uzegan: Film
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Menjadi Karyawan & Bos Idaman

15:17 40
Menjadi Karyawan & Bos Idaman

Menjadi Karyawan & Bos Idaman

Bicara tentang menjadi Bos idaman, mari kita menilik Sebuah Drama Korea yang berjudul Pegasus Market. Kalo di toko-toko atau tempat usaha biasanya menggunakan slogan "Pelanggan adalah Raja." Maka beda lagi di Drama yang satu ini, karena yang menjadi rajanya itu justru adalah para karyawannya. Yang juga berarti Si "Karyawan adalah Raja." 

Alur cerita anti mainstream, kocak dan sukses membuat saya over ngakak di banyak scene tapi tetap terasa menohok bagi penonton. Karena dibalik keabsurdannya banyak makna dan sudut pandang baru tentang cara berpikir seorang pemimpin yang bisa dikatakan "jenius". 

Meski pada kenyataannya, kejeniusan ini akan tetap menjadi sebuah misteri hingga di akhir episod, kenapa? Karena bisa jadi, itu semua hanya berawal dari kebetulan semata akibat kesalahan strategi demi terbalasnya sebuah dendam. ๐Ÿ˜‚

Tapi apapun itu, Dia adalah seorang pemimpin yang tidak biasa dengan empatinya yang juga tidak biasa, karena orang yang sudah meninggal pun bisa direkrutnya menjadi seorang karyawan. Pemimpin yang bisa dikategorikan sebagai salah satu tipikal bos yang diimpikan bagi banyak karyawan meskipun dengan tingkahnya yang unik nan ajaib, Terutama bagi para pelamar yang tidak berpendidikan tinggi tapi ternyata memiliki bakat unik dan skill tersembunyi. ๐Ÿ˜‚

Makna tentang memberi dan menerima yang semestinya, antar atasan dan bawahan di drama ini sebenarnya bisa jadi adalah ungkapan hati semua karyawan di seluruh dunia. Yang tidak pernah tercetus dan tidak berani mereka ungkapkan secara terang-terangan dari mulut mereka sendiri, secara langsung di depan pimpinannya. 

You knowlah, apalagi kalo bosnya itu tipe-tipe close minded, banyak maunya dan medit pula (tidak ada empati-empatinya terhadap karyawan). Gimana mau diajak becanda, melakukan kesalahan sedikit saja bisa-bisa kitanya yang dibabat habis ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜…. Layaknya tipe pimpinan yang menegaskan kepemilikan dan kekuasaannya di depan semua orang, maka Si Bos lah yang paling benar sekalipun kebenaran itu masih diragukan.๐Ÿ˜‚ Kecuali emang dari awal kamu udah menyiapkan mental kalo suatu saat bakal dipecat atau malah gaji kamu yang dipotong dan berakhir menjadi bahan rumpian. ๐Ÿ˜‚

Namun terkadang, betah atau tidak betahnya kita di tempat bekerja atau sebuah instansi, sebenarnya tergantung motivasi ato faktor awal kenapa kita memutuskan untuk bekerja.

Sudah bukan menjadi hal baru, dimanapun kita berpijak pasti akan ada yang enak dan gak enaknya, apalagi jika itu menyangkut masalah pekerjaan. Ada yang bilang, bekerja dimanapun sama saja. Asalkan kita bisa pintar-pintar membawa diri dan mengutamakan profesionalitas. Kadang orang melihat kita bekerja di tempat yang kelihatannya bagus, tapi ternyata sebenarnya tidak, begitupun sebaliknya kita juga menganggap orang lain seperti itu. 

Ada yang nyantai bisa libur, tapi gajinya juga kecil. Ada yang jarang libur, pekerjaan numpuk, tapi yah sebanding juga dengan jumlah gajinya. Kalo pengen yang lebih enak lagi, ya gak usah kerja. Mending investasi saham, menyewakan kos-kosan ato membuka bisnis. Dengan menyewakan villa di Bali misalnya *eh gak yah, beda itu mah๐Ÿ˜œ๐Ÿคญ. (langsung sungkem ke Mba Eno)๐Ÿ™‡‍♀️๐Ÿ˜

Atau cari orang kaya yang mau diajak nikah ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜…. Asal gak jadi pelakor ato pebinor aja, yah. Seputus-putus asanya kamu, plis don't do that ya adek-adek. ๐Ÿ˜…

Untuk membuka usaha sendiri pun juga gak mudah, karena gak ada yang langsung sukses. Kita musti punya modal dulu. Dan salah satu modal selain pengalaman itu adalah duit. Dari mana datangnya duit kalo bukan hasil dari bekerja. (kecuali ortu kamu emang punya harta sampe tujuh turunan, yah gak masalah banget itu mah) ๐Ÿ˜‚ jadi kan enak gak perlu kerja seumur hidup. Itupun kalo Orangtua kamu gak menuntut kamu untuk bisa menjadi seorang anak yang mandiri.

