uzegan: Buku
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Venesia dari Timur ?

21:05 7
Venesia dari Timur ?
Penasaran gak sih? kenapa kota Palembang itu pernah mendapat julukan Venesia dari Timur? Hmm.. kalo saya sih penasaran, karena tentu saja saya kan tinggal di Palembang. Tapi, meskipun udah berpuluh tahun tinggal disini kok sayanya gak tau alasan sebenarnya mengapa dan bagaimana yah :D. Kalo ada turis yang bertanya dan minta jawaban lengkap, nah loh.., malu kan saya :D (katanya kota tertjintaaa..).

Nah, berhubung Palembang akan menjadi salah satu tuan rumah Asian Games ke-18, maka saya akan sedikit mengulik salah satu destinasi wisata terbesar yang ada di kota Palembang, yaitu Sungai Musi yang telah membuat kota Palembang pernah mendapat julukan “Venitie van Oost”, ”de Oosterc Venetie”, ”The Indisch Venetie”, ”The Venice of the East” atau Venesia dari Timur.

Wilayah air dengan sedikit daratan (Geografis)

Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua wilayah, seberang hilir dan seberang hulu, yang terdiri dari beberapa anak sungai. Dulu, paling sedikit tercatat lebih kurang 117 buah anak sungai yang mengalir jernih di tengah jantung kota. Sebagian besar Kota Palembang adalah wilayah air dengan sedikit daratan. Penunjang utama kota adalah tatanan perdagangan “ruang air” dengan dukungan dari kampung-kampung yang menghasilkan industri kecil dan ditopang masyarakat pedalaman yang menghasilkan hasil kebun, hutan, serta tambang membuat Sultan dan para Pembesar Kerajaan dapat berdagang dengan dunia luar di atas “ruang air’ Kota Palembang. Sehingga menjadi tempat strategis dan jalur transportasi paling efektif bagi masyarakat, terutama pedagang lokal, Asia hingga Eropa. Dan hal ini, sangat mendukung rencana para penjajah asing, terutama Belanda.

Keadaan Sosial

Kota kerajaan Palembang pada abad pertengahan memiliki stereotipe pasar terapung karena berlangsung di atas permukaan air dengan warung-warung yang berada di atas rakit. Pada masa itu ada banyak pedagang kecil yang menjajahkan dagangannya seperti penjual Pempek, Burgo dan Kemplang dengan menggunakan Perahu Dangkuk atau Kolek terbuka dengan satu orang atau lebih pendayung dan yang duduk di belakang sebagai pengemudi. Selain Perahu Dangkuk seperti layaknya Gondola yang menjadi perahu khas dari Venesia, di Palembang pun memiliki perahu khas lain dengan keunikan tersendiri seperti Perahu Kajang, yaitu sejenis perahu kayu tertutup dengan memakai atap dari daun rumbia yang dilengkapi kelambu, tempat tidur, dan alat memasak dan ada juga semacam rumah-rumahan dibagian belakang sebagai tempat beristirahat (seperti pada gambar). Perahu ini membawa hasil bumi, terutama buah, sayuran dan kebutuhan lainnya untuk dijual.

Karena keadaan sosial dan kondisi alam (geografis) inilah maka pada akhirnya disebut-sebut memiliki kesamaan dengan sebuah Kota Air yang terletak di Selatan Italia, yaitu Venesia.


Gak terasa, dalam hitungan hari saja seluruh bangsa Indonesia akan ikut memeriahkan perhelatan akbar Asian Games ke-18 di dua kota, yakni Jakarta dan Palembang yang bertepatan di tanggal cantik 18.08.18. Dan seolah mengajak seluruh penduduk negara peserta Asian Games untuk ikut merayakan hari bersejarah bagi negeri tercinta ini, karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia satu hari sebelumnya, pada tanggal 17.08.18. 

Semoga event yang akan segera di selenggarakan dapat berjalan lancar dan sukses, serta menjadi kebanggaan bagi nusa dan bangsa. Amiin ya robbalalamien...

Merdeka.. !



