uzegan: Non Fiksi Terpilih
Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi Terpilih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi Terpilih. Tampilkan semua postingan

Jurus Ampuh Melawan Lupa Unfaedah

20:54 81
Jurus Ampuh Melawan Lupa Unfaedah

Pernah gak sih, kamu lupa bawa duit kalo mo belanja atau malah lupa bawa ongkos padahal udah di dalam bus atau angkot? Biasa aja kali yah kalo lupa dengan hal-hal seperti itu, udah umum. Tapi kalo selalu lupa bawa duit, setiap makan bareng sama temen yang lagi tajir, pernah? Kalo iya, itu mah bukan lupa atuuh, tapi kamunya yang ngarep ditraktir. πŸ˜‚

Nah, kalo kenalan saya lain lagi (belum jadi temen sih sebenernya, meskipun setiap ketemu tak pernah lupa untuk saling menjahili). πŸ˜…

Pada suatu hari di pagi yang dingin, Si Dia ini tiba-tiba menggedor-gedor pintu kantor mencari Pak Bos, yang mana saat itu saya juga sedang menunggu dibukakan pintu oleh Beliau.

Terus saya tanya, "Kenapa? Apakah ada yang mendesak?" Dia cuma senyum-senyum doang dan malah balik bertanya, apakah Bos saya ada di dalam? 

Tidak berapa lama, Pak Bos membukakan pintu dan Si Dia ini langsung ngajak ngobrol tapi berbisik-bisik. Tak disangka, ternyata suaranya bisa terkoneksi ke kuping saya. Jadi saat itu, saya langsung aja akting, pura-pura gak denger. πŸ˜‚πŸ€£

Ternyata dia lupa bawa kunci motor sodara-sodara, tapi motornya idup dan bisa nyampe ke kantor saya.πŸ˜‚ 

Gimana pula ceritanya ??

Jadi begini, pas dia mo manasin motor di depan rumah, biasanya kuncinya digeletakin lagi di atas meja (takut motornya dibawa orang beserta kuncinya). Berkemungkinan ntuh kunci masih disitu atau bisa saja terjatuh. Kenapa bisa ada dua opsi? Karena dia lupa, apakah kuncinya sudah berada di atas meja lagi ato udah diambil dari atas meja tapi gak nyadar kalo terjatuh. 

Siangnya, setelah Dia ngembaliin kunci motor Pak Bos, yang ternyata bisa juga dipake di motornya Dia. Misteri lupa kunci motor ini pun terpecahkan (akhirnya Dia ingat ).  πŸ˜‚

Kunci motornya emang beneran terjatuh, tapi jatuhnya dari motor dan untungnya masih di depan rumah. Sayangnya, dia cuma ngeliatin aja kuncinya terjatuh tapi gak diambil, langsung nyelonong aja naek motor trus tancep gas, wkwkwk... Ada-ada aja kelakuan anak abegeh satu itu (jadi semacam amnesia sesat atau pikun gak jelas ini, kali yak. Entah) πŸ˜‚

Karena usia Dia hanya beda dua tahun di bawah saya🀣 Jadi waktu itu ngakaknya nyante banget bro (tidak disertai dengan tata krama dan tata cara orang lagi jaim seperti gaya-gayanya orang dewasa). πŸ˜‚

*Tega banget yak saya ngetawain orang lupa, πŸ˜… Astaghfirullah.. 🀣


Faktor Penyebab Lupa 

Nah, ternyata Lupa ini banyak penyebabnya. Kalo saya sama seperti si Dia ini, sering mendadak lupa karena kehilangan konsentrasi akibat terburu-buru, kebanyakan ngelamun atau banyak pikiran karena suatu masalah yang membuat kita jadi linglung. 

Biasanya langsung berimbas ke masakan yang jadi gosong, salah racik bumbu, manggil nama anak sampe ketuker-tuker, lupa matiin kompor atau tagihan air membengkak akibat sering lupa nutup air keran. πŸ˜‚

Secara pengamatan, lupa itu biasanya terjadi karena aktivitas yang terlalu padat, kejenuhan, tidak adanya pengulangan atau latihan, karena sering ditunda, otak yang sedang capek, pengaruh alkohol atau yang lebih parah seperti kerusakan jaringan syaraf pada otak. Selain itu, bisa juga terkena penyakit yang disebabkan usia yang sudah lanjut. Seperti amnesia, demensia dan alzheimer yang menyebabkan orang tua menjadi  pikun.

Meskipun biasanya kerap terjadi pada orang tua, namun sepertinya generasi muda sudah mulai banyak yang ikut mengalami "mudah lupa" ini. Dan kemungkinan salah satu penyebabnya adalah karena melemahnya fungsi otak.


Agar Tidak Mudah Lupa 

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar tidak mudah lupa :

1. Aktif Secara Mental

Sama seperti kalo kita aktif berolahraga biar sehat. Maka otak kita juga kudu aktif secara mental, biar bisa ikutan sehat juga doounk, alias gak lemot. Gak enak juga kan kalo bodynya sehat tapi otaknya malah keropos. 

Kalo di jaman abegeh dulu, hobi yang biasa saya lakukan sekaligus sebagai cara untuk mencegah penyakit lupa, biasanya dengan mengisi teka teki silang (TTS), bermain catur, melatih memori dengan menjadikan musik sebagai alat untuk mengingat vocab dan spelling saat belajar bahasa asing. Atau ikut memecahkan masalah yang ada dalam cerita novel misteri dan cerita detektif. 

Tapi yang masih saya lakukan sampai sekarang adalah merajut dan belajar memotret (termasuk dengan mencoba menulis lagi di blog ini), meskipun tidak se-intens dulu seperti waktu di awal-awal belajar, dimana saya masih punya banyak waktu luang dan anak-anak blom nambah.  

Selain karena bisa menghasilkan sebuah karya, menyibukkan diri dengan melakukan apa yang kita sukai juga bisa mengalihkan pikiran dari menghabiskan waktu memikirkan hal-hal negatif penyebab stress, yang membuat kita tidak bisa berkonsentrasi dalam melakukan aktifitas sehari-hari.
 
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa merajut mampu mengurangi stress, rasa cemas, dan menurunkan tekanan darah. Dan yang paling penting, merajut dapat membantu mengurangi resiko terjadinya demensia. Juga melatih otak kiri dan otak kanan secara bersamaan dengan melakukan suatu gerakan yang sama secara berulang-ulang. 


Pada akhirnya, orang yang melakukan kegiatan merajut pun akan memasuki suatu fase meditasi. Dimana kita bisa menjadikannya sebagai salah satu cara untuk melatih otak agar bisa fokus dan tidak mudah lupa. Seperti hal nya Yoga.

Itulah mengapa merajut identik dengan nenek-nenek, karena selain sebagai hobi pengisi waktu luang, manfaatnya juga sebanding dengan waktu yang dihabiskan. 

2.  Aktif Bersosialisasi

Aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar seperti dengan tetangga, kerabat, orang-orang tercinta atau orang-orang ditempat kerja ternyata bisa mencegah lupa, loh. 

Saya jadi teringat dengan tulisan Mba Eno tentang "4 Necessary for Living" Si Oppa kesayangan, di blognya CREAMENO. Dimana "You" adalah salah satu hal terpenting, yang menurut saya juga bermakna "orang lain selain diri kita sendiri." Karena sesimpel-simpelnya hidup manusa, pasti membutuhkan orang lain untuk berinteraksi meskipun itu hanya dengan satu orang. 

Contoh konkretnya bisa kita rasakan ketika kita sedang melaksanakan himbauan pemerintah dalam rangka menanggulangi wabah COVID 19, yakni #stayathome #schoolfromhome dan #workfromhome. Bagaimanakah rasanya setelah menjalani semua protokol dengan penuh kepatuhan? Apalagi jika tidak memiliki koneksi internet dan sendirian di rumah dalam kurun waktu yang sangat lama? Silahkan dijawab sendiri, yah. πŸ˜‚ 

Kalo saya mah asli mati gaya. Kecuali saya punya hobi atau kerjaan yang saya sukai dan memang gak membutuhkan internet sebagai pelipur lara dan obat duka nestapa. πŸ˜‚

Karena saat seseorang terisolasi secara sosial dan merasakan kesepian, maka hal ini sangat meningkatkan resiko demensia. Tidak adanya interaksi dengan orang lain akan membuat otak menjadi layu dan perasaan kesepian, efek terburuknya akan membuat seseorang merasa depresi hingga terjadi penurunan mental.

Studi yang diterbitkan oleh Frontier in Aging Neuroscience mengungkapkan bahwa orang tua dengan waktu bersosial yang baik memiliki ingatan, penalaran, dan kecepatan proses otak yang lebih baik.

Koneksi sosial yang dimiliki dan dibangun akan menjaga kesehatan otak menjadi lebih baik. Karena itu juga merupakan salah satu cara meningkatkan daya ingat yang efektif. Dengan begitu kita terhindar dari stress dan depresi yang menyebabkan kita mudah lupa karena daya ingat yang berkurang.

3.  Aktif Berolahraga

Jika kita tidak punya banyak waktu dan kesempatan untuk berolahraga, menurut penelitian yang diterbitkan dalam ‘Prosiding National Academy of Sciences’, kita bisa melakukan latihan ringan selama 10 menit sehari yang setara dengan kegiatan yoga dan tai chi. Contohnya dengan berjalan kaki agar jantung kita terpompa dan bisa berkeringat. 

Karena saat berolahraga, sirkulasi darah di dalam tubuh kita menjadi lebih lancar dan terdapat peningkatan komunikasi di antara hippocampus. Yaitu wilayah penting dalam penyimpanan ingatan. 

Menurut Ilmuwan di University of California, yang dilansir dari Bustle. Olahraga ringan berpotensi meningkatkan konektifitas dan berdampak positif pada otak, karena bisa merangsang pelepasan faktor pertumbuhan bahan kimia di otak yang mempengaruhi kesehatan sel-sel otak. Bahkan bisa menumbuhkan pembuluh darah baru di otak.

Selain itu, berdasarkan sebuah studi, olahraga juga dapat membantu kita mencegah alzheimer. Membantu menjaga daya ingat dan mempertajam fungsi otak.

