uzegan: Review
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

5 Film tentang Waktu, Paling Berkesan

18:02 55
5 Film tentang Waktu, Paling Berkesan
Adakah diantara kalian yang seperti saya. pengen merubah masa lalu tapi gak bisa-bisa (yah elaaah, semua orang pan emang kagak bisa merubah masa lalu)๐Ÿ˜…. Tapi bisa jadi, itu adalah keinginan semua orang, yak.

Saking banyaknya penyesalan dan hanya bisa berandai-andai, akhirnya memilih untuk menonton film atau cerita fiksinya saja.

Nah, salah satu genre fantasi yang paling cocok adalah film yang bermakna waktu. Entah itu perjalanan hidup dari waktu ke waktu, waktu yang berhenti, teleportasi atau berpindah tempat, dan perjalanan ke masa lalu ataupun sebaliknya.

Jika saja cerita di film itu terjadi dalam hidup kita, pasti seneng banget yak. Atau malah jadi kepikiran dan justru menuai pertanyaan-pertanyaan? Bagaimanakah caranya, agar "masalah" yang ada di dalam film itu tidak terjadi dan bagaimana pula cara mengantisipasinya? 

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Pengennya waktu tuh dicepetin, langsung ke waktu dimana wabah ini telah berakhir, ato kalo bisa kembali ke waktu kita paling bahagia, trus balik lagi ke waktu ketika wabah ini sudah selesai menyerang bumi. (halu teruuus...) ๐Ÿคฃ

Sebenere bukan hanya film, drama berseri yang menceritakan tentang waktu pun tidak sedikit, lebih tepatnya tak terhitung lagi. Tapi karena durasinya lama dan banyak banget yang musti di inget, kayaknya lebih enak ngebahas tentang filmnya aja yak, biar lebih cepet selesai. (Ini aja udah banyak, sepertinya). ๐Ÿ˜‚

1. VANISHING TIME : A BOY WHO RETURNED (2016)


Film ini bercerita tentang anak SD dan 2 orang temannya. Menurut legenda setempat, ketika bulan purnama,  akan muncul sebuah gua misterius yang di dalamnya terdapat monster pemakan waktu atau Goblin. (Yang sukses bikin saya mikir, apakah Goblin yang mereka maksud akan seperti Mas Gong Yoo, ganteng dong, berarti bukan cerita serem ini, yak). Akhirnya karena itu, saya lanjut nonton lagi dan penasaran, seganteng apakah Si Goblin di film ini ๐Ÿคฃ.

Tunggu punya tunggu. Fiuh, ternyata gak sekalipun ditunjukkin mukanya atau apapun yang menggambarkan kemiripan dengan wajah Goblin, yang katanya dulu pernah ada di salah satu drama korea terbeken, berdasarkan rating dan penonton. Akhirnya saya hampir nyerah, ah film biasa aja ini mah, kayak film-film petualangan misteri atau kayak cerita detektif anak-anak karangan Enid Blayton dan sejenisnya.

Tapi ternyata, pendapat saya berubah sewaktu Si Seung Min mengambil telur raksasa di gua misterius tersebut dan memecahkannya bersama kedua orang temannya. Karena tiba-tiba, waktu dan seluruh isi dunia berhenti bergerak, kecuali mereka bertiga.

Perjalanan hidup mereka pun akhirnya dimulai. Hari-hari terus berlalu, matahari masih tak bergerak, air pun tak mengalir. Mereka makan, tidur dengan enak, seeebebas-bebasnya, dan punya banyak uang hasil mengumpulkan lembar demi lembar, dari manusia-manusia yang tengah mematung. Mereka juga memutuskan untuk belajar, karena masih berharap dunia akan kembali seperti semula.

Namun sayangnya, diawal perjalanan, salah seorang temannya meninggal karena penyakit asma yang di deritanya. Mereka pun segera menguburnya di sebuah taman bermain. Uniknya, Seung Min membawa jasad temannya seperti membawa balon, karena tubuh temannya berubah menjadi sangat ringan. Mirip seperti balon bentuk manusia yang sedang meringkuk.

Di dunia nyata, semua orang sibuk mencari mereka bertiga (akhirnya saya paham, ternyata mereka bertiga berada di dimensi lain) ๐Ÿ˜…. Lalu beberapa hari kemudian, jasad temannya Seung Min ditemukan. Dan polisi menetapkan, tiga orang anak kemungkinan diculik dan satu orang telah dibunuh di gunung, lalu jasadnya dikuburkan di taman bermain.