Tidak adanya motivasi yang kuat atau tanggungan demi memenuhi tuntutan hidup, bisa menjadi salah satu faktor yang membuat kita jadi lebih mudah memutuskan untuk mengundurkan diri, dan pindah dari satu tempat ke tempat lainnya jika dirasa tidak cocok atau tidak layak. Apalagi ternyata banyak pilihan dengan pengalaman dan skill yang juga mendukung. Maka dengan mudahnya kita menolak dan mencari tempat lain untuk bekerja. Meskipun sebenarnya gak segampang itu juga, karena semakin hari persaingan akan menjadi semakin ketat. Koneksi dan relasi juga merupakan hal terpenting yang paling dibutuhkan untuk memuluskan jalan, agar kita lebih mudah memperoleh informasi pekerjaan yang diidamkan.

Mendapatkan posisi dan kedudukan yang bagus dalam pekerjaan itu rata-rata karena bersakit sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian. Jangan mentang-mentang udah lulus kuliah di fakultas ternama, dan mengira bisa langsung bekerja. (Yah kali, bapaknya orang penting atau punya koneksi kelas atas, mungkin bisalah). Kalo kagak punya? pastikan dulu skill yang ada emang sudah mumpuni dengan nilai diatas rata-rata, meskipun belum tentu juga nantinya bisa keterima. 

Karena kamu harus tau, gak cuma kamu yang kompetensinya bagus. Masih banyak diluar sana yang bahkan jauh lebih mumpuni tapi ternyata PENGANGGURAN karena gak punya relasi dan koneksi. Yang mau kerja apapun selagi mampu dan gak bikin makan hati. Begitu mereka mendapatkan sebuah pekerjaan, dipastikan mereka lebih bersemangat, tahan banting dan rela bekerja keras. Gak dikit-dikit ngomong capek, dikit-dikit ngomong tempatnya gak enak, dikit dikit pengen berhenti. Dikiranya nyari kerja sama kayak nyari recehan. Kapan bisa majunya kalo kayak gitu terus, bro, sis? 

Kok jadi bikin emosi, yah.  ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜…

Entah apakah ini mental pemalas, mudah menyerah atau budaya tinggal terima enaknya saja? Atau malah sebenarnya karena merasa yakin bahwa dirinya pantas mendapatkan pekerjaan yang lebih baik? Meskipun pada kenyataannya, baru jadi anak kemaren sore, skill pun lebih banyak diasah dari youtube dibanding prakteknya, tapi sudah berharap punya kedudukan sama, seperti mereka yang sudah mahir dan berpengalaman. Yah kagak bisa, coy. 

Fiyuh! ๐Ÿ˜ช

Kitalah yang harus membuat diri kita nyaman karena kita yang butuh uang. Kalo kita menuntut sebuah kenyamanan dan gaji yang tinggi, maka berusahalah untuk menjadi seorang bos bukan hanya sebagai karyawan. Untuk banyak kasus, dengan menjadi pimpinan pun belum tentu masalahnya akan lebih ringan, karena jabatan atau pekerjaan apapun itu pasti memiliki tantangan dan masalahnya tersendiri yang bisa jadi lebih berat. Dimana kemampuan yang besar itu pasti diiringi dengan tanggung jawab yang juga sama besarnya. Hanya saja, level fasilitasnya yang membedakan. Biasanya.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜…

5 Film tentang Waktu, Paling Berkesan

18:02 55
5 Film tentang Waktu, Paling Berkesan
Adakah diantara kalian yang seperti saya. pengen merubah masa lalu tapi gak bisa-bisa (yah elaaah, semua orang pan emang kagak bisa merubah masa lalu)๐Ÿ˜…. Tapi bisa jadi, itu adalah keinginan semua orang, yak.

Saking banyaknya penyesalan dan hanya bisa berandai-andai, akhirnya memilih untuk menonton film atau cerita fiksinya saja.

Nah, salah satu genre fantasi yang paling cocok adalah film yang bermakna waktu. Entah itu perjalanan hidup dari waktu ke waktu, waktu yang berhenti, teleportasi atau berpindah tempat, dan perjalanan ke masa lalu ataupun sebaliknya.