4. Sarapan dan Makan Makanan Sehat

Perut keroncongan, tidak konsentrasi ketika memulai hari, mual-mual, pusing bahkan sampe sakit kepala, merupakan suatu pertanda bahwa kita lupa untuk mengisi perut dengan makanan atau sarapan. 

Paling sering dulu, dimana kita ikut berpartisipasi dalam rangka mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi di sekolah. Tidak jarang kita melihat ada beberapa anak yang pingsan atau merasa pusing dan lemas. Salah satu penyebabnya adalah karena lupa untuk sarapan. Dan ditambah lagi dengan daya tahan tubuh mereka yang juga lemah.

Sedangkan saya sendiri, meskipun tidak pernah mengalami hal seperti itu. Melupakan sarapan seringnya membuat asam lambung naik. Apalagi jika selalu diburu waktu setiap pagi dan mengabaikan sarapan karena takut terlambat pergi ke sekolah. Biasanya ketika sudah berada di dalam kendaraan, kepala saya akan menjadi pusing, mulai berkeringat dingin dan mual-mual, ditambah lagi jika sopir mulai mengemudi dengan ugal-ugalan. Lengkaplah sudah.

Tidak hanya untuk tubuh, jika kita ingin menjaga sel-sel otak tetap sehat dan membantu mencegah penurunan kognitif yang berkaitan dengan usia, kita tidak boleh melupakan sarapan dan berusaha mengonsumsi makanan yang tepat. Misalnya dengan makan buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Sebagai sumber protein kita bisa mengkonsumsi makanan rendah lemak, seperti dari kacang kedelai, ikan, putih telur dan dada unggas (tanpa lemak dan kulit).

5.  Tidur Cukup

Rambut gondrong awut-awutan, pake baju asal comot, entah baju kemaren ato baju bekas pake seminggu atau sebulan sebelumnya. Namun tiba-tiba datang ke kampus dengan aroma semerbak mirip pupuk kandang karena lupa mandi. πŸ˜‚ (bukan ngomongin diri sendiri ini, yak) πŸ˜…. Ditambah lagi dengan kebiasaan begadang alias kurang tidur. Meskipun gantengnya udah hampir kayak artis ibukota, tetep aja bakal resmi dinobatkan jadi duplikatnya zombie kalo gak sayang sama diri sendiri. 

Udahlah pelajaran gak masuk di otak, bukannya merhatiin dosen, kerjanya malah goler-goleran memamerkan iler ke temen-temen disekitarnya (salah satu temennya itu saya) yang mencoba tabah dan berusaha untuk ikhlas ketika berada disampingnya saat mengikuti mata kuliah di kelas. πŸ˜…

Meskipun pertahanan saya akhirnya tergoyahkan, akibat terpengaruh kebiasaan begadang beliau yang sangat menular. Namun pada kenyataannya, saya kapok sekapok-kapoknya. Karena bukan saja kurang tidur itu bikin otak gak bisa berpikir jernih dan mudah lupa, Kebiasaan begadang juga membuat daya tahan tubuh kita langsung drop dan dipastikan beragam penyakitpun akan berdatangan (hingga sempat bikin keuangan saya pailit, akibat bolak balik berobat ke dokter). 

Tidak hanya itu, pernah juga sekali nabrak saklar dan tiang listrik (ceritanya kurang tidur karena abis putus)πŸ˜…dan pernah kejedut kursi di bus waktu sopirnya tiba-tiba ngerem mendadak, yang bikin mulut saya berdarah karena kursi tersebut berbahan baku dari besi (kurang tidur karena abis berantem). Yang paling langganan itu adalah lupa turun dari bus karena kebanyakan ngelamun, saking lemes dan ngantuknya padahal harus kuliah pagi πŸ˜… 
*Contoh point ke 5 ini dibaca aja ya adek-adek, gak usah di tiru. πŸ˜‚

Ternyata, tidur yang cukup dan nyenyak itu sangat penting banget, coy. Tak terkecuali buat emak-emak yang masih punya anak bayi ato para bloger dan penulis yang terbiasa bergadang-gadang ria. Setidaknya, usahakan ada pengganti jam tidurnya. Entah itu dengan ikut tidur siang bersama bayinya, atau titip dulu Si Bayi ke Bapaknya. Buat emak-emak baru (abaikan dulu perkerjaan di dapur yang memanggil-manggil minta dibereskan, yakπŸ˜…) tidur itu penting, beb.  Kalo emaknya sehat, ngurus anakpun jadi lebih enak, ya gak emak-emak? Kalo kita yang sakit gak mungkin kan Si Bayi yang ngurusin emaknya. πŸ˜‚

Berdasarkan penelitian, selain untuk menguatkan ingatan, memprioritaskan waktu tidur yang cukup dapat mencegah kita dari mudah lupa. Karena terjaga selama 12 jam dapat menurunkan memori untuk mengingat, sedangkan kebanyakan orang dewasa membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur dalam sehari.

Otak memiliki berbagai macam fungsi dan tanggung jawab. Ada bagian yang bertugas mengingat wajah, ada bagian yang harus mengingat nama. Dan lainnya lagi hanya merekam kejadian kalau kita baru bertemu orang baru. “Tidur merupakan momen dimana semua rekaman itu disatukan. Dan tidur jugalah yang membuat hal tersebut tetap bisa diingat dalam jangka waktu lama,” ujar Gary Richardson, M.D., salah seorang Ilmuwan Senior di Sleep Disorders Center (Henry Ford Hospital, Detroit).


Macam-macam Lupa 

Nah, lupa versi saya juga ternyata banyak macemnya temen-temen. 
Contohnya :
Lupa beneran
Lupa ilusi (hipnotis)
Lupa karena pikun 
Lupa disengaja
Lupa-lupanya gak inget πŸ˜‚

Lupa Positif (berfaedah) dan Lupa Negatif (unfaedah)

Lupa positif (berfaedah), misalnya :
Lupa tentang hal yang menyedihkan di masa lalu
Lupa kalo pernah ngutangin orang
Lupa sudah pernah memberi (bukan memberi masalah, yak) πŸ˜‚
Lupa dengan kesalahan orang lain dan memaafkannya

Kalo lupa negatif (unfaedah), misalnya :
Lupa dengan Tuhan
Lupa bayar, kalo gak ada yang nagih
Lupa anak istri atau suami
Lupa bawa duit
Lupa diri
Lupa pulang, karena keasyikan main atau ngerumpi
Lupa sama hutang
Lupa ngembaliin, setelah minjem barang
Lupa dengan kesalahan orang lain yang membuat kita ikutan jadi korban
Lupa kulitnya, kayak Si Kacang
Lupa kalo lagi puasa atau diet
Lupa makan karena gak bisa ngelupain mantan πŸ˜‚


Pengalaman Lupa Unfaedah 

Kalo saya sendiri, paling sebel pas kejadian belanja di minimarket setahun yang lalu (kejadiannya sampe dua kali, terulang kembali waktu belanja di tukang buah di pinggir jalan). Kenapa? Setelah semua barang yang dibeli di gantung di cantelan motor, eh pak suami malah maen nyelonong aja langsung pergi. Meninggalkan saya yang masih tejogrok disitu, lupa kalo bininya blom di angkut. 

Dan juga dengan kejadian dua hari yang lalu yang sempet membuat saya mengutuki diri sendiri. 

Adalah sebuah kekonyolan, ketika dengan sigapnya saya menelusuri tagar resep brownis kukus yang diperkirakan yahud di Instagram setelah melihat fotonya. Demi kue ultah Si Bontot yang ketiga dan kedua adik saya (kuenya kongsian karena ultahnya hanya beda sehari dua hari di bulan ini). Buat mereka itu hemat cuy, karena saya yang modalin, dan juga itu modus sih sebenere.πŸ˜‚ Soale yang pengen makan kue ultah (akibat lebaran kemaren gak kebagian kue) itu sayaπŸ˜…. Mereka mah kagak pernah sekalipun ngerayain yang beginian, hihihi.. 

Siapa sangka kalo saya menemukan foto beserta resep saya sendiri, yang memang pernah di repost di sebuah akun masakan nusantara beberapa tahun lalu (padahal di akunnya sendiri pun masih ada). πŸ˜‚

Yang paling nyesek, adalah ketika ada yang berkomentar "Alhamdulillah enakkkkkk aku bikin, paaasssss kaya yg di toko." πŸ˜‚

Lah, sih empunya resep pun udah gak inget lagi kalo resep itu adalah resep andalan (kata mereka yang udah pernah nyicip gratisπŸ˜…). Saking lupanya, sampe dua hari si pemilik resep malah sibuk berburu tepung brownis instant di setiap minimarket seantero kecamatan (bukan hand sanitizer aja yang sempet menghilang dari peredaran, yak). πŸ˜‚

Kue Ultah Si Bontot yang Ketiga, dengan teknik menghias seadanya πŸ˜…

Ternyata bermanfaat juga upload resep di Instagram, yak. Kendatipun resepnya adalah hasil modifikasi dari beberapa akun memasak terkenal di media sosial, selain karena bisa berbagi (kecuali resep dagangan) kita juga bisa mendokumentasikan lagi catatan resepnya agar tidak lupa seperti saya πŸ˜… (asalkan akunnya gak dihapus). Karena resepnya dulu memang pernah hilang di dalam handphone yang sudah lama rusak. πŸ˜…

Nah, kalo temen-temen gimana? Punyakah pengalaman berkesan mengenai lupa negatif atau lupa tak berfaedah seperti diatas? cerita dong. 😁


Referensi : 
https://www.halodoc.com/
https://doktersehat.com/
https://www.bbc.com/
https://www.honestdocs.id/
https://koinworks.com/
https://www.jawapos.com/

Akibat Sembarang Diet

13:27 37
Akibat Sembarang Diet

Beberapa tahun yang lalu, berat saya pernah turun hingga 15 kg dalam beberapa bulan setelah melahirkan, tanpa diet dan olahraga. Kok bisa? Gimana caranya? Yah, dengan mengkonsumsi makanan sehat, pastinya. Tapi sayangnya itu tidak bertahan lama. Hanya berlangsung selama 3 bulan, lalu muncul gejala mual-mual, kepala terasa berat dan sering pusing berhari-hari. Setelah melakukan medical check-up ke dokter spesialis penyakit dalam, ternyata saya menderita sakit maag, asam lambung dan kolesterol tinggi. Untuk sementara, diet saya stop dulu. Jadi, kesempatan untuk terlihat langsing pun tertunda lagi.

