekad untuk belajar. Hingga majikannya tersentuh, dan memberinya ijin untuk belajar sambil mengasuh di sekolah. 

Karakternya yang berdisiplin tinggi membuatnya di sukai banyak orang. Hingga membuat majikan barunya mendidik Oshin dengan tata krama sama seperti bangsawan jepang, meski dia berasal dari kalangan bawah. Semangat hidup serta keinginannya untuk belajar tak pernah pudar dan tak lekang oleh himpitan derita, semuanya dilakukan dengan sepenuh hati. 

Oshin juga mengajarkan bagaimana kita peduli dan berempati, karakternya membuat kita bercermin dan memahami orang yang lebih kesusahan. Dia mampu menolak uang pemberian ibunya, karena dia tau dan dapat merasakan pedihnya kemiskinan dan kesakitan yang diderita ibu dan neneknya. Ia tak mau menyusahkan orangtuanya. Tekadnya kuat dan mandiri meski usianya masih 7 tahun. Yah, bahkan anak sekecil itu selalu berupaya mengenali pribadi orang lain dan memiliki keinginan untuk membantu orang yang sedang dalam kesusahan meskipun dirinya sendiri mengalami hal yang sama. Oshin begitu tegar dalam menghadapi lika liku cobaan hidup dan pantang menyerah dalam meraih cita-citanya. Hingga akhirnya, dia sukses memiliki beberapa cabang Supermarket di Jepang. 

Sejak saat itu saya sering berkaca. Kondisi keluarga yang tidak sama dengan orang lain serta kemiskinan yang pernah melanda keluarga kami, bukanlah suatu penghalang untuk mewujudkan cita-cita dan keinginan asalkan kita tetap tekun, berusaha dan bersabar lalu tawakal. Saya bersyukur dan tidak mau mengeluh karena merasa masih memiliki orang tua yang sehat dan masih mempunyai tempat untuk berteduh. Walaupun iuran sekolah selalu menunggak dan sering tidak bisa ikut ujian, tapi kami masih bisa bersekolah dan bermain seperti anak-anak lainnya. Meskipun makan kadang hanya sekali sehari, tapi rasanya tidak akan sebanding jika harus memakan bubur nasi encer atau nasi lobak (makanan orang miskin di Jepang) yang sebenarnya bukan nasi dan itupun belum tentu ada setiap hari. 

-//-

Sejak kelas 2 SD, saya sempat belajar mengaji dengan seorang Ustadzah di masjid dekat rumah, namanya Ustadzah Yerneni. Beliau adalah janda yang di tinggal mati suaminya, tapi kasih sayang dan kerja keras beliau tak pernah surut di makan waktu. Melalui teknik pendekatan kepada setiap anak, beliau mampu menularkan semangat kepada murid-muridnya, hingga membuat kami sangat mengaguminya. 

Ketika itu beliau masih memiliki anak batita, jadi saat beliau mengajar, anak-anaknya selalu diajak. Kadang beliau meminta waktu sebentar untuk menyusui. Bayangkan bagaimana keadaan kelasnya, biasanya pasti ribut ya. Tapi justru yang terjadi malah sebaliknya, kami duduk dengan tertib dan membaca pelajaran dalam hati. Karena beliau mengajar dengan lemah lembut, perhatian dan kadang suka memanjakan anak-anak didiknya hingga membuat kami menjadi lebih patuh. Beliau tidak pernah menghukum atau menegur dengan nada tinggi apalagi dengan kata-kata kasar, malah sebaliknya semakin lembut dan semakin perhatian dengan keadaan dan kekurangan kami. Maka, hati anak kecil mana yang tidak luluh diperlakukan seperti itu.