Makin hari umur mereka pun bertambah, hingga mereka berusia 30 tahun. Bagaimana cara Seung Min menghitung usianya, sedangkan hari tak pernah berganti, matahari sedikitpun tak bergeser dari tempatnya? Ternyata, jika mereka tertidur sangat lama, maka itu sudah berlalu satu hari.

Tiap hari mereka dihantui kecemasan karena tak kunjung kembali ke dunia nyata, yang pada akhirnya membuat teman Seung Min memutuskan untuk bunuh diri. Melihat itu Seung Min semakin putus asa, lalu memilih untuk menyusul temannya dengan meloncat ke laut. Tapi di waktu yang sama, waktu akhirnya bergerak, dan Seung Min kembali ke dunia nyata. (Di situ saya langsung nyeletuk, eugh! sayang sekali, temennya nanggung baget. Padahal tinggal sedikit lagi, yak).

Ketika Seung Min kembali, Soo Rin yang masih kelas 6 SD, bertemu dengan orang yang sudah jauh berbeda. Karena bertahun-tahun telah hidup dalam dunia "waktu yang terhenti". Perjuangan Seung Min untuk diakui pun ternyata tak membuahkan hasil, hingga dituduh menjadi salah satu penculik anak-anak yang pernah hilang di gunung. Tapi pada saat itu, hanya Soo Rin lah satu-satunya yang percaya. Karena mereka terhubung melalui diari bertuliskan huruf rahasia, yang pernah diketahui oleh mereka berdua saja.

Film yang juga bertajuk Hidden Time ini memenangkan penghargaan untuk kategori : Korea Top Star Awards, Star Asia Award, Best New Director, Best Music dan Audience Award Vanishing Time: A Boy Who Returned di 12th Festival du Film Corรฉen ร  Paris.

2. WILL YOU BE THERE (2015)


Film Korea yang diangkat dari Novel Perancis berjudul Seras-tu lร ?, oleh Guillaume Musso ini, berkisah tentang seorang dokter (Han Soo Hyun). Dia memiliki masa lalu yang sangat disesalinya. Hingga suatu hari, dia ditugaskan ke Kamboja (menurut beberapa resensi). Tapi waktu saya nonton, saya inget sekali dia bertugas di pedalaman Kalimantan (kalo merujuk dari subtitlenya).

Awal-awal ceritanya seperti kisah cinta biasa, tapi setelah udah berada di tengah-tengah, saya langsung mikir, eh, gimana-gimana tadi kok bisa gitu, yak. Yang ujung-ujungnya, balik lagi nonton ke menit pertama (akibat suka ngeremehin cerita film). ๐Ÿ˜‚ 

Han Soo Hyun mendapatkan beberapa buah pil yang bisa membuatnya tertidur, Di dalam tidurnya itu, dia kembali ke masa lalu. Disana dia bertemu dengan dirinya yang masih muda (30 tahun sebelumnya). Dengan pil itu dia berusaha mengubah takdir, dengan mencegah kematian kekasihnya. Sayangnya, Si Dokter atau Han Soo Hyun telah memiliki anak dari wanita lain. Jika dia merubah  takdir, maka dia tidak akan pernah lagi melihat anaknya, karena memang tidak pernah ada jika masa lalunya berubah.

Dari situ perjuangannya berlanjut, termasuk dengan merubah takdir temannya yang meninggal begitu cepat dan ketika dia pasrah saat menderita kanker paru-paru. Setelah dia meninggal, temannya memakan pil terakhirnya, dan mencoba mengubah takdir Han Soo Hyun. 

Awards : Pemenang Popularity Award di 37th Golden Cinema Film Festival dan Nominasi Best New Actor di 54th Grand Bell Awards.


3. FATHER AND DAUGHTER (2000) A FILM BY MICHAEL DUDOK De WIT



Film pendek tanpa dialog, yang berasal dari negeri Kincir Angin ini, mampu menyampaikan pesannya yang sangat mendalam kepada penonton. Dengan menyajikan ilustrasi yang sederhana juga diiringi suara musik, namun menarik. Kita akan terus melihat pemandangan jalan di sepanjang cerita, lalu berakhir di tepi sungai. Dimana sang ayah berpamitan kepada putrinya untuk pergi ke suatu tempat dan sepertinya akan lama.