Referensi :
#Venesia dari Timur : Memaknai Produksi dan Reproduksi Simbolik Kota Palembang dari Kolonial sampai Paskakolonial, Penulis Dedi Irwanto Muhammad Santun, 2010
#https://www.tropenmuseum.nl
#Catatan Tugas Akhir
#Masyarakat

Kau & Aku

01:29 2
Kau & Aku
Setelah membaca buku antologi bertemakan sex & relationships, yang berjudul Heart Ring "Ketika Hati Saling Memiliki" (ada satu tulisan saya yang nyelip disitu tapi bukan tentang LDR). Saya pun jadi kepikiran buat ngintip lagi tulisan lama tentang LDR, yang sempat terlupakan di beberapa folder jadul.

Dan setelah bongkar-bongkar, akhirnya nemulah tulisan nan geje ala abegeh ヾ(-_-;) dibawah ini... Yang tentu saja, beberapa kalimatnya udah saya obrak-abrik (saking banyaknya kata-kata yang kelewat overdosis) hihihi...

"You complete Me" 
-Secret garden|Bruce Springsteen- 

***

Mungkin aku tidak akan merasa dekat denganmu jika tak kutuliskan kata-kata itu. Masa dimana jiwa kita pernah tertambat di asa yang sama, bersama mencoba berlari meninggalkan luka lama. Lalu berlanjut dalam diskusi-diskusi basi. Membiarkan diri tersesat dalam belantara emosi. Tapi sayangnya, masih saja pasi mengarungi hasrat diri yang hampir mati. 

Seakan terinjak-terinjak sang durjana pelantun cinta, bak sebuah elegi. Terhenyak dan perih. Begitu dahsyatnya cinta itu menghampiri, namun tak lebih dahsyat saat mengebiri. Menghempaskan palung hati, tega membuat diri seolah mati menjadi memedi. 

Kau hisap berpuluh-puluh puntung rokok, katamu malam ini kau ingin nyampah. Mengorek-ngorek dan mengendus sisa sisa kerak cinta yang masih menempel di hatimu. Sisa luka yang berubah menjadi bom waktu yang akan memuntahkan lahar keluh berbau anyir, kepada orang-orang yang sama sekali tak pernah mengerti, bahwa sampahmu adalah onggokan-onggokan manusia bisu yang pernah menjadi bagian dari dirimu, dulu.

Kutatap nanar tulisanmu di layar handphone. Tak banyak yang bisa kujawab. “Menangislah jika kau ingin menangis, tapi cukuplah malam ini.” 

Tak sepadan jika setiap kata yang kuucapkan, malah berbalik menggerus jiwaku yang terlampau lelah meratapi duka cinta di masa lalu. Ah, mungkinkah setiap ucapanku bisa meringankan dan memberikan pelajaran bagimu, sementara aku sendiri tak bisa memegang semua kata-kataku.

Disana kau bisa mengasingkan diri. Tapi disini, aku sama sekali tak punya waktu untuk tenggelam dalam dilema patah hati. The show must go on, meski harus kujalani semua dengan tertatih. Hidupku berbeda denganmu tanpa melirik esensi. Walau kau dan aku akhirnya menyadari, kita ternyata satu hati meski hanya terungkap dalam hati.

Kau tidak bodoh, aku tau. Akupun tidak. Tapi entah kenapa, malam-malam ini dan mungkin beberapa malam selanjutnya kita akan masih sama, terus berkubang dalam air mata yang bahkan tak tau sampai kemana akan bermuara. Dimana candu ngobrol tengah malam dan bincang sebelum subuh adalah hal wajib, yang tanpa kita sadari bahwa hal itu tiba-tiba menjadi semacam kebiasaan tersirat. Hingga membuat luka itu terasa semakin masygul jika tak dihadapi bersama.

Meski aku tak pernah menangkap jelas apa inginmu yang sebenarnya. Tapi daya tarik menarik yang kita miliki menjelaskan segalanya. Terus dan masih berusaha menepis, bahwa kita ternyata berjarak ribuan mil jauhnya.