Beliau juga menyuguhi kami dengan makanan kecil seperti rempeyek, kue semprong atau kacang goreng. Karena beliau harus mencari nafkah untuk anak-anaknya, maka makanan yang beliau suguhkan itu tidak gratis tapi kami semua dengan senang hati membelinya. Selain mengajar cara membaca alqur'an dan tajwid, beliau juga mengajar teknik melagukan bacaan alqur'an dan musik rebana di berbagai tempat, kadang-kadang beliau juga mengajarkan kami menyanyikan lagu qasidah. Demi agama dan anak, beliau lakukan semua meskipun kadang tidak di bayar. Beliau hanya berharap semua yang dilakukannya, bisa menjadi tabungan amalnya di akhirat kelak. 

Pengabdian dan keteladanan mereka benar-benar sangat membekas di benak saya hingga sekarang. Dan semoga saja, saya bisa mencontoh dan meneladani perjuangan dan kerja kerasnya tapi tetap memiliki kelembutan hati yang luar biasa seperti perempuan-perempuan perkasa ini, insya Allah.

Referensi :  Wikipedia

Prompt # 10 : Shioban dan Kereta Kuda

09:04 30
Prompt # 10 : Shioban dan Kereta Kuda

Sebuah kereta kuda bercahaya, terpendar merah turun dari langit malam lalu mendarat pelan di depan sebuah istal. Tiba-tiba, cahayanya berubah putih hingga menerangi separuh hutan Fujimori. Shioban yang sedang melangkah gontai setelah berhari-hari tak menemukan obat yang dicarinya, terkesiap.

"Itu dia!"

Shioban berlari secepat mungkin ke arah kereta kudanya yang sempat hilang secara misterius beberapa hari yang lalu.

Cahaya itu tiba-tiba lenyap. "Dimana kereta kuda itu?!" Shioban kehabisan tenaga dan putus asa. Lalu dia terjatuh karena kelelahan.

***

Shioban bangkit. Dia teringat pesan dari nenek peramal di desanya, untuk segera mendapatkan Daun Mori yang ada di Kerajaan Fujimori, agar bisa menyembuhkan anaknya yang hampir sekarat.

Samar-samar dia mendengar suara ringkikan kuda. "Tempat apa ini?" Cahaya putih menyilaukan mata Shioban.

"Kamu berada di Istal Kerajaan Fujimori!"

Shioban kaget melihat sosok serupa Jin berwarna hitam yang ukurannya hampir setinggi atap.

"Ka.. kamu siapa?!"

"Aku adalah Jin Penjaga tempat ini! Apa yang kamu lakukan disini?!"

Pelan-pelan Shioban mundur ke belakang, mencari kesempatan untuk lari ketika Jin Penjaga itu lengah. Tapi, tiba-tiba punggungnya menabrak sebuah benda yang terbuat dari kayu. Ketika menoleh ke belakang, Shioban terbelalak.

"Aku ingin mengambil kembali benda ini!"

"Kereta kuda hanya untuk para ratu dan penyihir."

"Memangnya apa yang akan kamu lakukan jika aku menginginkannya?" kata Shioban sambil mendelik ke arah jin penjaga.

"Maaf! Walaupun kamu yang membuatnya, kamu tidak bisa memilikinya!"

"Darimana kamu tau kalau aku yang membuatnya?!

"Aku dulu adalah Jin Penunggu dari Pohon Mori yang kamu pahat hingga menjadi kereta kuda ini! Pohon itu adalah Pohon Keabadian milik salah satu Penyihir di negeri ini. Siapapun manusia yang menebarkan bibitnya akan ikut abadi, tapi jika pohon itu ditebang tanpa menggantinya dengan bibit yang baru, maka manusia yang melakukannya juga pelan-pelan akan mati!"

Jin Penjaga itu tertawa sinis. "Karena anakmu sudah menebangnya, maka dia harus menerima akibatnya!"

Shioban bersimpuh. "Aku mohon ampuni anakku. Dia sama sekali tidak tau apa-apa!"

"Baik! Aku punya satu cara yang bisa menyelamatkan anakmu!"

"Asalkan anakku bisa sembuh kembali, apapun akan kulakukan."

Jin Penjaga itu menunjuk kereta kuda Shioban. Tiba-tiba, duri-duri dan dedaunan kecil merambat di sekelilingnya.