Keesokan harinya, putrinya kembali ke tepi sungai dan berharap sang ayah akan segera pulang. Namun, terus berulang-ulang sampai ia dewasa, ayahnya tak jua kembali. Hingga suatu hari, putrinya menyusuri sungai yang telah mengering. Dia menemukan bahwa perahu yang ditumpangi ayahnya telah terbalik dan sang ayah telah tiada. 

Di akhir cerita, putrinya yang telah menua seolah berhalusinasi kembali ke masa kecil, dia bertemu lagi dengan ayahnya dan segera memeluknya.

Film ini mendapatkan 20 penghargaan dan 1 nominasi, diantaranya adalah :
BAFTA Award for Best Short Animation (25 February 2001), Academy Award for Best Animated Short Film (25 March 2001), Grand Prix at World Festival of Animated Film - Animafest Zagreb in 2002.


4. LA MAISON EN PETITS CUBES (2008)


La Maison en Petits Cubes ato nama lainnya (ใคใฟใใฎใ„ใˆ, Tsumiki no Ie, "The House of Small Cubes") adalah sebuah animasi yang mengingatkan kita pada gaya lukisan khas Eropa modern di awal abad ke-19 yang dipelopori oleh Pablo Picasso atau Salvador Dali.

Pemilihan judul yang menggunakan bahasa Perancis (La Maison en Petits Cubes) menegaskan nuansa Eropa dalam film animasi berdurasi sekitar 12 (dua belas) menit ini. Audiens seperti digiring untuk mempercayai bahwa film animasi ini benar-benar produksi Eropa atau Perancis. Sampai di akhir film, audiens akan dikejutkan oleh sederetan nama-nama Jepang yang mengisi credit title. 

Film yang juga tanpa dialog ini, bercerita mengenai perjalanan seorang lelaki tua dalam membongkar masa lalunya. Banyak menampilkan tanda-tanda visual metaforik dengan makna berlapis. Dimulai dari rasa sepinya pada kesendirian, di sebuah lingkungan yang semua rumahnya berbentuk kubus, yang berulang kali harus di renovasi jika ketinggian air semakin bertambah. Kisahnya banyak menunjukkan kegiatannya di hari tua dan kerinduannya di masa lalu. Ketika dia kecil, bertemu kekasihnya, menikah, punya anak, lalu cucu, hingga bagaimana ia berakhir di rumah itu sendirian.

Diiringi musik Kenji Kondo, film ini menyajikan gaya surealis dan hiperbolis yang ditampilkan dalam warna-warna kelam dan penggambaran objek yang berbeda dengan film animasi komersial populer, film animasi besutan sutradara Kunio Kato ini tidak terlalu berambisi mengejar profit. (Berat banget bahasanya, yak) ๐Ÿ˜‚ karena infonya ini, di dapat dari Paper yang berjudul Mitologi Film Animasi La Maison En Petits Cubes yang ditulis oleh Ardiyansyah. ๐Ÿ˜

Film ini berhasil memenangkan Academy Award yang ke 81 pada tahun 2009 sebagai Film Animasi Pendek Terbaik, dan meraih penghargaan The Annecy Cristal pada Annecy International Animated Film Festival yang ke 32.

Selain itu, pada tahun 2008 mendapatkan Hiroshima Prize di Hiroshima International Animation Festival, Grand Prize – Animation Division di Japan Media Arts Festival, Junior Jury Award di Annecy International Animated Film Festival, Best Animated Film di Message to Man, Best Script – Jury Award di Anima Mundi, dan terakhir Best Animation di LA Shorts Fest.


5. ANONIM (Lupa Judulnya) ๐Ÿ˜‚

Sebenernya, ada film barat satu lagi tapi karena udah lama jadi saya lupa judulnya. Gambar covernya itu, dia lagi duduk diatas sejenis gajah purbakala (kalo gak salah). Google juga udah tak ubek-ubek tapi masih aja gak ketemu. Tapi ya sudahlah, tak ceritain aja kisahnya yaahhh.. ๐Ÿ˜

Cerita filmnya berawal dari sang keponakan yang mendapatkan surat warisan. Sang keponakan diminta menjaga makam pamannya dan mengurus harta benda yang ditinggalkannya. Nah, sementara itu, pamannya ini ternyata telah terteleportasi untuk ke dua kalinya ke planet lain dan masuk ke tubuh orang sana (untuk urusan travel timenya inih mirip-miriplah seperti avatar tapi bukan menggunakan teknologi mungkin lebih seperti kekuatan ghaib, yang terjadi di sebuah gua (cmiw).