2006

Salah Satu Pembunuh Rasa Sakit para Istri

09:43 3
Salah Satu Pembunuh Rasa Sakit para Istri

Apakah Anda sering menjadikan makanan sebagai pelampiasan rasa sakit hati?

Sebuah tulisan dari Mister John Gray yang menarik untuk dipahami dan dijadikan catatan penting terutama dalam sepak terjang dunia perdietan dan psikologi, bagi emak-emak dan juga suaminya :p. 

Hal seperti ini tidak jarang terjadi pada emak-emak di sekitar saya (walau tidak semua tapi ngenes aja ngeliatnya) termasuk saya juga nggak yah??? *garuk2 jidat* :p. 

Okeh.. berikut kutipannya... (kutipannya banyak :p)

Cukup umum, segera setelah seorang wanita menikah seringkali berat badannya mulai bertambah lebih daripada kelebihan berat alamiah yang diakibatkan oleh usia dan melahirkan anak.

Perubahan itu berlangsung bukan karena hubungan tersebut menghadapi berbagai masalah, melainkan pernikahan itu sendiri membuat seorang wanita rileks dan merasa lebih aman. Sewaktu sisi kewanitaannya mulai berkembang, sisi itu berkata “Sekarang setelah saya dicintai, akhirnya saya mampu keluar dan diberi makan, didukung, dan didengarkan.” Kemudian secara tidak sengaja dia mulai mengalami emosi-emosi dan dorongan-dorongan yang telah ditekan oleh kehidupan yang mandiri. Kecenderungan alamiahnya untuk berbicara tentang perasaan dan kesulitannya muncul dengan tiba-tiba. Perasaan-perasaan asing dari masa lalunya ini membuat dirinya merasa bahwa dia sangat miskin, emosional, tidak logis, cengeng, bahkan lemah. Banyak wanita merasa malu terhadap perasaan-perasaan ini.

Dalam kebingungan emosional itu, hal terakhir yang diinginkan oleh seorang wanita adalah memberitahukan penyebabnya kepada suaminya. Seringkali, dia bahkan merasa tidak enak untuk membagikan perasaan-perasaan baru ini dengan wanita lain. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan karena dia tidak pernah melihat ibunya berhasil membagikan perasaan atau masalah kepada ayahnya sehingga memperoleh rasa hormat dan dukungan. Untuk menjauhi konflik yang tidak perlu atau mengecewakan suaminya, dia memilih untuk menekan kebutuhan untuk membagikan perasaan-perasaan yang berasal dari sisi kewanitaannya itu dan sebagai akibatnya, merasakan suatu kebutuhan baru untuk makan lebih banyak.

Makan merupakan sebuah pengganti yang mudah untuk cinta. Semakin dia banyak makan, untuk sementara waktu dia dapat menekan perasaan-perasaan tidak aman yang menyakitkan yang muncul dari sisi kewanitaannya. Sampai dia menemukan suatu cara untuk memuaskan dan secara langsung memupuk sisi kewanitaannya secara teratur, dia akan terus menggunakan makanan sebagai pembunuh rasa sakit. Dengan mematirasakan perasaan-perasaan itu, kemampuannya untuk bercinta di teduhkan, dan menemukan kelegaan. Kecenderungan ini disebut sebuah “Penggantian kebutuhan”. Jika dia tidak dapat memperoleh apa yang betul-betul dibutuhkannya, kebutuhan nyata itu digantikan oleh kebutuhan lain yang tampaknya lebih gampang diperoleh, seperti makanan. Sebelum kehausan akan cinta itu dipuaskan, dia akan terus merasa lapar. Kadang-kadang dia bahkan mampu menipu dirinya sendiri untuk sementara waktu dengan keyakinan bahwa dia cukup bahagia dan tidak perlu berbicara atau berbagi rasa dalam suatu hubungan untuk membangun kebahagiaan suatu pasangan.