Setelah mulai belajar dan mendapatkan banyak informasi, akhirnya saya sadar kalo penyakit yang saya dapatkan, adalah karena kesalahan pola makan dan nutrisi yang tidak seimbang. Meskipun semua yang dimakan adalah realfood, tapi saya tidak menakar, bahkan mengkonsumsi makanan yang sama berhari-hari dan kadang sengaja mengurangi porsi makan untuk berhemat. Yang terpenting makanan itu sedikit, tidak di goreng, dan bukan nasi putih. Yang juga berarti, bisa mengurangi pengeluaran termasuk kebutuhan bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng dan lain-lain. Nah, sedangkal itulah ilmu perdietan saya saat itu.


Mengurangi Waktu Makan untuk Berhemat

(Mengurangi waktu makan disini, maksudnya bukan dalam satu kali makan di double jadi dua porsi, yak)πŸ˜‚. Keluarga kami biasanya makan tiga kali sehari di awal-awal bulan dan berubah menjadi dua kali sehari ketika menuju akhir bulan (bagi yang dewasa saja). Jika pandemi ini belum berakhir sebulan kedepan, maka kebiasaan makan itu bisa saja berubah dari tiga kali menjadi dua kali, dan yang dua kali menjadi hanya sekali sehari (tenaaang.. blom nyampe ke level makan obat maag tiga kali sehari, kok)πŸ˜‚. 


Mengingat sebentar lagi kita akan menyambut bulan ramadhan, saya mungkin harus berpikir lagi untuk mengatur ulang pengeluaran, agar bisa tetap melaksanakan sahur dan berbuka puasa sesuai sunah rasulullah.

“Bersahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR Bukhari Muslim)

Selain untuk berhemat, banyak juga orang yang melewatkan waktu sahur begitu saja seakan-akan bukanlah hal penting. Alasannya, karena merasa kuat berpuasa tanpa sahur atau karena malas bangun dan lebih memilih untuk melanjutkan tidur. Atau seperti adik saya yang tidak semangat untuk sahur, karena makanan yang disajikan tidak cocok dengan seleranya.

Ada juga yang melaksanakan sahur, tapi tidak melakukannya sesuai sunnah yang telah dianjurkan. Misalnya dengan makan sahur 2 jam lebih cepat biar tidak kebablasan atau karena memang belum tidur setelah tengah malam kemudian langsung sahur, lalu tidur lagi sampai pagi.


“Dari Abu Dzar, Nabi Saw berkata: “Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur.” (HR. Ahmad).


Mempraktekkan Pola Makan yang Benar

Kebiasaan mengurangi waktu makan itu mungkin bisa mempermudah. Tapi jika terus-terusan tanpa memperhatikan batasan kalori perhari, dipastikan akan berakibat buruk pada kesehatan. Kita mungkin menjadi kurus dan mengalami penurunan berat badan, tapi tubuh kita pada akhirnya akan mengalami kekurangan gizi dan nutrisi. Yang membuat organ-organ di dalam tubuh tidak bisa bekerja secara maksimal. Efek terburuknya adalah, bisa menyebabkan kegagalan fungsi pada organ. Sehingga badan kita menjadi lemah dan mudah terserang penyakit.

Diet itu artinya Pola Makan. Maka kita harus mencari tau berapa BMR (Basal Metabolic Rate) agar kita tau berapa kalori minimal dalam sehari saat tubuh tidak melakukan apa-apa, seperti memompa jantung, bernapas, memperbaiki sel tubuh, mempertahankan suhu tubuh, dan lain-lain. Dan juga, berapa TDEE (BMR + kegiatan selama sehari) disini. Maka kita akan mendapatkan jumlah kalori harian untuk mengatur diet perhari yaitu berada di atas BMR dan di bawah TDEE.

Bagaimana cara menghitung kalori yang akan masuk ke tubuh kita? Dengan menimbang makanan atau menggunakan kepalan tangan. Jika ingin lebih praktis, bisa menggunakan piring yang memiliki sekat untuk mempermudah kita menentukan takaran (lihat gambar pertama).


Karena itu, menjaga pola makan sehat itu sangat penting sekali, baik itu di masa pandemi seperti sekarang ataupun tidak. Apalagi di saat kita ingin menurunkan berat badan agar terlihat langsing dan ideal. Pelajari pola makan sehat yang benar agar tidak berimbas di kemudian hari. Karena yang harus berkurang itu adalah lemak, baru berat badan menyusul kemudian.


Berikut Tips dan alternatif agar langsing tapi tetap sehat dan hemat, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini :

  1. Mengkonsumsi karbo kompleks seperti jagung, ubi, kentang, labu kuning. Jika masih punya duit bolehlah sesekali  makan nasi merah, oatmeal, sereal dari gandum utuh atau mungkin roti gandum sebagai pengganti karbohidrat dari nasi. Sebenarnya boleh saja mengkonsumsi nasi putih, karena indeks glikemiknya ternyata tidak jauh berbeda dengan nasi merah, asalkan porsinya dikurangi dan bukan penderita diabet.
  2. Telur, tahu, tempe, toge, susu kedelai, ikan, kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang tanah, dada ayam tanpa kulit, putih telur, sebagai sumber protein rendah lemak, pilih yang murah meriah tapi tinggi gizi.
  3. Gunakan wajan anti lengket setiap kali menggoreng  atau menumis makanan. Karena tingginya kadar lemak jenuh yang dimiliki oleh minyak kelapa sawit, dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
  4. Selain merebus, bisa juga dengan mengukus atau memanggang agar rasa dan nutrisi makanan tidak hilang atau rusak. Dengan begitu masakan jadi lebih sehat dan kita juga bisa berhemat, karena tidak memakai minyak goreng sama sekali.
  5. Kurangi mengkonsumsi gula dan tepung-tepungan. Pemanis alami bisa didapat dari buah atau madu. 
  6. Mengkonsumsi sayuran atau serat. Lebih bagus jika ditanam sendiri, selain menghindari terpapar pestisida juga akan menghemat pengeluaran.
  7. Mengkonsumsi lemak baik seperti ikan, alpukat, kacang tanah, kacang almond, kacang mete, kacang kenari, minyak zaitun, minyak kelapa (bukan kelapa sawit) tinggal pilih yang paling terjangkau.
  8. Mengkonsumsi vitamin dan mineral yang terdapat pada buah dan sayur-sayuran lokal atau yang sedang musim.
  9. Mengganti Suplemen dengan Jamu-jamuan. Bisa juga dengan minuman tradisional yang menggunakan rempah atau rimpang-rimpangan.
  10. Belajar mengerem ketika makan, meskipun yang dikonsumsi adalah sayur atau buah. Walaupun sehat tapi makan berlebihan itu tetap saja tidak baik, yang pada akhirnya akan ikut ambil bagian dalam kenaikan berat badan.
  11. Membatasi info-info yang membuat kita semakin tertarik untuk mencari makanan, seperti lewat internet dan media sosial.
  12. Menjauhi semua fasilitas yang mempermudahkan kita untuk memperoleh camilan tidak sehat.
  13. Lebih banyak bergaul dan berkomunikasi dengan yang seide dan sejalan soal kesehatan dan juga pola makan.
  14. Bergabung ke dalam komunitas yang bisa membuat kita termotivasi untuk menjaga pola makan dan hidup sehat.
  15. Olahraga di rumah, berdayakan saluran olahraga di youtube sebagai instruktur virtual. Jika tidak, lakukan angkat beban (pake botol air mineral diisi pasir pun bisa) atau skipping. Tidak mengapa sedikit-sedikit yang penting dikerjakan secara rutin dan seterusnya.
  16. Say no to Mager, misalnya dengan melakukan pekerjaan rumah lebih intens agar kalori terbakar tanpa harus berolahraga keluar rumah. Meskipun receh, tapi aktivitas tersebut juga berkontribusi menghilangkan lemak berlebih di tubuh kita. Apalagi buat yang masih punya anak kecil, bisa dimanfaatkan sebagai alat olahraga angkat beban juga.
  17. Belajar memanajemen stress.
  18. Stop begadang, selain mengurangi imunitas, juga menghambat pembakaran kalori.
  19. Minum air 2 liter per hari. Minum air berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan, karena akan memaksa organ di dalam tubuh kita bekerja lebih keras.
  20. Nah buat emak-emak yang doyan sisa makan anaknya (saya banget ini mah) πŸ˜‚untuk mensiasati agar makanan sisa tidak terbuang begitu saja, karena tidak dimakan emaknya lagi (emaknya pengen diet), tinggal pelihara ayam aja. Sisa makanan si adek jadi jatah buat ayam, biar ayamnya jadi sehat dan bergizi alias gendut. Dengan memelihara ayam, kita bisa mendapatkan profit protein hewani gratis dari telurnya, apalagi pas di tanggal tua.πŸ˜‚
Dengan pola makan sehat dan seimbang, kita tidak akan merasa tersiksa lagi karena rasa lapar. Caranya gimana? Dengan mengkonsumsi makanan yang mengenyangkan pengganti karbohidrat, yakni dengan menambahkan serat lebih banyak, seperti karbo kompleks, buah dan juga sayuran.


Mengurangi Lemak Setiap Hari (Defisit Kalori)

Melalui Jurnal Dr. Melyanti, dikatakan bahwa "Untuk membuang 1 kg lemak dari tubuh, kita harus mengurangi (defisit) sebanyak 7700 kalori. Nah jika saya sehari bisa defisit rata-rata 300 kalori, maka berat badan saya bisa turun 1 kg dalam waktu 7700 : 300 = 26 hari.

Apa aja yang dimakan????
  • 70-80% realfood seperti nasi, sayur, buah, ikan, dada ayam, daging merah lainnya (tanpa lemak), hati ayam, ampela, oat dan sejenisnya.
  • 20-30% funfood seperti mie, gorengan, kue-kue, donat, martabak, biskuit, cokelat, ice cream, pizza, burger, pasta seperti spageti dan sejenisnya. Jadi bukan berarti kamu 100% kudu makan realfood. Funfood boleh, asal dibatasi jumlahnya. (Biar ga stress, daripada ditahan-tahan, abis itu jadi kalap trus gagal diet, yah kagak bisa juga).πŸ˜…
Misal: 
Saya dulu bisa makan 4-5 pcs gorengan baru puas. Sekarang cukup 1 pcs saja, maksimal 3 pcs/minggu.
Dulu makan donat kudu 2 pcs. Sekarang kalo pas dibeliin ya makan aja 1 pcs.
Dulu makan mie/indomie 3x/minggu, sekarang cukup 3x/bulan.
Dulu makan pizza harus 2 slice, sekarang cukup 1 slice.
Dulu makan pisang molen bisa 3 pcs, sekarang cukup 1 pcs.