"Daun Mori yang ada diantara duri beracun itu akan menjadi obatnya. Tapi, daun itu akan berkhasiat hanya jika kamu bisa memetik tanpa menyentuh durinya dan menerima persyaratan dariku!"

"Baiklah."

"Ambilah daun itu, rebus dan minumkan airnya pada anakmu, dia akan kembali seperti sedia kala.

Shioban bahagia mengetahui anaknya akan sembuh, ternyata semua yang dilakukannya tidak sia-sia.

***

"Demi bumi ini, tanamlah kembali apa yang sudah kamu ambil Nak.. Semoga kamu bahagia dan sehat selalu..."

Ichiban tak kuasa menahan tangis, setelah membaca surat terakhir ayahnya.

#8 Minggu Ngeblog: "Pan Lian Bang" Flavour

21:50 0
#8 Minggu Ngeblog: "Pan Lian Bang" Flavour

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua.

~oOo~

SEKILAS CITA RASA LOKAL DARI PALEMBANG


# SEJARAH
Hmm.. Pasti semuanya udah tau ya kalo Palembang itu kotanya Pempek, tapi taukah anda nama dibalik kata Palembang dan Pempek ?


Nama Palembang itu, sebenarnya berasal dari nama salah satu murid Sunan Gunung Jati yang berasal dari Cina yaitu Pan Lian Bang. Beliau diangkat menjadi Adipati Kerajaan dan berhasil mengembangkan Pesantren dan madrasah serta menjadi guru besar dalam ketatanegaraan di bumi Sriwijaya. (Source : Kisah Wali Songo (Perpustakaan Masjid Agung Palembang)

~oOo~


Begitu juga dengan asal usul Pempek yang merupakan salah satu bagian dari etnis Cina. Konon, menurut cerita rakyat, makanan ini telah ada sejak abad ke 16. Pada masa itu, banyak perantau Cina yang masuk ke sini. Nama Pempek sendiri berasal dari kata "apek", yang berarti lelaki tua keturunan Cina. Sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek.. apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai pempek atau empek-empek.


# MASYARAKAT DAN BUDAYA

Suka berterus terang, senang berteman dan yang pasti orangnya rame adalah salah satu sifat yang mendominasi rata-rata orang Palembang. Orang Palembang asli merupakan keturunan etnis Melayu dan percampuran dari etnis muslim Cina atau Arab, tampak dari bentuk wajah dan kulitnya yang kebanyakan bermata sipit dan berkulit putih atau malah bermuka arab. Mereka menggunakan Bahasa melayu yang telah disesuaikan dengan dialek setempat yang kini dikenal sebagai Bahasa Palembang.



Contoh dari hasil kreasi masyarakat Palembang yang paling terkenal adalah Kain Songket dan merupakan salah satu jenis tekstil terbaik di dunia. Terbuat dari sutra dikombinasikan dengan benang emas.  Harganya berkisar antara 1, 5 hingga mencapai 4 jutaan. Sentra pembuatan songket ini berada di daerah Tanggo Buntung Palembang.


Selain itu Palembang juga terkenal dengan ukiran kayu bermotifnya yang dipengaruhi oleh desain Cina dan Budha. Ukiran-ukiran kayu yang terdapat di mebel tersebut didominasi oleh dekorasi berbentuk bunga melati dan teratai dan juga di dominasi oleh warna keemasan.


# SUNGAI MUSI


WARUNG KOPI TERAPUNG

Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi dua bagian yaitu sebelah ilir dan ulu. Bagi yang ingin menikmati sensasi menjelajahi Kota Palembang dengan perahu, kita bisa mengunjungi tempat wisata di Palembang yang satu ini.

Di atas Sungai Musi ini terdapat beragam kegiatan ekonomi warga. Mulai dari restoran terapung, pasar terapung, tempat pengisian bahan bakar minyak terapung dan tentu saja kegiatan menangkap ikan. Karena keindahan Sungai Musi inilah maka kota Palembang disebut juga sebagai Kota Venezia dari Timur. Kota Palembang juga selalu mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain "Festival Sriwijaya" setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu.