Jika saja cerita di film itu terjadi dalam hidup kita, pasti seneng banget yak. Atau malah jadi kepikiran dan justru menuai pertanyaan-pertanyaan? Bagaimanakah caranya, agar "masalah" yang ada di dalam film itu tidak terjadi dan bagaimana pula cara mengantisipasinya? 

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Pengennya waktu tuh dicepetin, langsung ke waktu dimana wabah ini telah berakhir, ato kalo bisa kembali ke waktu kita paling bahagia, trus balik lagi ke waktu ketika wabah ini sudah selesai menyerang bumi. (halu teruuus...) ๐Ÿคฃ

Sebenere bukan hanya film, drama berseri yang menceritakan tentang waktu pun tidak sedikit, lebih tepatnya tak terhitung lagi. Tapi karena durasinya lama dan banyak banget yang musti di inget, kayaknya lebih enak ngebahas tentang filmnya aja yak, biar lebih cepet selesai. (Ini aja udah banyak, sepertinya). ๐Ÿ˜‚

1. VANISHING TIME : A BOY WHO RETURNED (2016)


Film ini bercerita tentang anak SD dan 2 orang temannya. Menurut legenda setempat, ketika bulan purnama,  akan muncul sebuah gua misterius yang di dalamnya terdapat monster pemakan waktu atau Goblin. (Yang sukses bikin saya mikir, apakah Goblin yang mereka maksud akan seperti Mas Gong Yoo, ganteng dong, berarti bukan cerita serem ini, yak). Akhirnya karena itu, saya lanjut nonton lagi dan penasaran, seganteng apakah Si Goblin di film ini ๐Ÿคฃ.

Tunggu punya tunggu. Fiuh, ternyata gak sekalipun ditunjukkin mukanya atau apapun yang menggambarkan kemiripan dengan wajah Goblin, yang katanya dulu pernah ada di salah satu drama korea terbeken, berdasarkan rating dan penonton. Akhirnya saya hampir nyerah, ah film biasa aja ini mah, kayak film-film petualangan misteri atau kayak cerita detektif anak-anak karangan Enid Blayton dan sejenisnya.

Tapi ternyata, pendapat saya berubah sewaktu Si Seung Min mengambil telur raksasa di gua misterius tersebut dan memecahkannya bersama kedua orang temannya. Karena tiba-tiba, waktu dan seluruh isi dunia berhenti bergerak, kecuali mereka bertiga.

Perjalanan hidup mereka pun akhirnya dimulai. Hari-hari terus berlalu, matahari masih tak bergerak, air pun tak mengalir. Mereka makan, tidur dengan enak, seeebebas-bebasnya, dan punya banyak uang hasil mengumpulkan lembar demi lembar, dari manusia-manusia yang tengah mematung. Mereka juga memutuskan untuk belajar, karena masih berharap dunia akan kembali seperti semula.

Namun sayangnya, diawal perjalanan, salah seorang temannya meninggal karena penyakit asma yang di deritanya. Mereka pun segera menguburnya di sebuah taman bermain. Uniknya, Seung Min membawa jasad temannya seperti membawa balon, karena tubuh temannya berubah menjadi sangat ringan. Mirip seperti balon bentuk manusia yang sedang meringkuk.

Di dunia nyata, semua orang sibuk mencari mereka bertiga (akhirnya saya paham, ternyata mereka bertiga berada di dimensi lain) ๐Ÿ˜…. Lalu beberapa hari kemudian, jasad temannya Seung Min ditemukan. Dan polisi menetapkan, tiga orang anak kemungkinan diculik dan satu orang telah dibunuh di gunung, lalu jasadnya dikuburkan di taman bermain.

Makin hari umur mereka pun bertambah, hingga mereka berusia 30 tahun. Bagaimana cara Seung Min menghitung usianya, sedangkan hari tak pernah berganti, matahari sedikitpun tak bergeser dari tempatnya? Ternyata, jika mereka tertidur sangat lama, maka itu sudah berlalu satu hari.

Tiap hari mereka dihantui kecemasan karena tak kunjung kembali ke dunia nyata, yang pada akhirnya membuat teman Seung Min memutuskan untuk bunuh diri. Melihat itu Seung Min semakin putus asa, lalu memilih untuk menyusul temannya dengan meloncat ke laut. Tapi di waktu yang sama, waktu akhirnya bergerak, dan Seung Min kembali ke dunia nyata. (Di situ saya langsung nyeletuk, eugh! sayang sekali, temennya nanggung baget. Padahal tinggal sedikit lagi, yak).