Kemudahan, kenyamanan, kelancaran, rasa aman, riang gembira, rekreasi, kenikmatan dan keindahan, semuanya memupuk sisi kewanitaan tetapi diet tidak. Program diet dengan memakan lebih banyak makanan berkadar lemak rendah dan berolahraga jelas merupakan cara yang sangat baik untuk mengurangi berat badan. Namun pemecahan paling efektif adalah hubungan yang lebih membangun kebahagiaan dan gaya hidup yang lebih santai dan tidak banyak beban

"Untuk mendukung seorang wanita, pria harus memahami bahwa, jauh didalam lubuk hati, wanita ingin beristirahat, merasa lega dan menyerahkan kepada seseorang yang dipercayainya untuk mengasuh dan mendukungnya. Inilah kebutuhan batiniah sejati sisi kewanitaan." - John Gray, PhD.

Note : tulisan ini pernah saya posting beberapa tahun lalu dan yang komen kok masih singel semua yah? nggak ada dari bapak-bapak atau emak-emaknya :D

MSG dari Sudut Pandang Sains

23:09 0
MSG dari Sudut Pandang Sains

Sebagai seorang Emak-emak atau orang yang kerjanya berkutat di seputar dapur, mungkin hampir nggak ada yang nggak tau dengan yang namanya MSG, Penyedap Rasa, atau yang nama bekennya Micin itu yah?. (ya iyalah, udah ada dari jaman nenek gue kali). :p

Kali ini saya pengen nyatet informasi tentang Sejarah MSG dari sudut pandang Sains yang ditulis oleh Robert L. Wolke. (Buat saya ini bagus untuk menambah wawasan dan nambah-nambahin ilmu sekecil apapun bentuknya... :D)

Dan inilah beberapa hal yang tercantum di dalam buku yang berjudul "Kalo Einstein Jadi Koki"


Sebenernya apa sih MSG itu?
Benarkah bahan ini mampu meningkatkan citarasa?
Apakah kelezatan yang dihasilkannya hanyalah sebuah kebetulan?

Adalah hal yang agak misterius ketika kristal putih lembut yang satu ini tidak memiliki keistimewaan rasa, tapi mampu membuat bermacam-macam masakan terasa lebih enak.

Nah, ternyata misterinya bukan terletak pada Apakah MSG sukses sodara-sodara, karena hal itu memang tidak perlu diragukan, melainkan bagaimana cara kerjanya . Seperti dalam kasus yang terkait dengan "kebiasaan lama". Ternyata kurangnya pemahaman ilmiah tidak menghentikan orang dari menikmati manfaat MSG selama lebih dari dua ribu tahun.

Apa yang membuat reputasi MSG untuk meningkatkan citarasa begitu sulit ditelan sehingga terrminologinya menjadi agak keliru?

Penyedap citarasa sesungguhnya tidak menyedapkan citarasa makanan, dalam arti tidak membuat makanan tidak enak menjadi lezat. Yang mereka kerjakan sesungguhnya adalah mengintensifkan, atau menguatkan citarasa tertentu yang sudah ada. Industri makanan olahan lebih suka menyebutnya potensiator sedangkan penulis menyebutnya penguat citarasa.

Dalam hal ini, penulis merasa perlu membahas debat tentang pengaruhnya terhadap orang-orang yang peka. Setiap orang pernah mendengar Chinese Restaurant Syndrome atau CRS, label sial dan secara politik tidak benar, yang diberikan pada tahun 1968 untuk bermacam-macam gejala, termasuk sakit kepala dan rasa terbakar, sebagaimana dilaporkan beberapa orang setelah mengonsumsi makanan tertentu. Biang keladi di balik CRS tampaknya adalah MSG, yakni kependekan nama kimianya, Monosodium Glutamat. Maka, itulah awal terjadinya perang selama tiga puluh tahun terhadap keamanan bahan yang satu ini.

Di salah satu kubu, ada National Organization Mobilized to Stop Glutamate, dengan solusi jelas sesuai dengan akronimnya. Menurut NOMSG, glutamat dalam berbagai penyamaran mereka (Iihat bawah) bertanggung jawab atas sekurangnya dua puluh tiga keluhan, dari hidung yang terus mengucur, penebalan kantung di bawah mata hingga serangan panik dan kelumpuhan parsial.