Berkas:Bidarlomdr3.jpg



# JEMBATAN AMPERA

Sebagai Lambang atau Ikon Kota Palembang

img

Pada awalnya, jembatan ini dinamai Jembatan Bung Karno sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI saat itu. Karena Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.


Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

 ~oOo~


Suatu daerah, kota atau negara tidak akan berkesan tanpa menyuguhkan kuliner khasnya bukan. Nah, ini dia salah satunya..


# PEMPEK 


Saya sempet di juluki "Ratu Pempek" bukan karena pinter bikin pempek yah tapi karena saaaking doyannya, padahal saya bukan asli orang Palembang. Tapi memang tidak bisa di pungkiri, kalo pempek itu sudah jadi makanan pokok buat kami sekeluarga karena secara kebetulan saya bersuami orang Palembang tulen, maka hobi makan pempek pun semakin menjadi-jadi.

Bayangin aja kalo sarapan, makan siang, makan malem pun Pempek, dalam 2 atau 3 hari berturut-turut. Apa nggak eneg? Nggak dong, Kalo buat saya nggak sama sekali, bosen sih mungkin tapi ntar lusa bisa lanjut lagi makannya. Makan Pempek itu memang bisa bikin ketagihan apalagi kalo cukonya enak dan manteb (Pantesan aja sampe di julukin Ratu Pempek yah hehehe..).

Kenapa saya bisa bilang begitu, padahal dulu saya sempet eneg dan kurang suka makan pempek? aneh kan kalo sekarang malah jadi doyan. Sebenernya nggak aneh, kalo udah pernah mencicipi pempek yang enaaaak banget, nggak amis dan cukonya pas di lidah, terlebih lagi kalo bisa bikin sendiri. Tapi ini juga yang menjadi masalah terbesar, karena sampai hari ini saya belum nemu resep spektakuler dari semua jenis pempek yang ada, kalo yang standar-standar sih banyak tinggal buka mbah google aja, beres.

Itu kalo soal nyari resep yah, lain lagi kalo sudah sampai tahap praktek, nguleninnya ini yang bikin ribet bin njlimet, ditambah biayanya yang lumayan waw buat kantong saya, karena nggak mungkin bikinnya sedikit. Terus kualitas bahannya juga harus dijaga kalo pengen makan pempek yang enak. Ada kualitas pasti ada harga toh, makanya kenapa pempek yang enak-enak itu mahalnya amit-amit padahal ukurannya cuma seimprit.

Pempek itu bahannya terdiri dari apa saja sih?

Sebagian besar bahan yang mendominasi tentu saja Ikan dan setengah bagiannya lagi Tepung Tapioca. Kalo dulu Pempek biasa di bikin pake Ikan Belida tapi karena populasinya yang sudah hampir punah khususnya di Sungai Musi (Ada di Postingan Minggu Pertama) maka ikan tersebut hanya di budidayakan di kolam saja. Sehingga jarang sekali atau hampir gak ada di Pasar karena sudah sangat langkah. Nah, sebagai alternatif di pakailah ikan gabus atau nama lainnya Haruan, Delak, atau Snakehead, karena ikan ini populasinya masih lumayan banyak dan hidupnya di rawa-rawa.

Biasanya kalo kita tinggal di daerah yang tidak ada ikan gabus, kita bisa menggunakan Ikan Tenggiri yang rasanya lebih gurih sebagai alternatif, tapi sebenarnya kedua ikan ini punya ciri khasnya sendiri soal rasa. Bagi mereka yang ingin makan pempek bertekstur agak kenyal dan gurih maka pilihan akan jatuh ke Ikan Tenggiri tapi bagi yang suka bertekstur lembut dan agak manis, Ikan gabus lah pilihan yang terbaik. Nah kalo saya, pasti milih dua-duanya... tapi kalo terpaksa, pasti tenggiri dong karena saya suka yang kenyal dan gurih, meskipun di Palembang ikan ini lebih mahal dari Ikan Gabus, secara Palembang itu nggak ada laut, julukannya aja Kota Sungai atau River City, jadi seumur-umur enih, belom pernah sekalipun liat pantai dan laut secara langsung yang ada malah sungaaaaai melulu.. :D