Ketika Seung Min kembali, Soo Rin yang masih kelas 6 SD, bertemu dengan orang yang sudah jauh berbeda. Karena bertahun-tahun telah hidup dalam dunia "waktu yang terhenti". Perjuangan Seung Min untuk diakui pun ternyata tak membuahkan hasil, hingga dituduh menjadi salah satu penculik anak-anak yang pernah hilang di gunung. Tapi pada saat itu, hanya Soo Rin lah satu-satunya yang percaya. Karena mereka terhubung melalui diari bertuliskan huruf rahasia, yang pernah diketahui oleh mereka berdua saja.

Film yang juga bertajuk Hidden Time ini memenangkan penghargaan untuk kategori : Korea Top Star Awards, Star Asia Award, Best New Director, Best Music dan Audience Award Vanishing Time: A Boy Who Returned di 12th Festival du Film Corรฉen ร  Paris.

2. WILL YOU BE THERE (2015)


Film Korea yang diangkat dari Novel Perancis berjudul Seras-tu lร ?, oleh Guillaume Musso ini, berkisah tentang seorang dokter (Han Soo Hyun). Dia memiliki masa lalu yang sangat disesalinya. Hingga suatu hari, dia ditugaskan ke Kamboja (menurut beberapa resensi). Tapi waktu saya nonton, saya inget sekali dia bertugas di pedalaman Kalimantan (kalo merujuk dari subtitlenya).

Awal-awal ceritanya seperti kisah cinta biasa, tapi setelah udah berada di tengah-tengah, saya langsung mikir, eh, gimana-gimana tadi kok bisa gitu, yak. Yang ujung-ujungnya, balik lagi nonton ke menit pertama (akibat suka ngeremehin cerita film). ๐Ÿ˜‚ 

Han Soo Hyun mendapatkan beberapa buah pil yang bisa membuatnya tertidur, Di dalam tidurnya itu, dia kembali ke masa lalu. Disana dia bertemu dengan dirinya yang masih muda (30 tahun sebelumnya). Dengan pil itu dia berusaha mengubah takdir, dengan mencegah kematian kekasihnya. Sayangnya, Si Dokter atau Han Soo Hyun telah memiliki anak dari wanita lain. Jika dia merubah  takdir, maka dia tidak akan pernah lagi melihat anaknya, karena memang tidak pernah ada jika masa lalunya berubah.

Dari situ perjuangannya berlanjut, termasuk dengan merubah takdir temannya yang meninggal begitu cepat dan ketika dia pasrah saat menderita kanker paru-paru. Setelah dia meninggal, temannya memakan pil terakhirnya, dan mencoba mengubah takdir Han Soo Hyun. 

Awards : Pemenang Popularity Award di 37th Golden Cinema Film Festival dan Nominasi Best New Actor di 54th Grand Bell Awards.


3. FATHER AND DAUGHTER (2000) A FILM BY MICHAEL DUDOK De WIT



Film pendek tanpa dialog, yang berasal dari negeri Kincir Angin ini, mampu menyampaikan pesannya yang sangat mendalam kepada penonton. Dengan menyajikan ilustrasi yang sederhana juga diiringi suara musik, namun menarik. Kita akan terus melihat pemandangan jalan di sepanjang cerita, lalu berakhir di tepi sungai. Dimana sang ayah berpamitan kepada putrinya untuk pergi ke suatu tempat dan sepertinya akan lama.

Keesokan harinya, putrinya kembali ke tepi sungai dan berharap sang ayah akan segera pulang. Namun, terus berulang-ulang sampai ia dewasa, ayahnya tak jua kembali. Hingga suatu hari, putrinya menyusuri sungai yang telah mengering. Dia menemukan bahwa perahu yang ditumpangi ayahnya telah terbalik dan sang ayah telah tiada. 

Di akhir cerita, putrinya yang telah menua seolah berhalusinasi kembali ke masa kecil, dia bertemu lagi dengan ayahnya dan segera memeluknya.

Film ini mendapatkan 20 penghargaan dan 1 nominasi, diantaranya adalah :
BAFTA Award for Best Short Animation (25 February 2001), Academy Award for Best Animated Short Film (25 March 2001), Grand Prix at World Festival of Animated Film - Animafest Zagreb in 2002.


4. LA MAISON EN PETITS CUBES (2008)


La Maison en Petits Cubes ato nama lainnya (ใคใฟใใฎใ„ใˆ, Tsumiki no Ie, "The House of Small Cubes") adalah sebuah animasi yang mengingatkan kita pada gaya lukisan khas Eropa modern di awal abad ke-19 yang dipelopori oleh Pablo Picasso atau Salvador Dali.