Sebelumnya, di planet tersebut dia menjadi seorang prajurit rendah, tapi memiliki kemampuan luar biasa. Badannya menjadi elastis, bisa meloncat kesana sini, dan memiliki kemampuan bertarung yang hebat diatas rata-rata.

Karena sepertinya dia tidak akan pernah kembali ke bumi, akhirnya dia benar-benar mencoba bertahan hidup dan ikut berperang membela kerajaan dan galaksinya. Hingga pada akhirnya, dia berhasil memenangkan peperangan, dan menemukan cinta sejatinya.

Tapi sayang, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba dia kembali ke bumi disaat dia akan menikahi kekasihnya, yang adalah seorang putri raja. Karena merasa hidupnya tiba-tiba menjadi tak berarti dan kehilangan orang yang dikasihi, dengan sekuat tenaga dan segala cara akhirnya dia berusaha kembali ke planet dimana sang putri berada.

Nah, dari cerita diatas. Kira-kira adakah yang tau dengan judulnya ? ๐Ÿ˜‚

Trus kalo kalian gimana? Adakah film ato drama yang paling nyantol di benak kalian? Yang bikin kalian terus terngiang-ngiang dan paling membekas hingga sekarang ? Cerita dong

sumber : wikipedia

Venesia dari Timur ?

21:05 7
Venesia dari Timur ?
Penasaran gak sih? kenapa kota Palembang itu pernah mendapat julukan Venesia dari Timur? Hmm.. kalo saya sih penasaran, karena tentu saja saya kan tinggal di Palembang. Tapi, meskipun udah berpuluh tahun tinggal disini kok sayanya gak tau alasan sebenarnya mengapa dan bagaimana yah :D. Kalo ada turis yang bertanya dan minta jawaban lengkap, nah loh.., malu kan saya :D (katanya kota tertjintaaa..).

Nah, berhubung Palembang akan menjadi salah satu tuan rumah Asian Games ke-18, maka saya akan sedikit mengulik salah satu destinasi wisata terbesar yang ada di kota Palembang, yaitu Sungai Musi yang telah membuat kota Palembang pernah mendapat julukan “Venitie van Oost”, ”de Oosterc Venetie”, ”The Indisch Venetie”, ”The Venice of the East” atau Venesia dari Timur.

Wilayah air dengan sedikit daratan (Geografis)

Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua wilayah, seberang hilir dan seberang hulu, yang terdiri dari beberapa anak sungai. Dulu, paling sedikit tercatat lebih kurang 117 buah anak sungai yang mengalir jernih di tengah jantung kota. Sebagian besar Kota Palembang adalah wilayah air dengan sedikit daratan. Penunjang utama kota adalah tatanan perdagangan “ruang air” dengan dukungan dari kampung-kampung yang menghasilkan industri kecil dan ditopang masyarakat pedalaman yang menghasilkan hasil kebun, hutan, serta tambang membuat Sultan dan para Pembesar Kerajaan dapat berdagang dengan dunia luar di atas “ruang air’ Kota Palembang. Sehingga menjadi tempat strategis dan jalur transportasi paling efektif bagi masyarakat, terutama pedagang lokal, Asia hingga Eropa. Dan hal ini, sangat mendukung rencana para penjajah asing, terutama Belanda.

Keadaan Sosial

Kota kerajaan Palembang pada abad pertengahan memiliki stereotipe pasar terapung karena berlangsung di atas permukaan air dengan warung-warung yang berada di atas rakit. Pada masa itu ada banyak pedagang kecil yang menjajahkan dagangannya seperti penjual Pempek, Burgo dan Kemplang dengan menggunakan Perahu Dangkuk atau Kolek terbuka dengan satu orang atau lebih pendayung dan yang duduk di belakang sebagai pengemudi. Selain Perahu Dangkuk seperti layaknya Gondola yang menjadi perahu khas dari Venesia, di Palembang pun memiliki perahu khas lain dengan keunikan tersendiri seperti Perahu Kajang, yaitu sejenis perahu kayu tertutup dengan memakai atap dari daun rumbia yang dilengkapi kelambu, tempat tidur, dan alat memasak dan ada juga semacam rumah-rumahan dibagian belakang sebagai tempat beristirahat (seperti pada gambar). Perahu ini membawa hasil bumi, terutama buah, sayuran dan kebutuhan lainnya untuk dijual.

Karena keadaan sosial dan kondisi alam (geografis) inilah maka pada akhirnya disebut-sebut memiliki kesamaan dengan sebuah Kota Air yang terletak di Selatan Italia, yaitu Venesia.