Beberapa Ikan yang bisa dijadikan bahan utama pembuatan Pempek :

1. IKAN BELIDA
2. IKAN GABUS / HARUAN / DELAK / SNAKEHEAD
3. IKAN TENGGIRI
4. IKAN PARANG
5. IKAN KAKAP

Kandungan gizi utama pada pempek adalah protein, lemak, dan karbohidrat yang diperoleh dari ikan dan tepung tapioka. Kandungan gizi lainnya berupa vitamin dan mineral. Perbandingan ikan, air, tepung tapioka, dan garam sangat berpengaruh terhadap nilai gizi, rasa, warna, kekenyalan, serta karakteristik lainnya. Penggunaan ikan akan mempengaruhi citarasa dan aroma makanan ini. Penggunaan ikan yang semakin banyak akan meningkatkan kadar lemak, protein, dan rasa enak pempek, tetapi tentu saja harganya menjadi lebih mahal.

Pempek yang dijual murah biasanya terbuat dari tepung kanji yang ditambahkan penyedap rasa, tanpa menggunakan ikan. Jenis ini di Palembang disebut sebagai pempek dos. Komposisi zat gizi pempek berbeda-beda menurut jenis serta bahan baku ikan yang digunakan. Pempek kapal selam memiliki kadar protein, lemak, dan vitamin A lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya karena adanya penambahan telur di dalamnya.

Pempek dalam porsi lengkap memiliki kandungan zat gizi yang lebih baik dibandingkan dalam bentuk satuan. Komposisi gizi pempek juga berbeda-beda menurut daerah asalnya. Mengingat demikian khas citarasa dan cukup tingginya kadar gizi pempek, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mencobanya bukan?
~oOo~


banner8MIngguNGeblog

Info : nutrisi untuk bangsa.org, wikipedia dan google search

Berani Cerita # 07 : Si Pendiam yang Aneh

17:40 17
Berani Cerita # 07 : Si Pendiam yang Aneh
"Will you Marry Me?" Pintanya.

Kupandangi wajahnya lekat-lekat. Sudut mata tajam dan hidung runcing menghiasi wajahnya yang putih. Ketampananannya tak membias, di usianya yang menginjak paruh baya.

Akhirnya kuterima lamarannya. Walau dengan berat hati, tapi aku yakin dia akan memberi apa pun yang kuminta.

Hari-hari kujalani bersamanya. Jangankan menjamahku, bicaranya pun hanya sedikit dengan kata-kata yang kadang tak kumengerti. Ketika kuhidangkan makanan, dia mencoleknya lalu menggeleng dan berkata "Sorry." kemudian membungkuk dan pergi begitu saja. Tapi, dia selalu memperhatikan semua kebutuhan dan merawatku ketika sakit, hingga cinta itu pelan-pelan menghampiriku dan ikut mencairkan gelora nafsunya yang beku.

Lalu si kecil hadir, dia masih jarang bicara dan tetap dingin. Tak pernah sekalipun dia bermain atau mengajak anaknya berjalan-jalan, waktunya di rumah selalu dihabiskan di ruang kerja. Dia hanya tersenyum ketika berpas-pasan dengan si kecil, itu saja. Tak ada niat untuk memeluk dan menggendong atau sekedar menciumnya.

***

Masa kerja suamiku berakhir, pernikahan kami yang sudah berusia tiga tahun ikut berakhir. Meski aku memohon, dia tetap memilih untuk pulang ke kampung halamannya.

"Terima kasih banyak atas bantuan dan pengertiannya selama ini, Dina san." Suaranya terbata lalu membungkuk agak lama, "Gomen na..." Hanya itu ucapan terakhirnya.

Aku nelangsa.