Jadi lebih banyak makan sayur, buah, dada ayam, ikan, telur, putih telur, nasi 1/2 porsi dari biasanya (kira-kira 100-150 gram di siang hari). Gak ada pantangan terhadap makanan, kecuali yang haram dan alergi buat kamu. Karena kuncinya itu tetep ada di defisit kalori.

Memang terlihat lama, tapi di jalankan saja. Nanti berat badan akan tetap stabil di bawah dan gak gampang naik. Yang terpenting bukan berapa lama dan berapa hasilnya, tapi....MEMBENTUK POLA HIDUP SEHAT itu butuh waktu minimal 3 minggu. Kalau pola hidupmu sudah bisa sehat (defisit kalori yang bener dan olahraga yang bener), ini artinya prosesnya bener dan nanti hasilnya juga pasti bener. Lakukan aja 3 bulan, lihat hasilnya bertahap.

Gak ada proses turun berat badan yang instan tapi sehat. Instan tapi berbahaya bagi tubuh, malah merugikan kamu sendiri. Lakukan bertahap tapi sehat itu lebih baik dan ilmu yang kita dapat bisa kita pakai dan share sampai kapanpun."

Nah, setelah mempraktekkan apa yang saya pelajari selama beberapa bulan belakangan, berat saya turun sebanyak 7 kg. Perubahan yang paling signifikan adalah :
🌸 Rambut rontok berkurang.
🍍 Kaki tidak kram lagi setiap pagi.
πŸ‰ Gusi tidak berdarah lagi setiap menggosok gigi.
😎 Mata tidak berkunang-kunang lagi setelah bangun tidur.
πŸ‚ Muka lebih sehat dan jarang berjerawat.
πŸ„ Tidak kram perut lagi kalo duduk kelamaan.
🌽 Stress berkurang.
🍩 Lemak di perut berkurang sangat banyak.
πŸ‘½ Pipi jadi lebih tirus.
☕ Disaat semua orang flu saya sendiri yang tidak.

Demikianlah, kurang lebih manfaat yang saya dapatkan selama belajar membentuk pola makan sehat. Semoga bermanfaat, yak. 😁



Referensi :
#rizalnutrisionist
#hansboling
#komunitas fatsecret

Bukan Jarak yang Salah

11:17 2
Bukan Jarak yang Salah

Patut dipertanyakan, jika pasangan terpisah jarak dan hubungannya terlihat baik-baik saja, apalagi ternyata hubungannya malah semakin memburuk. Harus di cari tau, itu yak.

Dari hasil pengalaman mendengar (sisanya menguping πŸ˜‚). Ada beberapa kisah dari sudut pandang perempuan, tentang jarak yang membuat mereka malah berakhir jadi nelangsa. 

Eh tapi, jangan mentang-mentang abis baca ini langsung minta cerai atau putus, yak. Bukan bermaksud manas-manasin sih, cuma sekedar menghasut πŸ˜‚ (sama aja itu, mah). Hanya saja, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan. Meskipun sedikit, semoga bisa diambil hikmahnya. 😊

Di suatu pagi, ada seorang wanita menangis tersedu-sedu, sambil sesekali terdiam. Dia berkata, baru sebulan melahirkan anaknya yang keempat, anak pertamanya pun masih kecil. Berulang-ulang dia mempertanyakan kenapa suaminya tega menikah lagi diam-diam, dengan airmata yang tak henti terurai. Bagaimana kehidupan mereka sehari-hari? Ternyata, sang suami bekerja di luar kota dan pulang hanya sebulan sekali.

Lalu ada lagi, seorang wanita yang berkali-kali dikhianati akhirnya memutuskan untuk bercerai, karena sudah tidak sanggup lagi menghadapi kelakuan suaminya selama bertahun-tahun. Semuanya berawal karena sang suami sering pindah tugas keluar kota. Walopun mereka bertemu seminggu sekali, tapi itu kurang cukup untuk membuat suaminya kekeuh untuk tidak terus mencari wanita lain.

Tidak perlu harus sampai keluar kota, Jika seorang suami tidak pulang berhari-hari dikarenakan pekerjaan yang memang tidak bisa ditinggal, seperti sebuah proyek atau sejenisnya. Jangan dibiarin aja (waspada dounk harusnya). Seperti nasib salah seorang temen saya yang sering upload-upload foto mesra bareng suami, saking positive thinkingnya. Eh taunya, si suami gak pulang berhari-hari, ternyata karena sering menginap di rumah sang mantan. Ckckck..

"Rindu mungkin terjadi karena jarak. Tapi rindu itu, hanya untuk mereka yang setia."

Terus terus, ada lagi temen saya. Pacarnya itu seorang abdi negara, yang harus bertugas beberapa tahun diluar kota. Sempet gak ngasih kabar, eh taunya ngirim sms minta putus, karena dia mau nikah sama orang laen. Lah, mending sekalian aja gak usah ngomong-ngomong atau setidaknya minta putus ajalah karena jarak, gak usah pake embel-embel karena mo nikah sama orang laen. Lah wong tempatnya aja di luar kota. Mo kawin ato gak juga, ya mana tau.

Nah, yang ini beda sudut pandang. Karena cerita ini berasal dari temen saya (cowok) pas kuliah, dia punya temen cowok yang juga adalah temen saya. Ceritanya kami lagi meng-gibhahin si temen kami itu (sebut saja Si Boy) dibawah pohon rindang, pagi-pagi di depan kampus. Mirip species-species tukang gosip ala anak kampus, yak. πŸ˜‚

Tujuan kami sih sebenernya baik, karena Si Boy ini, anaknya lumayan populer dan juga aktif di kegiatan kampus, suaranya enak banget (seorang vokalis), pinter dan ganteng pula. Dia orangnya baik, dan cara berinteraksinya dengan orang lain terlihat dewasa, untuk orang yang hanya beda setaon diatas saya.

Kami mendiskusikan sesuatu yang terbilang hot di seputar kampus pada saat itu, demi kebaikan cewek-cewek yang sangat over ngefans sama Si Boy ini, atau mungkin malah temen saya ini yang rada sirik, karena banyak cewek yang lebih memilih Si Boy daripada dia. Mungkin.. πŸ˜…

Si Boy ini, ternyata udah punya anak-istri di kampung (menikah muda), tapi suka tebar pesona kemana-mana dan merahasiakan latar belakangnya. Sepertinya, temen saya gak sengaja denger dari Si Boy sendiri. Yang jelas temen saya ini orangnya menghargai privasi orang lain, tapi mungkin kelakuan Si Boy telah mengusik hati nuraninya. Gak tega ngeliat cewek-cewek cantik di kampus patah hati, padahal masih banyak pria-pria yang sedang menanti, (termasuk dia kayaknya)πŸ˜‚ dan diharapkan cewek-cewek untuk berhati-hati, jangan sampai salah pilih. πŸ˜‚

Nah satu lagi, cerita dari bapak-bapak muda, juga seorang abdi negara, baru menikah tapi tiba-tiba harus pindah tugas ke kota terpencil, disana dia menikah lagi dan punya anak. Setelah dia kembali pindah tugas kesini secara permanen, Istri dan anaknya yang masih kecil disana ditinggalkan begitu saja dan kembali ke istrinya yang disini.

Sungguhlah mendengar kisah-kisah mereka, bener-bener membuat naluri pembela kebenaran dan keadilan dalam diri saya bangkit (jadi inget Ninja Hattori)πŸ˜‚. Pengennya angkat senjata, tapi berat πŸ˜‚. Pake mulut, orangnya udah dimana, saya dimana. Dengan keyboard, entah apakah para pelaku bisa tersentil? Who Knows.. emang lebih baik calon korban juga yang harus waspada duluan, yak.

Tapiii, gak semua kisah LDR atau LDM seperti itu tentunya, yak. Karena emang begitulah hidup, yang adem ayem bahkan tak terdengar kisahnya, karena tidak ada yang dipermasalahkan. Justru mereka yang bermasalah, jika ketauan maka akan terkuak dan semakin terekspos, karena terdengar lebih menarik dan secara alamiah menjadi pusat perhatian, sehingga membuat seolah hubungan yang berjarak akan selalu berakibat negatif.

Padahal jika ditilik lebih dekat, banyak juga yang rela berkorban, meninggalkan keluarga besar ikut bersama pasangan ke negeri asalnya. Rela berjauhan dari Orangtua dan pindah ke kota lain, agar bisa tetap bersama dengan pasangan. Atau seperti Ortu teman saya yang berpisah (tidak bercerai) sejak teman saya SMA, ibunya bekerja di luar negeri dan membawa serta kakaknya, sedangkan ayahnya disini bersama teman saya dan adiknya, begitu teman saya ini menikah, ibunya memutuskan untuk kembali kesini dan melepas semua kariernya.

"Bukan jarak yang salah, tapi manusianya yang tidak setia. Titik." 

(Bikin peribahasa tapi kok ngegas πŸ˜‚) 

22 Olahan Telur di Masa Pandemik

00:06 2
22 Olahan Telur di Masa Pandemik

Lumayan kaget, waktu dapet kembalian 2 ribu perak setelah belanja telur, gula sekilo sama sawi 2 ons pake duit 50 ribu, Ckckck.. Padahal, duit segitu mah biasanya, (cukup gak cukup) masih bisa buat beli sarapan sama bahan lauk pauk untuk satu hari. Tapi tadi, saya dengar dari sumber terpercaya (bukan gosip ala warung sayur) πŸ˜‚memang ada beberapa oknum yang mulai menimbun berpeti-peti telur untuk dijual lagi dengan harga lebih mahal. Setelah kelangkaan masker, hand sanitizer serta melonjaknya harga gula yang mencapai harga 20 ribu/kg (padahal disini ada pabrik yang memproduksi gula lokal) dan juga harga-harga bahan pangan laen.