Gak terasa, dalam hitungan hari saja seluruh bangsa Indonesia akan ikut memeriahkan perhelatan akbar Asian Games ke-18 di dua kota, yakni Jakarta dan Palembang yang bertepatan di tanggal cantik 18.08.18. Dan seolah mengajak seluruh penduduk negara peserta Asian Games untuk ikut merayakan hari bersejarah bagi negeri tercinta ini, karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia satu hari sebelumnya, pada tanggal 17.08.18. 

Semoga event yang akan segera di selenggarakan dapat berjalan lancar dan sukses, serta menjadi kebanggaan bagi nusa dan bangsa. Amiin ya robbalalamien...

Merdeka.. !



Referensi :
#Venesia dari Timur : Memaknai Produksi dan Reproduksi Simbolik Kota Palembang dari Kolonial sampai Paskakolonial, Penulis Dedi Irwanto Muhammad Santun, 2010
#https://www.tropenmuseum.nl
#Catatan Tugas Akhir
#Masyarakat

Kekuatan Albatros

19:18 0
Kekuatan Albatros
Albatros atau The Temps adalah  sebuah acara 'reality show' dari salah satu stasiun tv berbayar nun jauh dari korea sana. Bolehlah saya rekomendasikan buat inspirasi anak-anak muda jaman now dan juga sebagai tolak ukur dan pandangan baru bagi para ortu. Yang belakangan ini seringkali mengingatkan saya tentang perjuangan-perjuangan di masa lalu. (ini bukan lagi cerita tentang hari kemerdekaan ya :D). "Kan ada juga tuh beberapa ortu yang seneng banget dengan anaknya yang mandiri, saking bangganya karena sang anak bisa membantu mencari nafkah hingga mengabaikan tanggung jawab dan malah sibuk menuntut kewajiban anak terhadap Ortu."

Albatros adalah Seekor burung yang memiliki sayap terlebar namun tidak mampu terbang. Pada suatu waktu datanglah angin badai serta puting beliung dan memporakporandakan burung-burung lain yang sedang terbang hingga berjatuhan. Tapi, tidak dengan Albatros, justru angin puting beliung membuat sayapnya mampu terbang dan bisa mengendalikan angin hingga terbang tinggi dan semakin tinggi.

Dalam hal ini, sang Albatros adalah para anak muda pekerja paruh waktu. Yang sepertinya memang orang-orang terpilih yaitu hanya anak muda yang penuh semangat dan pekerja keras.

Acara ini mempublikasikan tentang kegiatan beberapa selebriti (dua diantaranya adalah mantan atlet) yang sepertinya juga pekerja keras di masa mudanya. Dan merekalah yang akan menggantikan para pekerja paruh waktu (Albatros) dalam kurun waktu satu hari kerja. Dari tayangan tersebut kita bisa melihat betapa kerasnya kehidupan anak anak muda 'jaman now' dalam meraih impian dan usahanya melanjutkan hidup dengan cara mengais rezeki melalui kerja paruh waktu. Khususnya bagi yang kurang mampu.

Saya sempat kagum dengan kemampuan mereka. Entah karena pikiran manusia yang semakin maju atau kekuatan fisik dan daya tahan tubuh manusia yang semakin berevolusi atau mungkin kondisi fisik saya sebenarnya yang lemah. Apalagi waktu ada salah seorang Albatros yg pernah berujar, bahwa sama sekali tidak memiliki hari libur, bahkan mengambil pekerjaan 2 sampai 3 sekaligus dan itu di sambi dengan kuliah. tidur pun hanya 4 jam setiap hari.

Seandainya saya dulu memiliki semangat seperti itu, mungkin impian saya tidak akan patah di tengah jalan. Tapi, kadang saya ragu apakah bisa meskipun semangat saya lebih menggebu dari mereka. Sementara berangkat kuliahpun harus sejak pagi buta, selesai kuliah langsung kerja, sering lembur pulang jam setengah 11 malam, blom urusan mandi, beres beres, bikin tugas kuliah dll.

Seringnya saya kelelahan, tertidur hingga pagi dengan tas yang masih terselempang di bahu. Begitu berulang-ulang setiap hari tanpa libur kerja meskipun tanggal merah ato hari besar, kurang minum kurang tidur kurang makan demi kuliah dan untuk meraih satu impian.

Hingga gejala tipes, gejala batu ginjal, maag, asam lambung naik, gejala isk, gusi berdarah2, dan beberapa penyakit lainnya yang tanpa peduli menyerang secara bertubi tubi.