Di tiga kubu yang lain, sesuai dugaan, adalah pabrik-pabrik makanan olahan, yang menemukan MSG dan senyawa-senyawa sejenis luar biasa berharga dalam meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk-produk mereka.

Wasit resmi dalam hal ini adalah FDA, yang setelah bertahun-tahun mengevaluasi data, tetap yakin bahwa "MSG dan bahan-bahan terkait adalah bahan makanan yang aman bagi kebanyakan orang apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar." Yang sulitnya, semua orang tidak sama dengan "kebanyakan orang" dan FDA masih kerepotan meregulasi pelabelan makanan mengandung glutamat supaya menjadi paling bermanfaat bagi semua konsumen.

Monosodium glutamat pertama kali diisolasi dari ganggang laut kombu oleh ilmuwan kimia Jepang di tahun 1908. Orang Jepang menyebutnya Aji-no-moto, yang berarti "Intisari Rasa" atau "Pusat Citarasa." Kini, 200.000 ton MSG murni diproduksi setiap tahun di lima belas negara. Bumbu masak ini dijual per mobil ke pabrik-pabrik makanan olahan dan dalam kemasan-kemasan kecil kepada konsumen.

Monosodium glutamat atau mononatrium glutamat adalah garam dari asam glutamat, salah satu asam amino paling lazim yang ikut membentuk protein. Sifatnya yang menyedapkan rasa tersembunyi di bagian glutamat pada molekulnya, maka senyawa apa pun dapat digunakan untuk membebaskan glutamat akan sama-sama berhasil. Versi monosodium pada hakikatnya merupakan bentuk glutamat dengan konsentrasi paling tinggi dan mudah ditangani.

Keju parmesan, tomat, cendawan, dan ganggang laut adalab sumber glutamat bebas yang berlimpah. ltu sebabnya sedikit saja pemakaian bahan ini dapat meningkatkan citarasa sebuah menu. Orang Jepang mempunyai tradisi memanfaatkan glutamat dalam ganggang laut untuk membuat sup-sup yang lezat.

Indera pengecap kita bekerja melalui beberapa reaksi kimia dan fisiologis yang rumit sekali. Bagaimana tepatnya glutamat beraksi sulit dijabarkan. Akan tetapi ada beberapa gagasan yang dianggap dapat diterima.

Orang sudah tahu bahwa molekul-molekul dengan citarasa tertentu melekat ke reseptor dalam sistem pengecap kita dengan lama yang berbeda-beda sebelum terlepas kembali. Maka salah satu kemungkinan dalam hal ini adalah glutamat berfungsi memastikan agar molekul-molekul tertentu bisa melekat lebih lama, dan karena itu memberi rasa lebih kuat. Begitu pula, tidak mustahil glutamat mempunyai seperangkat reseptor mereka sendiri, terpisah dari reseptor-reseptor untuk empat kelompok rasa yang sudah kita kenal yaitu manis, asam, asin, dan pahit. Yang menjadikan lebih rumit, ternyata hanya beberapa zat selain glutamat memiliki kemampuan "meningkatkan citarasa."

Orang Jepang sudah lama menemukan sebuah kata untuk menggambarkan efek unik glutamat dalam ganggang laut pada rasa, Umami. Kini, Umami diakui untuk sekelompok rasa terpisah yang dipicu oleh glutamat, sama seperti kelompok rasa manis yang dipicu oleh gula, aspartam, dan keluarga sakarin, mereka.

Banyak protein mengandung asam glutamat, yang dapat diuraikan menjadi glutamat-glutamat bebas dengan beberapa cara, termasuk fermentasi bakteri dan pencernaan kita sendiri. (Ada sekitar dua kilogram glutamat dalam protein tubuh manusia.) Reaksi penguraian kimiawi ini disebut hidrolisis, maka setiap kali kita melihat tulisan "hydrolized protein" atas apa pun seperti sayuran, kacang polong, atau ragi-pada label makanan, bahan tersebut mungkin mengandung glutamat bebas. Protein terhidrolisis paling banyak digunakan sebagai penyedap rasa dalam makanan olahan.