Sepertinya kita (emak-emak) harus terus berjuang muter otak, demi kelangsungan hidup beberapa orang yang lagi ngendon di rumah selama beberapa minggu ke depan. Apalagi harus menuruti selera makan mereka yang (Picky Eater), Si tukang pilih-pilih makanan. Padahal kan sekarang ini, sangat dianjurkan untuk makan dengan gizi seimbang demi meningkatkan imunitas tubuh. Herannya di sini, kok yah selera makannya variatif banget yak (tapi sayur ogah), sampe emaknya harus mengolah bahan yang sama menjadi makanan yang berbeda. Kalo lagi banyak duit mah enak, tinggal beli aja bahannya gampang. Nah kalo keuangan terbatas seperti situasi sekarang ini. Emang sih emaknya jadi kreatif dan dapurnya ngebul tiap hari, tapi otaknya, pasti ikutan berasep juga pastinyaπŸ˜…. Lah wong, biasanya lebih sering beli kalo gak sempet masak. Mo cemilan, tinggal ke warung, kan banyak tuh disini. 

Saking 'muaknya' masak telur tiap hari (orang-orang serumah mah tetep aja doyan). Dontnowailah.. Mungkin, karena dulu pas baru merit sama suami, semuaaanya doyan makan telur. Tapi saya, karena emang waktu kecil, telur itu biasanya dibeli untuk lauk kalo ibu saya udah kepentok, gak tau mau masak apalagi (ceritanya lagi males masak). Nah, sementara selera makan ortu saya itu, ikan-ikanan dan seafood, seirit-iritnya yah ikan asin ato lauk garem. Jaraaaang sekali mengkonsumsi telur ayam, kecuali kalo pas masak mie instant doang. Itupun anak-anaknya jarang kebagian pake telur. Padahal justru saat itulah kehadiran telur itu begitu sangat istimewa. Rasanya beda kalo indomie disajikan pake telur, karena pasti jadi lebih banyak dan lebih kenyang, yak. Trus tampilannya, diharapkan juga bisa mirip seperti saran penyajian yang tergambar dibungkusnya, (ngarep doang). Karena ternyata, volumenya emang gak seindah realita yang ada. πŸ˜…

Meskipun begitu, telur tetep selalu menjadi salah satu makanan paling wajib sejak menikah. Entah dari jaman batu, pokoknya harus ada telur. Karena dapetnya gampang, masaknya gampang apalagi makannya (tapi itu, kalo cuma direbus, ceplok atau didadar aja) πŸ˜…. Dan lagi, karena telur memiliki kandungan protein tertinggi diantara yang lainnya dan juga mengandung nutrisi yang penting untuk kesehatan, seperti kalium, sodium, magnesium, dan kalsium terutama pada putih telur. Jadi lumayanlah, murah dan bergizi, yak.

Bermacam-macam resep telur yang pernah saya baca di majalah dan di internet, tapi yang saya praktekin tidak banyak juga ternyata πŸ˜‚yang sesuai selera aja sih sebenere, biar gak eneg lagi makan telur. Kalo harus nurutin seleranya orang-orang tapi saya gak mau, yah percuma juga. Feelnya pasti gak dapet, trus masaknya jadi ogah-ogahan. Rasanya juga pasti yah, ala kadarnya πŸ˜….

Berikut, 22 Olahan telur yang pernah saya praktekin. Buat yang doyan telur, boleh dicoba πŸ˜‚.

1. Dadar Garing
Ini adalah resep andalan pertama kali yang saya pelajari setelah menikah. Dimana sebutir telur itu dikocok hingga berbusa kayak bikin kue bolu, dikasih garem kemudian digoreng di minyak banyak dan panas lalu dimasak hingga kriuk-kriuk. 

2. Dadar Tomat Cabe
Resep ini adalah warisan Ortu yang hadir di masa panceklik yang sekalipun gak pernah saya praktekin, kecuali setelah menikah. Karena saya cuma teringat resep ini, waktu mertua nanya bisa masak telor apa aja selaen telur rebus πŸ˜…. Bahannya telor, bawang merah, bawang putih, tomat sebiji, cabe merah, diiris iris semua, kasih garem doang, aduk rata trus di goreng. Makannya sama nasi putih doang kerasa enak banget "saat itu" πŸ˜‚.

3. Orak-arik Kecap
Terinspirasi karena ngeliatin ponakan doyan banget makan ini sama nasi tiap hari. Awal-awal saya cuma sering masakin aja gak sampe nyicip. Tapi kapan hari sering kepepet gak sempet masak, mo beli makan jauh, anak bayi gak bisa ditinggal. Akhirnya, wow kok enak yah, apalagi makannya pake nasi anget yang dicampur kecap manis. (Perasaan orang laper aja kali yah πŸ˜‚). Cara masaknya itu gampang. Telur diorak-arik tanpa minyak tapi kasih sedikit mentega biar wangi, di teflon campur dengan kecap manis sedikit, setelah mateng, tarok diatas nasi trus tuangin kecap manis lagi agak banyak. Aduk.

4. Telur Kari
Telur yang sudah direbus, ditusuk tusuk pake garpu (biar gak meletus) kemudian di goreng, setelah agak garing dicemplungin ke kuah kari ayam. Gampang banget kan πŸ˜…, cuma bikin kuahnya yang kurang praktis. Tapi gak masalah juga sekarang kan banyak bumbu kemasan, yak. Nah, kuah kari ini boleh dibikin banyak, biar besoknya bisa bikin martabak telur buat sarapan. Telur lagi, telur lagi.. πŸ˜‚

5. Martabak Telur
Jangan ngebayangin saya bikin martabak seperti abang-abang itu yah, noup. Susaaaah, bikin kayak begitu, musti dimelarin, lempar sana sini. Belum prosesnya yang lama, keburu laper duluan ini mah πŸ˜…. Saya mah praktis aja bikinnya, tepung aja di dadar tipis-tipis di teflon trus masukin telor, abis itu dilipet, pindahin ke wajan yang banyak minyak, trus digoreng sampe garing luarnya. Jadilah martabak imitasi yang rasanya mirip banget.

6. Roti Tawar Krispi isi Telur
Kemaren beli roti tawar ke minimarket, untuk stok beberapa hari, tapi sepertinya udah pada bosen makan roti yang dioles mentega dan susu lalu ditaburin meses, kemudian dipanggang. Jadi, karena dipastikan pada doyan sama telur. Akhirnya, roti tawar itu dipotong segitiga, diisi sama telur yang sudah didadar tebel (isinya telur doang tapi banyak, terus rotinya dicelupin di adonan tepung krispi, abis ituh langsung digoreng di minyak banyak biar menyatu. Jangan tanya gimana, selera anak-anak banget itu mah, apalagi pake dicolek-colek sama sambel, beuh. Berasa makan ayam goreng krispi aja dah. Meskipun yang ini ada tambahan, namanya jadi Telur Ayam krispi.

7. Telur Dadar Krispi (geprek)
Resepnya simpel. Sesuai namanya, telor cuman didadar tapi tepung krispinya dibanyakin biar tebel dan kriuk-kriuknya melimpah ruah, karena ada juga yang doyan makan tepungnya aja tapi isinya dicuekin.

8. Nugget telur
Alih-alih sayur, akhirnya saya bikin bakwan (biar pada mau makan sayur, meski terselubung). Sejak #dirumahaja, eh, saya kebablasan, karena ternyata bikinnya hampir tiap hariπŸ˜‚. Itu baru ketauan karena ada yang protes, kalo gak, yah cuek aja teruus wkwkwk..

Akhirnya karena banyak stok sayur, semuanya saya cincang kecil-kecil kemudian campur dengan telur yang sudah dikocok. Usahakan jumlah telurnya melimpah, biar adonan merekat sempurna setelah dikukus di loyang dan rasa sayurnya bisa ilang ketutupan rasa telur. Setelah itu, saya potong-potong kotak/stik, balurin tepung roti, trus simpen di kulkas, pas mo makan baru digoreng. Lumayan buat lauk seminggu.

9. Botok telur
Resepnya sama kayak botok biasa dicampur parutan kelapa trus dibungkus daun pisang dan dikukus, tapi saya banyakin telurnya, karena yah, emang gak ada bahan laen lagi yang bisa dimasukkin. πŸ˜‚

10. Telur kukus
Telur dikocok aja kasih garem ato kaldu bubuk, abis ituh saya kukus (lumayan, makanan untuk diet tanpa minyak) buat cemilan penambah protein.

11. Pempek telur
Pempek disini maksudnya Pempek dos isi telur, karena lebih praktis. Kalo mo pake ikan juga boleh, tapi berhubung biayanya bakal "menggendut", jadi pake sagu aja dulu, yak. Di adonannya saya kasih telur juga biar teksturnya lebih manteb. Pas pempeknya dibentuk, saya bikin tipis, dan isi telurnya melimpah, biar puaaaassss.. πŸ˜†

12. Telur sambo
Ada yang pernah denger telur ini? Ini adalah telur dadar yang suka dijual di rumah makan padang ituloh. Telurnya tebal sekali dan aroma rempahnya sangat khas. Dulu resep telur ini sempet populer di internet, karena disertai tips dan trik gimana menggorengnya, biar hasilnya tebal dan enak. Bahannya pun terbilang simple, telur, bawang merah, cabe merah dan garam. Hanya saja teknik menggoreng yang harus diperhatikan dan peralatan wajan yang berbentuk sangat cekung agar hasil telur bisa kelihatan tebal maksimal.

13. Telur gulung ala Jepun (Tamagoyaki)
Karena kemaren dulu pengen makan telur yang tebel tapi gak punya wajan kecil cekung, alhasil nemulah cara bikin telur dadar ala jepang yang teksturnya sebelas duabelaslah kayak telur gulung ala korea (gyeran mari) dan masih bisa dimasak di teflon bulat (yang penting tebel yekan).

14. Sambal goreng telur
Aslinya, sambal ini adalah sambal goreng ati buncis. Karena udah ada yang jual bumbu basahnya disini (bisa dibekukan untuk nyetok), tapi males ngebersihin ati, ampela dan buncis (sebenere karena telur emang lebih murah) jadi cukup telur rebus, terus digoreng sampe kulitnya agak coklat baru dimasukkin ke bumbu basah yang udah ditumis dan dikasih santan, biar ada kuahnya. Udah, manteb itu mah.