Pemilihan judul yang menggunakan bahasa Perancis (La Maison en Petits Cubes) menegaskan nuansa Eropa dalam film animasi berdurasi sekitar 12 (dua belas) menit ini. Audiens seperti digiring untuk mempercayai bahwa film animasi ini benar-benar produksi Eropa atau Perancis. Sampai di akhir film, audiens akan dikejutkan oleh sederetan nama-nama Jepang yang mengisi credit title. 

Film yang juga tanpa dialog ini, bercerita mengenai perjalanan seorang lelaki tua dalam membongkar masa lalunya. Banyak menampilkan tanda-tanda visual metaforik dengan makna berlapis. Dimulai dari rasa sepinya pada kesendirian, di sebuah lingkungan yang semua rumahnya berbentuk kubus, yang berulang kali harus di renovasi jika ketinggian air semakin bertambah. Kisahnya banyak menunjukkan kegiatannya di hari tua dan kerinduannya di masa lalu. Ketika dia kecil, bertemu kekasihnya, menikah, punya anak, lalu cucu, hingga bagaimana ia berakhir di rumah itu sendirian.

Diiringi musik Kenji Kondo, film ini menyajikan gaya surealis dan hiperbolis yang ditampilkan dalam warna-warna kelam dan penggambaran objek yang berbeda dengan film animasi komersial populer, film animasi besutan sutradara Kunio Kato ini tidak terlalu berambisi mengejar profit. (Berat banget bahasanya, yak) ๐Ÿ˜‚ karena infonya ini, di dapat dari Paper yang berjudul Mitologi Film Animasi La Maison En Petits Cubes yang ditulis oleh Ardiyansyah. ๐Ÿ˜

Film ini berhasil memenangkan Academy Award yang ke 81 pada tahun 2009 sebagai Film Animasi Pendek Terbaik, dan meraih penghargaan The Annecy Cristal pada Annecy International Animated Film Festival yang ke 32.

Selain itu, pada tahun 2008 mendapatkan Hiroshima Prize di Hiroshima International Animation Festival, Grand Prize – Animation Division di Japan Media Arts Festival, Junior Jury Award di Annecy International Animated Film Festival, Best Animated Film di Message to Man, Best Script – Jury Award di Anima Mundi, dan terakhir Best Animation di LA Shorts Fest.


5. ANONIM (Lupa Judulnya) ๐Ÿ˜‚

Sebenernya, ada film barat satu lagi tapi karena udah lama jadi saya lupa judulnya. Gambar covernya itu, dia lagi duduk diatas sejenis gajah purbakala (kalo gak salah). Google juga udah tak ubek-ubek tapi masih aja gak ketemu. Tapi ya sudahlah, tak ceritain aja kisahnya yaahhh.. ๐Ÿ˜

Cerita filmnya berawal dari sang keponakan yang mendapatkan surat warisan. Sang keponakan diminta menjaga makam pamannya dan mengurus harta benda yang ditinggalkannya. Nah, sementara itu, pamannya ini ternyata telah terteleportasi untuk ke dua kalinya ke planet lain dan masuk ke tubuh orang sana (untuk urusan travel timenya inih mirip-miriplah seperti avatar tapi bukan menggunakan teknologi mungkin lebih seperti kekuatan ghaib, yang terjadi di sebuah gua (cmiw).

Sebelumnya, di planet tersebut dia menjadi seorang prajurit rendah, tapi memiliki kemampuan luar biasa. Badannya menjadi elastis, bisa meloncat kesana sini, dan memiliki kemampuan bertarung yang hebat diatas rata-rata.

Karena sepertinya dia tidak akan pernah kembali ke bumi, akhirnya dia benar-benar mencoba bertahan hidup dan ikut berperang membela kerajaan dan galaksinya. Hingga pada akhirnya, dia berhasil memenangkan peperangan, dan menemukan cinta sejatinya.

Tapi sayang, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba dia kembali ke bumi disaat dia akan menikahi kekasihnya, yang adalah seorang putri raja. Karena merasa hidupnya tiba-tiba menjadi tak berarti dan kehilangan orang yang dikasihi, dengan sekuat tenaga dan segala cara akhirnya dia berusaha kembali ke planet dimana sang putri berada.

Nah, dari cerita diatas. Kira-kira adakah yang tau dengan judulnya ? ๐Ÿ˜‚

Trus kalo kalian gimana? Adakah film ato drama yang paling nyantol di benak kalian? Yang bikin kalian terus terngiang-ngiang dan paling membekas hingga sekarang ? Cerita dong

sumber : wikipedia