Cintaku dikalahkan oleh selembar Perjanjian Nikah Kontrak dan anakku kehilangan Ayahnya.

Note :

# Dina san : Nona Dina.

# Gomen na :  Maaf.

Prompt #9: Parfum Mahal

14:09 31
Prompt #9: Parfum Mahal
Parfum Mahal

Grafik data perusahaan itu diletakkannya di atas meja. “Kita bangkrut-sebangkrutnya, Mi,” Roland menghela nafas kemudian melonggarkan dasinya.

“Yang bener, Pi?!” Laras tercengang dan kelihatan sangat kecewa. Dahinya berkerut dan berkeringat dingin. “Gimana ini ya, Pi.. Mami kan pengen ikut arisan yang 20 juta perbulan bersama ibu-ibu pejabat itu.”

“Kan bisa dibatalin, Mi, Kondisi kita udah gak memungkinkan lagi untuk hal seperti itu!”

“Nggak ah, Pi! Tengsin dong, Mami!”

“Trus, mau nyari uang 20 juta perbulan itu ke mana? Rumah kita yang di BSD aja udah disita!”

“Mami buka bisnis parfum aja deh, Pi. Kalo sering bergaul sama istri pejabat, pangsa pasarnya kan lumayan.”

“Ya udah. Kalo Mami punya modal sendiri, Papi sih nurut aja.”

***

“Hei Jeng, kemana aja, udah lama nggak keliatan?”

“Eh Jeng Anna, nggak ke mana-mana kok cuma lagi ngurus bisnis baru aja.”

“Bisnis apa Jeng? Suami udah kaya kok istrinya masih kerja aja toh…”

“Alah Jeng, daripada shopping melulu ngabisin uang suami, mending uangnya dijadiin modal bisnis, kan hasilnya malah jadi berkali lipat,” Laras tersenyum miris, berharap teman-temannya yang hadir di acara arisan itu tidak ada yang tahu tentang kebangkrutan suaminya.

“Jeng-Jeng sekalian, ada barang limited edition dari luar negeri nih! Baru saya pake sekali, lho!” seru Laras.

“Barang apa, Jeng? Oh, parfum yah!”

“Iya nih Jeng, ada 3 buah, dari Paris. The Lalique, Clive Christian’s sama Caron’s Poivre dan semuanya bersertifikat. Saya ini kan orangnya bosenan, jadi kalo ada yang baru pasti yang lama terlupakan. Sayang kan, mending buat kalian-kalian aja.”

“Aduh Jeng, ada The Lalique yah! Ini kan parfum yang dipake Si Jelo itu. Waktu itu saya nyari tapi udah nggak ada lagi,” ucap Jeng Anna.

“Eh tau nggak Jeng, saya dengar harganya itu 25 juta loh,” ujar temannya menimpali.

“Nggak pa-pa lah Jeng, sekali-sekali ini. Kapan lagi bisa dapet parfum mewah dengan harga miring. Mas Adam dijamin bakalan lengket terus deh sama Jeng Anna. Kalo mau, ntar saya kasih diskon 15 persen khusus buat Jeng Anna,” bujuk Laras. “Gimana, mau yah? Ntar kalo yang lain berminat langsung tak lepas loh…”

Jeng Anna mengamati botol cantik yang terbuat dari kristal lalique itu dengan seksama, beberapa biji permata berwarna bening, tertanam di badan botol. Dia membuka tutupnya dan mengendus aroma yang melekat, lalu menyemprotkan sedikit ke pergelangan tangan.

“Unik, yah! Aromanya juga eksotis,” ujarnya. “Hmm.. Baiklah, ntar saya transfer uangnya setelah pulang dari sini yah.”

“Kalo punya suami konglomerat, uang segitu mah pasti nggak seberapa. Ya nggak, Jeng Anna?”

“Ah, Jeng Laras tau aja.”

Laras tersenyum puas.

“Besok aku harus meracik pengharum ruangan dan menambahkan pelicin pakaian lebih banyak lagi. Sepertinya, masih ada botol parfum kosong di rumah.”