15. Sate telur puyuh
Konon katanya, anak-anak kecil yang sedang berada di masa pertumbuhan boleh mengkonsumsi 5 butir telur puyuh perhari (konsumsinya dibatasi untuk orang dewasa karena mengandung kolesterol tinggi). Demi tumbuh kembangnya dan biar gak minta jajan terus, akhirnya diputuskan bikin sate dari telur puyuh rebus, telurnya dikupas lalu disusun seperti sate, terus dicemilin. Gitu doang πŸ˜‚ kalo pengen dicocol saos kacang silahkan (kalo ada).

16. Bola-bola Telur Puyuh balut Tepung Jagung (namanya lupa)
Dulu pernah nemu resep ini di sebuah tabloid masak memasak, bahan-bahannya seabrek tapi rasanya bolehlah. Adonan kulitnya dari jagung dan udang yang sudah ditumbuk dan dicampur bawang-bawangan halus, ketumbar, terigu serta tepung maizena. Mirip adonan perkedel tapi bisa dibulat-bulatkan dan diisi telur puyuh, kemudian di goreng.

17. Telur ceplok kuah Soto
Telur diceplok masukkin ke kuah soto, jadi deh. Tapi sebelumnya, kuahnya dibikin dulu, ato mungkin masih ada yang kemaren, sisa beli dari warteg. 😁

18Telur ceplok kuah Semur
Caranya sama kayak telur ceplok kuah soto, tapi kuahnya pake Kuah Semur Ayam atau Semur Daging. (bisa bikin, beli atau memanfaatkan sisa lauk kemarin)

19. Telur malbi
Telur rebus, digoreng sampe berkulit dimasukkin ke bumbu malbi. Ada yang jual bumbu basahnya juga disini, jadi tinggal ditumis trus dikasih kecap, masukin telur taburin bawang goreng.

20. Telur Bacem
Sekalian pas mo masak tempe bacem, masukkan juga telur yang udah direbus. Lumayan kan, bisa nambahin stok lauk.

21. Pempek lenggang
Gak perlu pempek yang mahal, cukup pempek dos ato cireng, cilok dan sejenisnya, dipotong kecil-kecil dimasukkin ke kocokan telur, terus di dadar di teflon, dimakan pake cuko pempek. Kenyang πŸ˜…

22. Orak arik kuah pindang
Karena waktu itu sempet kehabisan minyak goreng, tapi males makan telur rebus. Liat di panci, masih ada sisa kuah pindang tulang kemaren. Akhirnya beberapa butir telur yang sudah dikocok saya cemplungin, ke sisa kuah pindang yang mendidih terus di aduk-aduk kayak bikin telor orak arik. Dan ternyata, rasanya jadi lebih enak πŸ˜‚. 

Ya, sutralah. Segini dulu aja, ini juga kayaknya udah kebanyakan. πŸ˜‚

Semoga yang membaca terinspirasi, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang ini. Mo nyetok susah, eh barangnya juga gak ada karena langkah. Pas mo belanja, eh ternyata duitnya juga gak ada (kan puyeng)πŸ˜‚  

Mengkonsumsi telur itu lumayan ngirit bagi yang punya duit (kalo gak punya duit, apa juga yang musti diiritin, yak πŸ˜…) dan lumayan praktis buat yang gak mau ribet, bersihin ikan, ayam, udang dan lauk-lauk sejenis lainnya ato malah emang sukanya cuma sama telur. Dan semoga, gak tambah eneg setelah kebanyakan praktek masak telur, yak. πŸ˜‚ 

Kalo ada yang ingin menambahkan, boleh 😁 dipesilahken.

Kado Termahal

20:27 0
Kado Termahal



Gimana sih rasanya, kalo seorang cewek yang dulunya (waktu masih singel) terbiasa dikasih kejutan, kado atau dapet kiriman SMS ucapan dari para fans cowok pas lagi ultah? (sok ngartis banget) :p yang mau nggak mau harus kehilangan semua momen indah itu setelah jadi emak-emak. 

Kalo saya sih ngerasanya yah biasa aja, namanya juga udah merit (walopun kadang suka bikin manyun karena nggak bisa panen kado lagi) :p

Jadi emak-emak kudu nyingkirin banyak hal, keegoisan, kebebasan, dan juga waktu untuk dirinya demi keutuhan dan kebahagiaan keluarga. Kalo ada makanan, yang diutamakan yah anak dan suami dulu, baru dirinya. Kalo ada uang, yang dipikirin yah keluarga dulu, dirinya belakangan. Kalo mo beli baju, pasti anak yang didahulukan . 

Bukaaan, ini bukan lagi ngomongin diri sendiri. Saya cuma inget Ibu saya dan ultah si kecil (cucunya) tahun kemaren. Pengorbanan dan kasih sayang seorang Ibu baru saya kenal lebih dalam, justru setelah benar-benar menjadi seorang Ibu ( kita nggak akan selalu tau yang sesungguhnya sampai kita benar-benar berada di dalamnya).

Saya pengen cerita sedikit tentang kado ultah spesial buat si kecil, yang sekarang udah diambil alih dan menjadi benda kesayangan emaknya :p.

Sebenere ini adalah hadiah paling spesial dalam hidup saya hingga detik ini. Karena hadiahnya gede banget, luasnya aja 4x lebar badan saya *bukan papan reklame yah* :p. Dan yang terpenting kado ini adalah hadiah ultah satu-satunya yang saya dapet dari Ortu sejak kecil sampe seumur-umur inih.

Ini dia hadiahnya.. 



kado ini adalah hadiah waktu si kecil ultah taon kemaren. *enak yah, anaknya yang ultah emaknya yang dapet kado* :p. 

Nah kebetulan saat itu tumben-tumbenan ortu nanyain si kecil mo dikasih kado apa. Trus kata Ibu, gimana kalo dibeliin rak piring aja. Adek-adek yang sejak kecil nggak pernah di kasih kado apalagi di rayain pada bengong dengernya. Sejak kapan rak piring bisa dijadiin taman bermain anak balita ??? *modus* ini pasti emaknya yang ngasih ide "memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan". 

Okeh, saya tau kalian pasti mikirnya begitu meskipun sebenernya, memang iyah. :p

Saat itu kami baru pindah dari rumah mertua (udah beberapa bulan sih sebenernya), tapi isi rumahnya masih tetep kosong melompong. Sebenere saya cuma mo cerita aja ke Ibu, kalo di rumah piring-piringnya masih di dalem ember, belum ada tempat penyimpanannya. Yang bikin saya rada heran, kok tumben adek-adek nggak protes. Padahal harganya cukup wah (satu juta setengah) dibandingkan dengan boneka yang seharga lima puluh ribuan. Saat itu saya sempet nolak, nggak tega nyusahin Ibu karena beliau sendiri pun kadang masih kekurangan. Tapi akhirnya saya luluh juga karena beliau memaksa, katanya kado ini buat ultah saya yang masih 2 bulan lagi, kado itu sebagai kenang-kenangan dari Bapak dan Ibu. Dan berhubung kado tersebut sepertinya harus segera digunakan, jadi yang nerimanya diwakilin aja sama si kecil. 

Terus si kecilnya nggak dapet apa-apa dong? si kecil mah dapet sepeda roda tiga dari ayahnya, trus jilbab serta asesoris dari neneknya, dan ada juga tas boneka dari tantenya. 


Okeh, lanjut tentang Blognya Empieee :

Seseorang membuat blog itu tujuannya bermacam-macam, ada yang menjadikannya sebagai tempat curhat, dakwah, dokumentasi, tempat belajar nulis, nyari duit, nyari ilmu, popularitas dan lain-lain. Kalo ngeliat disain blog nya Mbak Aryani, templatenya bagus, simple dan cantik (soalnya saya dulu juga pernah pake template inih :D) dan biasanya, tampilan blog itu bisa menunjukkan karakter pemiliknya. 

Kalo ditinjau dari tujuannya, tergantung apakah empunya menjadikan blognya sebagai blog pribadi ataukah blog komersil. Kalo saya ngeliatnya sih fifty-fifty, karena ada banner advertising yang di pasang di kolom widget paling kiri (komersil), tetapi mencantumkan juga berbagai widget yang sebenarnya tidak terlalu penting di mata search engine (pribadi). Mungkin tidak terlalu bermasalah bagi si empunya tapi tidak bagi para pengunjung, karena blognya jadi lola (loading lama) dan yang pasti sangat nggak bagus di mata mesin pencari. 

Lalu lintas pengunjungnya (alexa) lumayan meramping semoga sampe seterusnya, tapi sayang optimasi search engine (SEO) score nya masih 38%. Bagusnya, sudah memiliki nama domain sendiri sehingga datanya lebih aman dan nggak ada yang berhak gangguin, toh udah jadi hak milik dan jadi kelihatan lebih profesional. 

Sepertinya harus ditambahkan juga menu "about me" pada menu header, untuk meyakinkan dan membuat pengunjung nggak penasaran tentang siapa sih sebenernya si empunya blog :D. Terlebih pas abis liat isi menu photo session dan traveling pict nya, pasti banyak tuh cowok yang penasaran :p

Dan ini beberapa broken link yang membuat search engine kesulitan untuk merayapi konten blognya, link url dan source nya bisa di check disini, saran saya sebaiknya linknya dihapus atau diperbaiki.


Dan terakhir, Met Ultah Buat Mbak Aryani Novianasari :)

Terhitung dalam hari, minggu hingga ke bulan
lalu berubah menjadi tahun
langkah demi langkah
tahap demi tahap
pelajaran demi pelajaran

sebagian menjadi sikap
sebagian menjadi ahlak
sebagian lagi terlupakan
namun, semuanya menjadi pengalaman
hingga pada akhirnya berlalu menjadi kenangan
dan kita, masih diberi waktu untuk terus berjalan

"Selamat Membuat Kenangan..."



Note :

# Kado termahal itu adalah cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh seorang Ibu.

# Selamat menyambut Hari Ibu.



"Artikel ini diikut sertakan dalam Giveaway My November"


#8 Minggu Ngeblog: Komunitas Ideal #1

10:41 0
#8 Minggu Ngeblog: Komunitas Ideal #1

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan.


Bagaimana sih komunitas yang ideal itu?

Sebelum saya membahasnya lebih jauh, kayaknya saya perlu mengingat-ingat dulu, komunitas apa saja yang pernah saya masuki, hmm... #garuk2

*tring*

Ah! ternyata banyak. Tapi kok yang berkesan hanya sedikit yah..