Meskipun sebuah produk makanan mungkin tidak mengandung MSG seperti di atas, bahkan mencantumkan 'Tanpa MSG" pada labelnya, produk tersebut boleh jadi mengandung glutamat-glutamat yang lain. Maka, jika ada kecurigaan bahwa Anda termasuk segelintir orang yang hipersensitif terhadap glutamat, perhatikan juga eufemisme ini pada label-label, sup, sayuran, dan cemilan: seperti hydrolyzed vegetable protein, autolysed yeast protein, yeast extract, yeast nutrient, dan natural flavor atau natural flavoring.

Apa yang disebut "natural flavor"? ltu sebutan untuk zat yang diambil dari sesuatu di alam, alih-alih dibuat dari nol di laboratorium atau pabrik. Agar berhak disebut "alami," bumbu penyedap ini tidak perlu pusing soal kompleksitas kimiawi atau prosesnya yang luar biasa pelik sampai menjadi suatu zat yang rersendiri. Yang penting prosesnya dimulai tanpa sentuhan tangan manusia.

Seperti dinyatakan dalam The U.S. Code of Federal Regulations 10 1. 22(a)(3 ): "lstilah natural flavor atau natural flavoring diberikan untuk minyak esensial, oleoresin, esens atau ekstraktif, protein hidrolisat, distilat, atau produk apa pun dari proses pemanggangan, pemanasan atau enzimolisis, yang mengandung unsur-unsur citarasa dari bahan rempah-rempah, buah-buahan atau air perasan buah-buahan, sayuran atau air perasan sayuran, ragi, daun, kulit pohon, kuntum bunga, akar, atau bahan lain dari tumbuhan yang dapat dimakan, daging, makanan laut, unggas, telur, produk susu, atau produk fermentasi, yang memiliki fungsi lebih sebagai penyedap alih-alih sumber gizi. Natural flavors meliputi esens atau ekstraktif alami yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan yang tercantum dalam Pasal-pasal 182.10, 182.20, 182.40, clan 182.50. serta bagian 184 bab tersebut, dan bahan-bahan yang tercantum dalam Pasal 172.510."

Pengen tau lebih banyak tentang bahan-bahan kimia lain yang sering kita pakai di dapur? Silahkan beli bukunya di Toko Buku terdekat.. :D


Akhirnya Launching Juga!

12:30 0
Akhirnya Launching Juga!
Wuhuuu...! Buku yang telah digarap dengan penuh kerja keras oleh para Admin MFF (Monday Flashfiction) akhirnya launching juga. :D

Ini dia cover bukunya, jreng jreeeeng...!




Buku ini berisi kumpulan 30 lebih Flashfiction dan Fiksimini terbaik, hasil seleksi ketat para pecinta Flashfiction yang juga merupakan member Grup Monday Flashfiction (MFF). Setiap cerita dari buku ini berasal dari tema yang dilemparkan setiap Senin, dan pastinya memiliki keunikan tersendiri dengan ending yang tentunya mengejutkan.

Sebagai bentuk rasa syukur bahwa pembelajaran kami berjalan lancar dan rasa bangga karena begitu banyak pelajaran yang kami dapatkan disana, maka royalti yang terkumpul dari penjualan buku ini dengan ikhlas akan kami hibahkan kepada mereka yang membutuhkan.

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Selain beramal dan mendapatkan buku yang keren, kita bisa mempelajari bagaimana sebuah cerita Flashfiction yang baik itu dari setiap cerita yang disajikan. Makin keren toh. :D

Buku ini bisa dipesan di sini

3 Jenis Kecerdasan Anak yang harus dipahami

22:45 0
3 Jenis Kecerdasan Anak yang harus dipahami


Bongkar-bongkar lemari buku itu ternyata the most fun activity (buat saya), soalnya kalo internet lagi nggak konek, pulsa henpon kebobolan, nggak ada henpon lain (punya suami) yang bisa dibajak buat konsul sama mister gugel, maka buku is my very veeeery best friend! :D. 