Si Hitam Manis, Lokal tapi Favorit Sedunia

20:16 0
Si Hitam Manis, Lokal tapi Favorit Sedunia
Wah, sepertinya seorang Penulis memang tidak bisa di pisahkan dari yang namanya kopi yah, meskipun ada sebagian orang yang tidak suka atau biasa-biasa saja. Namun bagi sebagian lain terutama coffee-addict, kopi sudah menjadi teman setia dikala menulis, bak doping yang sudah mencandu dan mampu membuat mata terjaga. Apalagi bagi mereka yang harus mengejar dead line dan menggarap tulisan di waktu malam hari.

Batas wajar konsumsi kafein adalah 300 mg perhari atau kurang lebih setara dengan 3 cangkir kopi. Dengan minum kopi secara bijak dan tidak berlebihan, dapat melindungi jantung dan mencegah stroke, diabetes, kanker kulit, menjaga kesehatan hati, menghilangkan sakit kepala, membakar lemak, bermanfaat untuk kecantikan, menjaga daya tahan tubuh dan menambah kinerja otak.

Namun bila diminum secara berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Terutama untuk wanita, dapat mengurangi kesuburan dan keguguran pada wanita hamil serta gangguan pada bayi saat lahir. Selain itu kita dihadapkan pada resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan naiknya produksi asam lambung. Minum kopi panas-panas dapat mengakibatkan kanker esofagus dan kandungan kafein dalam kopi juga bisa menyebabkan osteoporosis, insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan cepat marah.

Nah sebagai seorang Penulis. Meskipun hanya seorang Penulis Blog, saya termasuk dari sekian banyak manusia yang mencintai rasa dan aroma kopi. Terutama kopi hitam yang sudah dikenal sejak jaman dahulu. Kenapa Kopi Hitam? karena wangi aromanya, mengingatkan saya dengan salah seorang sahabat masa kecil yang orang tuanya berprofesi sebagai pemilik kedai kopi. Dengannya, saya bisa sedikit-sedikit belajar dan mengerti bagaimana menakar komposisi gula, kopi dan air, serta waktu dan tata cara meminumnya. Sejak saat itu saya benar-benar menjadi seorang pecinta kopi, terutama kopi hitam lokal (plain). Lidah saya mengatakan, bahwa kopi dengan campuran mocca, susu, atau dicampur krim serta sejenisnya dari berbagai merk kopi instant, tidak jauh berbeda dengan rasa dan aroma permen. Dan menurut saya, sama sekali tidak bisa disebut kopi.

Kopi hitam bisa dinikmati kapan saja. Bersama singkong goreng yang merupakan paduan paling pas, untuk si hitam manis yang selalu tersedia di pinggir gelas. Menikmatinya tidak melulu ketika sedang menulis di depan komputer, bisa juga saat membaca, nonton TV atau bersantai di teras depan rumah untuk sekedar mencari ide baru dalam setiap tulisan.

Untuk tata cara meminumnya, kebiasaan yang satu ini sebaiknya tidak perlu ditiru. Karena saya biasa meminumnya hingga mencapai takaran liter untuk sekali minum, layaknya air putih. Tapi kebiasaan itu sudah ditinggalkan, karena memang berbahaya untuk kesehatan, walaupun sesekali masih saya lakukan dan untungnya tidak segetol dulu, sehingga masih bersisa. Dan sisanya itu berupa kopi encer tanpa gula yang bisa di tambah es atau disimpan di kulkas. Buat saya, es kopi adalah alternatif minuman menyegarkan yang paling setia mendampingi, kala menulis di musim kemarau.