Lah kenapa?

Tentu saja karena komunitasnya membosankan, anggotanya jarang aktif, atau komunitas tersebut menuntut waktu lebih banyak untuk berkonsentrasi dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan komunitas. Padahal, saat itu saya sedang miskin-miskinnya dengan waktu.

Komunitas pertama yang pernah saya ikuti adalah Komunitas Bela Diri Kempo waktu SMP, baru nimbrung 2 minggu eh bubar, anggotanya males karena nggak punya sesuatu yang bisa memotivasi agar komunitasnya maju.

Lalu ada Komunitas Teater waktu SMA. Baru sehari jadi anggota, besoknya nggak dateng lagi. Nggak pede soalnya, mendadak keringat dingin pas ngeliat para senior dan teman-teman pada jago akting karena memang mereka punya basic. Nah saya ? kenal aja baru disitu. Tujuan saya bergabung sebenernya memang cuma iseng, karena tempat ngumpulnya deket mall dan cuma ikut-ikutan temen. Sempet kepikiran mo pulang aja pas seniornya ngetes kemampuan para anggota baru, tapi untungnya saya pura-pura ijin ke toilet dan nggak balik lagi. *hihihi*

Setelah itu saya bergabung dengan Komunitas Pebasket di sekolah, yang ini juga banyakan bolosnya daripada datengnya karena sibuk kursus ini dan kursus itu. Lagian tempatnya juga jauh dan berat di ongkos, kalo ada event-event pun saya hanya ikut sekali pas 17 an, sekedar ikut bantu-bantu memeriahkan. Kalo menang kan lumayan dapet hadiah. :D

Setelah lulus SMK, saya sempat bergabung dalam Komunitas Ibu-Ibu Merajut. Ih senengnya saat itu, karena dapet banyak ilmu dan bisa belajar dari pengalaman-pengalaman mereka. Dan pastinya, saya sering banget dapet traktiran. Terlebih lagi karena saya adalah perajut paling bontot dan hanya saya yang masih single. Istimewa dong pastinya.. ^_^

Oh iyah, komunitas ini bukan komunitas dunia maya, kami hanya berkumpul di satu tempat. Lengkap dengan perkakasnya masing-masing, yaitu benang dan peralatan merajut. Komunitas ini sendiri terbentuk karena kebosanan para ibu-ibu atau hanya untuk mengisi waktu luang pas lagi nungguin anaknya pulang sekolah dan kursus. Karena mereka males bolak-balik dari rumah ke sekolah trus pulang dan jemput ke sekolah lagi, lanjut ke tempat kursus, terus pulang dan ke tempat kursus lagi buat njemput anak-anaknya, kan ribet. Dan juga sebagai alternatif buat ngirit bensin *emang yah ibu-ibu teteup, kalo udah berurusan dengan irit mengirit* hihihi.

Karena di rumah mereka udah ada para pembokat yang beres-beres, jadi nih ibu-ibu emang nggak ada kerjaan alias pengangguran banyak duit. Daripada ngerumpi, ngegosipin orang dan ngomongin yang nggak bener. So merajutlah mereka. Merajutnya mereka inih adalah merenda menggunakan jarum kait (hook), yang bahasa Inggrisnya crochet, nah kalo saya saat itu hanya bisa knitting, itupun bisanya baru bikin syal. Setelah mengenal komunitas ini, awal-awalnya saya masih belum berani praktek, cuma ngeliatin aja. Tapi pas saya mo mulai knitting, ternyata gantian mereka juga pada ngeliatin. :D

Dalam komunitas ini nggak ada istilah leader-leaderan, atau event-eventnan, kegiatannya yah cuma berbagi ilmu, dan ngerajut bareng. Kegiatan hot nya yang paling banter, mungkin traktir mentraktir aja kayaknya. ^_^

Trus waktu kuliah, saya ikutan Komunitas Pebasket lagi, kerjanya maen basket melulu. Tapi sesekali ngumpul dan diskusi di lapangan atau kalo nggak, tanding sama Pebasket dari komunitas laen. Nah, di tempat kami biasa latihan ada komunitas kecil satu lagi. Komunitasnya para breakers (sebutan untuk para pelaku breakdances), saya mah nggak ikut bergabung. Cuma komunitas basketnya udah dicuekin aja karena ngeliatin para breakers latihan itu ternyata lebih asyik dan seru. *selingkuh ceritanya inih*:D

Dan setahun yang lalu, saya sempat membentuk satu komunitas di Grup BB (Blackberry) untuk para mantan dan calon mantan karyawan di tempat kerja saya yang dulu. Tujuannya yah sekalian buat reuni, menjalin silahturahmi yang udah terputus, kopdar sekalian sebagai tempat sharing dan juga curhat. Komunitas ini menampung semua keluh kesah, susah dan senang selama bekerja disana, sekaligus sebagai tempat bertukar pikiran dan tempat konsultasi bagaimana cara mengundurkan diri yang tetap berkesan baik, meskipun kadang ada yang gondok dan sakit hati karena perlakuan yang tidak nyaman dari Bos besar. Intinya. karena saya adalah karyawan paling senior dan cukup lama bekerja disana. Jadi mungkin lebih paham bagaimana watak dan jalan pikiran si Bos Besar :D

Tapi sayangnya, komunitas ini tidak terlalu lama aktif. Karena Handphone saya dah hampir koid. Jadi udah nggak tau lagi gimana perkembangan atau penyusutan para anggotanya.

Kemudian saya bergabung di komunitas para alumni dari SMK saya yang dulu. Mungkin juga bisa disebut komunitas arisan kali yah, meskipun nggak semua ikut arisan. Anggotanya mayoritas udah berstatus ibu-ibu dan beberapa masih ada yang singel. Komunitas ini sebenarnya sama sekali tidak memilih gender, tapi berhubung sekolahnya memiliki murid yang 98 persennya adalah cewek tulen, 1 persennya cewek jadi-jadian dan 1 persennya lagi cowok macho *hihihi* . Jadi yah, maklumlah :D.

Para anggota di komunitas ini memiliki uang kas, yang suatu saat bisa digunakan untuk membantu salah satu anggotanya jika terkena musibah atau semacamnya. Komunitas ini juga memiliki jadwal pertemuan sebulan sekali, kegiatannya antara lain sharing atau berdiskusi tentang apapun yang kira-kira nyambung dengan para anggotanya.

Dan yang terakhir, Komunitas Monday Flashfiction atau MFF. Baru sekitar 3 bulan lebih saya bergabung disana dan insya Allah seterusnya. MFF adalah komunitas pencinta Flashfiction. Sebuah komunitas tempat kita belajar menulis cerita fiksi yang ditulis tidak lebih dari 500 kata dan ceritanya di akhiri dengan twist ending atau ending yang tidak terduga. Komunitas ini berdiri di dunia maya. Kalo komunitas ini diadain di dunia nyata atau ada event-event kopdarnya, wuih pasti seru, soalnya anggotanya dari berbagai daerah dan luar negeri. Leader atau admin-adminnya pada okeh dan pinter-pinter, tegas dan bisa menetralisir keadaan dan anggotanya pada asyik semua. Ada yang kocak, ada yang nyantai dan ada yang serius, pokoknya macem-macem deh. Meskipun bermacam-macam tapi mereka punya satu visi dan satu tujuan *jadi inget semboyan Bhineka Tunggal Ika ya hihihi*. Salutnya, No heart feeling dari Admin dan Anggota karena semuanya tentang belajar dan belajar dan juga harus bisa nerima saran dan kritik kalo ingin maju. Kita juga dibebaskan kapan saja untuk menulis dan ikutan prompt yang dilaksanakan tiap minggu, karena para Admin memaklumi koneksi internet yang kadang awut-awutan. Selain latihan menulis, juga ada pemilihan karya terbaik setiap minggu, belajar fiksi mini, review buku, tips dan artikel-artikel penting juga quiz berhadiah untuk cerita FlashFiction terbaik. Komunitas ini berinteraksi dalam grup di Facebook dan memiliki sebuah situs yang berisi informasi dan pelajaran-pelajaran yang berguna sekali bagi mereka yang ingin memperdalam FlashFiction.

Nah dari beberapa komunitas yang saya ikuti, akhirnnya saya memiliki beberapa kesimpulan, gimana seharusnya Komunitas yang Ideal itu.

Menurut saya komunitas ideal itu, adalah tempat dimana para anggotanya merasa nyaman dan bisa menjadi diri sendiri serta open minded atau berpikiran terbuka terhadap segala kritikan dan masukkan. Mampu saling meringankan beban masalah dan menunjukan rasa simpatinya antar anggotanya dan saling peduli satu sama lain.

Esensi dari suatu komunitas adalah ikatan emosional yang terbentuk dari kesamaan kesukaan pada suatu hal. Sama secara visi, hobi, tujuan yang juga merupakan daya tarik untuk membuat orang bergabung dalam komunitas. Untuk membangun komunitas tidak diperlukan dana yang sangat besar, karena sejatinya komunitas adalah tentang kualitas, bukan kuantitas.

Sebuah komunitas yang ideal haruslah memiliki tujuan yang jelas serta memiliki komitmen yang konsisten terhadap komunitas agar bisa mempengaruhi para anggotanya. Ketulusan adalah hal yang paling penting dalam sebuah komunitas dan juga kekompakkan antar anggotanya. Jika suatu waktu terjadi cekcok atau kesalahpahaman, sebaiknya memiliki seorang leader yang bisa menjadi penengah dan mampu menetralisir keadaan. Selain itu diperlukan juga orang-orang yang mampu memotivasi demi kemajuan komunitas itu sendiri. Diperlukan juga keaktifan dan rasa empati dari setiap anggota. Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bukan hanya untuk kepentingan komunitas tapi juga bagi kepentingan umum (kalau bisa) bukan hanya berdiskusi tentang visi dan misi komunitas saja.

#8 Minggu Ngeblog: Seandainya saya tidak ngeblog #3

00:08 0
#8 Minggu Ngeblog: Seandainya saya tidak ngeblog #3

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

Postingan ini merupakan sebagian besar kesimpulan atau rangkuman jawaban kali yah "Seandainya saya tidak ngeblog" sekaligus sebagai alasan kenapa saya ngeblog. :D


Seandainya saya tidak ngeblog, mungkin saya tidak akan pernah aktif di facebook dan twitter untuk berkomunikasi dan bersilahturahmi bersama para sahabat blogger. 