Otre.. Saat ini saya sedang mencari tau dan memahami bagaimana agar seorang anak belajar dengan efektif dan bisa mendapat ilmu sebanyak-banyaknya, meskipun memiliki jenis kecerdasan yang lamban atau sedang-sedang saja. 

Tadi pagi akhirnya saya kembali membuka halaman demi halaman buku "Children are from Heaven" yang pernah terbengkalai selama bertahun-tahun. Buku tersebut ditulis oleh John Gray, Ph.d. (Pasti udah pada tau yah beliau siapa. Nggak tau? beliau yang nulis Mars & Venus itu loh... :p) Nah, di buku itu saya menemukan 3 jenis kecerdasan anak. Walaupun kelihatan simpel tapi menurut saya hal itu penting untuk dipahami. Karena itu saya sharing disini biar nggak lupa lagi dan sebagai reminder yang praktis, terutama untuk di konsumsi sendiri (Efek dari males baca ulang buku-buku tebel). :D atau.., jika ada yang membutuhkan? Dipersilahkeen.... 

Tapi sebelumnya, saya pengen curcol dulu sedikit :p. Buku itu saya beli waktu saya masih kuliah (belum merit), karena saya punya banyak adik (6 orang dibawah) 2 diantaranya memiliki tingkah laku yang naujubillah dan butuh ekstra pemahaman untuk memakluminya. Lagipula saya juga pasti nyadar dong suatu saat bakal punya anak, jadi yah buku ini bisa dipake sampe kapanpun, dan bisa menjadi warisan tak ternilai buat cucu dan cicit kelak :D. 

Setelah mengintip ulang isi buku ini, saya menyadari bahwa sejak lahir hingga hari ini, saya memiliki kecerdasan seorang Pelompat, Pejalan bahkan Pelari untuk bidang yang berbeda-beda. Mau tau apa itu kecerdasan Pelari, Pejalan dan Pelompat? Saya kutip sedikit isinya yah, check this out... 

*** 

Macam-macam kecerdasan pada manusia itu berbeda-beda. Jika Orangtua bisa memahaminya maka itu akan sangat membantu, karena menghargai bagaimana anak belajar secara berbeda. Ada anak-anak yang berbakat dengan satu atau dua kecerdasan. Ada yang belajar secara bertahap dan ada pula yang lambat perkembangannya. 

Anak-anak yang menunjukkan ketiga cara belajar seperti diatas bisa diibaratkan sebagai Pelari, Pejalan dan Pelompat. Jika kita ingin mempelajarinya secara lebih detail, sebaiknya kita gunakan contoh "seperti orang yang sedang belajar naik sepeda". 

Pelari 

Adalah seorang anak yang begitu saja naik sepeda dan meluncur pergi setelah melihat anak lain main sepeda. Anak-anak seperti ini belajar cepat, tapi mereka perlu tantangan agar tetap tenang dan terlibat. Pada umumnya mereka berbakat pada bidang yang mereka pelajari. Kita sebagai Orangtua harus berhati-hati dan menjaga agar si Anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan lain yang tidak mudah bagi mereka. 


Pejalan 

Adalah seorang anak yang memerlukan waktu beberapa minggu untuk belajar mengendarai sepeda. Anak-anak ini menanggapi petunjuk dengan baik dan pada setiap usaha mereka maju sedikit. Mungkin mereka mulai dengan sepeda roda tiga, tapi dalam beberapa minggu mereka sudah bisa naik sepeda roda dua. Bagi para Orangtua, anak-anak seperti ini disebut "anak impian." Mereka selalu belajar sedikit lebih, bertambah pintar, dan dengan jelas memperlihatkan hasil jerih payah Orangtua yang membantu anak-anaknya, karena semakin pandai. Anak-anak ini begitu mudah diatur sehingga mereka sering tidak mendapatkan perhatian dan dukungan yang penting bagi mereka sendiri. 