Bicara tentang kopi lokal di Indonesia, yang terbersit di benak para coffee-addict pastilah kopi luwak. Konon, kopi jenis ini adalah yang terbaik di dunia. Tapi tunggu dulu, Indonesia juga punya jenis kopi sesuai daerahnya. Masing-masing punya karakteristik lewat rasa dan aroma. Diantaranya Aceh Gayo, dengan aroma memikat dan rasa asam yang tak terlalu pekat. Lalu ada kopi Lampung, kopi Bandung dengan merk paling ternama yaitu Aroma, kopi Toraja, kopi Bali, hingga kopi Papua. Nah, satu daerah di Papua yang terkenal sebagai penghasil kopi adalah Wamena. Kopi bertekstur ringan, minim ampas, harum semerbak, dan tidak asam. Tak heran kopi Wamena digemari oleh seluruh dunia.

Wamena punya daya tarik khusus sebagai penghasil kopi terbaik di dunia, Kopi Wamena, telah diekspor ke berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat dan telah menjadi penyokong tetap merk kedai kopi paling ternama di dunia. Kedai kopi yang lambangnya berwarna hijau itu telah menggunakan kopi Wamena sebagai bahan baku utamanya.



Referensi : Media Unik

Prompt # 8 : Kendi Ajaib

20:37 30
Prompt # 8 : Kendi Ajaib
“Hei! Maliiiiiing!” 

Seorang wanita muda, menunjuk laki-laki yang berlari terseok-seok ke arah Pak Pardi yang sudah siap siaga memasang kuda-kuda di balik tembok.

“Ciaaat!!!” 

"Gedebuk! Si Maling terjungkal. Pak Pardi meraihnya, lalu mengunci pergelangan tangan dan menjambak rambutnya. “Nyuri apa kamu?!”

“Ampun Pak ampuuuun..! Saya cuma meminjam Kendi ini. Kalau sudah selesai, nanti akan saya kembalikan.”

Wanita muda itu datang terengah-engah untuk memastikan. “Iya bener, ini Malingnya Pak!”

Pak Pardi menarik paksa Si Maling. “Ikut saya!”

***

Pak Pardi menyodorkan sebuah kursi. “Duduk!”

“Apa maksudmu dengan meminjam Kendi ini?!”

"Eh! Begini Pak... Saya dengar, orang-orang di kampung selalu membawa segepok uang, setelah keluar dari sini. Lalu saya pun bertanya, bagaimana cara mendapatkan uang sebanyak itu dengan mudah. Temanku bilang, uang-uang itu berasal dari Kendi Ajaib dan saya harus memberikan salah satu barang berharga sebagai persyaratannya." Dia menghela nafas. "Tapi sayang, saya tidak punya barang berharga satu pun Pak.”

"Kamu jangan mengada-ngada, jawab dengan jujur?!"

“Benar Pak.. Tetangga saya yang seorang dukun, menyarankan saya membawa Kendi itu untuk di jampi-jampi, agar bisa melewatkan persyaratannya. Karena Ibu harus segera di bawa ke dokter, jadi saya nekat untuk mengambilnya Pak,” ucapnya memelas.

“Hahaha...hahaha...hahaha...” Pak Pardi tertawa kencang.

“Kebetulan sekali! Baik, akan kukabulkan permintaanmu. Kamu akan mendapatkan uang segepok. Tapi sebelum itu, kamu harus membantu dan melaksanakan semua perintahku!"

“Hahaha...hahaha...!” Pak Pardi tertawa lagi, tapi kali ini terdengar seperti tawa Jin Mustapha di telinga Si Maling.

Si Maling sempat ketakutan, tapi “Siap, Pak Jin!” Reaksinya berubah penuh semangat. Lalu mengucapkan terima kasih berkali-kali.

Sebenarnya Pak Pardi merasa iba. Karena postur Si Maling, yang belum lulus SD dan masih lugu itu mengingatkannya dengan Si Kurdi, anak lelakinya yang sama-sama berkaki pincang.

"Baiklah," lanjut Pak Pardi. "Mulai hari ini, Aku perintahkan kamu untuk mengepel dan membersihkan ruangan yang ada di sini. Sebulan sekali, kamu harus memotong rumput yang ada di halaman kantor,” ujar Si Satpam Senior itu, sambil mengelap Maskot Kantor Pegadaian yang masih ada di tangannya.

Note : # 323 Kata