Seandainya saya tidak ngeblog, mungkin saya tidak akan pernah berani untuk belajar menulis dan belajar bercerita. Bisa bergabung di dalam sebuah grup yang anggotanya mampu memacu saya untuk menulis dan terus menulis, meski saya banyak memiliki kekurangan disana sini. Dimana lagi saya bisa menemukan komunitas belajar menulis bersama seperti itu yang anggotanya menyambut saya dengan begitu welcome, membuat saya nyaman tanpa no heart feeling dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.

Seandainya saya tidak ngeblog, saya belum tentu bisa belajar berbagi dengan orang-orang yang "bernasib sama". Karena dengan ngeblog, saya merasa tidak sendiri. Saya bisa mengungkapkan uneg-uneg dengan lebih leluasa, mau marah-marah, sedih, seneng, teriak-teriak tidak akan ada yang terganggu telinganya. Toh saya menulis dan belajar berkata tanpa bersuara. Walaupun apa yang saya tulis malah lebih lantang dari sekedar berbicara. Dan yang paling penting, ngeblog mampu mendorong saya untuk aktif berpikir dan berpikir lagi serta berinisiatif untuk mengembangkan sudut pandang yang lebih luas.

Seandainya saya tidak ngeblog, saya tidak pernah tau bahwa banyak sekali orang-orang diluar sana, diluar kota bahkan diluar negeri yang nasibnya lebih menyedihkan. Seandainya saya tidak ngeblog saya tidak akan pernah membaca cerita-cerita pilu para sahabat blogger yang membuat saya jadi lebih bersyukur dengan hidup ini.

Seandainya saya tidak ngeblog, kapan lagi saya bisa berbagi cerita dengan panjang lebar. Sedangkan waktu ini tak pernah cukup bahkan untuk berbagi ke tetangga, saudara atau sahabat di luar sana. Seandainya saya tidak ngeblog kemana lagi saya harus mengeluarkan banyak cerita terpendam menjadi sebuah tulisan.

Ngeblog itu something, yang sudah saya lakoni tapi seringkali mandek, terbentur karena ide yang tak datang-datang. Seandainya saya tidak ngeblog, saya tidak akan pernah tau sampai dimana kemampuan saya menulis dan tidak ada yang akan berkomentar bahwa tulisan saya jelek sehingga dengan cepat saya akan mengoreksi lalu belajar lagi, tidak ada yang akan mengajak saya berargumen saling beradu pendapat lalu saya akan semakin terus belajar untuk lebih bertanggungjawab.

Seandainya saya tidak ngeblog, saya tidak akan bisa belajar banyak untuk bisa saling mengingatkan. Berbagi pengalaman, dari yang tidak tau tiba-tiba jadi tertarik karena tulisan yang begitu menggugah. Seandainya saya tidak ngeblog, saya tidak akan bisa mengikuti banyak lomba-lomba menulis dan memiliki kesempatan untuk menang.

Dengan ngeblog saya bisa mengingat dan mencatat memori-memori yang mungkin suatu hari akan terlupakan begitu saja. Seandainya saya tidak ngeblog mungkin saya tidak akan memerlukan biaya tambahan untuk membeli pulsa modem setiap bulan. Tapi meskipun ilmu bisa kita dapatkan dari buku, seandainya saya tidak ngeblog mungkin pengetahuan saya tidak akan bertambah sebanyak ini.

Seandainya saya tidak ngeblog saya tidak akan banyak belajar dari kisah nyata. Membaca dan berbagi melalui blog membuat saya menjadi terpacu untuk belajar hidup dengan lebih baik lagi serta membangkitkan kesadaran dan mencerahkan pikiran. Dan kita akan mendapatkan banyak dorongan, masukan bahkan dukungan dari para sahabat blogger juga tentunya. ^_^

~oOo~

#8 Minggu Ngeblog: Bathin sehat berkat ngeblog #2

22:33 0
#8 Minggu Ngeblog: Bathin sehat berkat ngeblog #2

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

~oOo~

Ngeblog itu memang mengasyikan, buktinya saya punya 4 blog, dan alhamdulillah ada 3 yang aktif, 1 lagi baru dibikin. Harap maklum jika 1 atau 2 blognya kadang sepi komen. Karena saking sibuknya nyari bahan postingan, kelamaan semedi, dan terlalu konsen di salah satu blog setiap minggu, hingga menyebabkan blog lainnya dicuekin dan sedikit terlantar.

Blogwalking dan meninggalkan komen itu adalah hal yang jarang saya lakukan. Padahal kalo ingin menyambung silaturahmi dan pertemanan, seharusnya musti rajin bw dan ninggalin komen juga sebenernya yah.. :D

Seinget saya dulu, waktu kelas 3 SMA sekitar tahun 1999, saya sudah mengenal internet. Karena dulu sempet ikut pelatihan komputer. Sampai tahun 2002 saya masih belum mengenal blog, hanya sekedar belajar mendisain halaman website dan belajar secara offline. Saat itu pembuatan template masih sangat sederhana. Kita hanya mengetik kode html di notepad atau kalau ingin lebih mudah, kita juga bisa mendisain halaman dan menyusun bagian-bagian linknya di Aplikasi Microsoft Frontpage.

Sekitar tahun 2004, barulah saya belajar ngeblog untuk pertama kalinya di Friendster. Ngeblognya lumayan lama lalu pindah ke blogspot sebentar, tapi sayang blognya terlantar dan saya lupa alamat blog, email beserta passwordnya *ishh.. parah yah hehehe... trus balik lagi ke Friendster.

Tahun 2006, coba bikin lagi di blogspot, tapi mendadak ilfill juga pas ngeliat templatenya. Karena saat itu saya belum ngerti gimana ganti template di blogspot dan jarang banget gugling. Juga karena saya nulis postingannya di komputer di rumah, trus baru dibawa ke warnet *biar irit*:D. Nah pas nyampe warnet, bukannya ngeblog, tapi malah chatting. *hihihi*

Tahun 2011, akhirnya saya niatkan bener-bener buat ngeblog. Saat itu saya udah menikah dan si kecil udah agak besar, dan lagi karena komputer serta koneksi internet tersedia tiap bulan. So, why not.. itung-itung ngisi waktu luang dan untuk ngilangin kejenuhan. Memanfaatkan jadwal "Me Time" sebentar dari rutinitas dan pemandangan yang itu-itu aja di rumah.

Awal mulanya saya pengen ngeblog itu karena saya suka nyari resep masakan dan suka ngeliat foto-foto kuliner yang ada di blog. Maklum, soalnya saat itu lagi lucu-lucunya untuk belajar jadi ibu rumah tangga yang baik. :D

Saat itu saya menemukan sebuah blog pribadi tentang resep masakan yang semua isinya ciamik. Tulisan-tulisannya enak dibaca, karena selain nulis resep, yang punya blog juga nulis pengalamannya sehari-hari. Dari situ saya jadi ketularan. Akhirnya bikin blog resep masakan juga. Eh tapi lama-lama, postingannya tak tambahin tulisan tentang review buku. Karena saya juga suka baca buku, jadi sayang aja kalo nggak dishare di blog. Dan akhirnya, berkembanglah jadi blog campur-campur karena saya tambahkan juga tulisan tentang motivasi dan review film. Tapi sayangnya saya belum berani untuk menulis tentang diri sendiri atau apa saja dalam kehidupan sehari-hari, entah. Mungkin karena belum pede aja kali yah..

Dan temen-temennya gimana? Saat itu temen-temen blogger saya rata-rata masih anak sekolah atau kuliah. Sebenernya saya juga pengen temenan sama yang seusia atau kalo nggak statusnya sama-sama sebagai Ibu Muda. Tapi mungkin karena isi postingan-postingan saya yang *mungkin* seleranya lebih ke anak muda, trus jarang blogwalking, terlebih karena sayanya juga yang jarang ngunjungin balik ke temen-temen yang udah komen, jadinya yah gitu deh. *:D*

Saat itu saya ngeblog hingga bulan maret 2012. Kebiasaan ngeblog itu seolah-olah hilang karena kepindahan kami sekeluarga ke rumah baru. Mungkin karena masih harus menyesuaikan diri, teman-teman dan lingkungan baru di dunia nyata, maka dunia maya pelan-pelan mulai terlupakan.

Tapi akhirnya pada bulan Desember, karena sulit menemukan teman seide, atau yah senasib mungkin dan karena lingkungannya yang kurang mendukung karena sesuatu dan lain hal. Maka saya memutuskan untuk mulai ngeblog lagi.

Dan saat mulai ngeblog lagi bulan Januari lalu itulah, saya menemukan banyaaak banget temen dan sahabat *senengnya* ^_^

Pokoknya sejak saat itu, saya udah mulai pede buat nulis-nulis tentang hal-hal pribadi seputar kehidupan sehari-hari. Seandainya saya tidak ngeblog, mungkin pikiran saya hanya jalan ditempat kali yah, nggak maju-maju. Terlebih karena saya orangnya yang jarang bicara, kecuali itu penting atau karena akhirnya saya menemukan orang-orang yang nyaman untuk diajak bicara, baru saya berani buat ceplas-ceplos. :D

Dan karena itu juga, saya memerlukan media untuk menuangkan semua uneg-uneg yang tidak bisa tersampaikan dengan baik lewat ucapan, sebagai tempat berbagi dan sebagai tempat untuk saling mengingatkan. Menulis itu merupakan terapi terbaik untuk saya yang jarang bicara dan karena saya juga suka nulis meskipun kadang awut-awutan. Mau topiknya seneng atau sedih tapi yang penting saya nulis dulu. Entah bagus atau jelek nanti kan bisa dikoreksi dan diedit lagi ^_^. Yang penting emosi yang ada di dalam diri bisa tersalurkan dan mendapatkan kelegaan luar biasa yang kadang tidak bisa saya dapatkan di dunia nyata. Selain sebagai tempat untuk belajar menulis, ngeblog itu adalah salah satu faktor yang menyehatkan bathin. Jika bathin saya sehat, insya Allah lahirnya juga akan mengikuti. ^_^

Seandainya saya tidak ngeblog, aiiih... kasian banget bathin saya. :D
~oOo~.