Pelompat 

Adalah seorang anak yang memerlukan waktu untuk belajar naik sepeda sebelum mereka bisa naik sepeda sendiri. Anak-anak seperti ini paling menentang dan paling sulit dihadapi bagi Orangtua. Mereka mendengarkan intruksi tapi tidak maju-maju. Mereka tidak bertambah baik dan tidak memperlihatkan tanda bahwa mereka sudah belajar, sehingga Orangtua tidak tahu apakah jerih payah yang mereka lakukan telah membantu si anak. Kalau Orangtua berkeras, dua tahun kemudian si anak tiba-tiba sudah bisa naik ke atas sadel dan meluncur dengan sepedanya. Semua intruksi Orangtua diterima, tetapi Orangtua tidak melihat petunjuk adanya kemajuan. Dan kemudian, entah bagaimana tiba-tiba si anak sudah bisa naik dan meluncur dengan sepedanya, seolah-olah mereka sudah biasa mengendarainya selama dua tahun. Anak seperti ini seringkali tidak mendapatkan perhatian dan waktu yang mereka butuhkan untuk melakukan lompatannya, karena tidak mendapatkan dorongan semangat dan Orangtua juga tidak berkeras mendukungnya, mereka berhenti di jalan dan tidak pernah mewujudkan potensi terpendam dalam dirinya. 

Tidak ada anak yang sempurna. Selain unik dan berbeda, setiap anak dilahirkan ke dunia ini dengan seberkas masalah dan persoalannya sendiri. Seorang anak mungkin lambat dalam belajar bersepeda, tapi belajar cepat bila menyangkut kemahiran sosial. Anak seperti ini adalah anak yang paling menyenangkan dan paling rajin membantu dalam hal bersosialisasi, tapi justru ketika naik sepeda seketika dia akan bersikap menentang dan tidak kooperatif. 

Hanya karena seorang anak adalah pelompat dan kelihatan lambat belajarnya di bidang tertentu, tidak berarti bahwa anak itu berada di tingkat rendah pada kecerdasan tersebut. Kadang-kadang justru dalam bidang dimana anak paling menentang itulah ia paling kuat. Hanya karena seorang anak adalah pelari atau pejalan dalam bidang kecerdasan tertentu tidaklah berarti bahwa anak itu akan menonjol atau mempunyai potensi sangat besar untuk tumbuh dalam bidang itu. 

"Bagi saya sendiri, saya tidak pernah pandai menulis atau berbicara di tempat umum, dan saya menolak untuk menulis dan berbicara dalam suatu kelompok. Keduanya adalah bakat yang baru muncul kemudian dalam hidup saya" <= curcolnya sang penulis buku, dan ternyata kita sama yah, Mister John (menyamaratakan saenak e dewe..) hehehe... 


Membanding-bandingkan Anak 

Kalau seorang anak adalah pejalan dikebanyakan bidang kecerdasan, segala sesuatu secara relatif akan lebih mudah dan lancar. Kalau seorang anak adalah pelompat di beberapa bidang dan lebih berkeras menentang, mungkin secara keliru Orangtua akan menganggap bahwa ada yang tidak beres dengan anak ini. 

Pelompat tidak pernah tampak belajar atau mendengarkan. Orangtua mengajarkan sopan santun dan mereka selalu lupa. Orangtua mengajar mereka berbicara dengan jelas dan mereka tidak berbicara. Diajarkan mengikat tali sepatu, mereka tidak bisa. Orangtua menjelaskan pekerjaan rumah dan mereka tidak menangkap maksudnya. 

Kalau Orangtua tidak menggunakan kemahiran mengasuh secara positif dan hanya membanding-bandingkan anak, maka anak seperti ini akan mendapat hukuman berulang-ulang dan itu membuat mereka semakin sulit mengembangkan kepercayaan diri. Mereka hanya akan berkembang, kalau mereka mendapatkan pesan yang konsisten bahwa mereka cukup baik dengan apa yang mereka lakukan sekarang. Kalau Orangtua mengerti bagaimana anak-anak yang sehat dan penuh kasih itu dapat berbeda, lebih mudah bagi Orangtua bersikap menerima dan memberi dukungan.